Ang Liana, Sang Pengantar Harapan Penyemai Karya

Ang Liana tidak bisa melupakan momen kali pertama menginjakkan kaki di tanah Long Hubung. Saat itu, dia datang seorang diri dengan menggunakan perahu kecil yang disebut ketinting. Butuh waktu 3 jam untuk sampai di Long Hubung dari Kecamatan Tering. Sesampai di lokasi tujuan, dia kaget, tidak mengira tempat yang didatanginya sesepi itu. Di Puskesmas yang akan menjadi tempat pengabdiannya, tidak ada satu pun orang dari Dinas Kesehatan yang menyambut. Dia bingung harus ke mana hari itu, sementara hari sudah semakin sore.

Keesokan harinya, badan Ang terasa gatal-gatal karena semalaman tidur ditemani tumpukan padi. Dia lantas mencari air untuk mandi agar bisa segera berangkat ke Puskesmas. Sedihnya, dia hanya menemukan kubangan air yang akhirnya dia gunakan untuk mandi. Untuk sampai di Puskesmas, dia harus kembali menempuh jalan berlumpur sejauh satu kilometer.

Pengalaman yang melelahkan semacam itu nantinya menjadi hal biasa bagi Ang. Pada hari pertama dia merasa kaget, tetapi di hari-hari selanjutnya dia menerima pengalamannya sebagai hal yang wajar dan menjadi bagian penting dalam perjalanan hidupnya selaku dokter di daerah terpencil. Pada akhirnya, keikhlasan mengabdi dan melayani warga menjadi kekuatan yang menggerakkan Ang untuk melawan segala bentuk keterbatasan sehari-hari.

Buku “Pengantar Harapan, Penyemai Karya” tidak hanya berisi 8 kisah inspiratif dari para pemenang penghargaan Kick Andy Heroes yang diadakan setiap tahun sejak 9 tahun lalu, namun kisah-kisah mereka juga diharapkan mampu menggugah semangat para pembaca untuk terus berkarya, berbuat kebajikan dalam kehidupan sehari-hari demi kehidupan yang lebih baik.

Dapatkan, buku “Pengantar Harapan, Penyemai Karya” di toko-toko buku terdekat, atau cek di bentangpustaka.com mizanstore.com untuk penawaran harga spesial khusus buat kalian.

Cek koleksi ebook dari Bentang Pustaka juga ya. 

Ang Liana tidak bisa melupakan momen kali pertama menginjakkan kaki di tanah Long Hubung. Saat itu, dia datang seorang diri dengan menggunakan perahu kecil yang disebut ketinting. Butuh waktu 3 jam untuk sampai di Long Hubung dari Kecamatan Tering. Sesampai di lokasi tujuan, dia kaget, tidak mengira tempat yang didatanginya sesepi itu. Di Puskesmas yang akan menjadi tempat pengabdiannya, tidak ada satu pun orang dari Dinas Kesehatan yang menyambut. Dia bingung harus ke mana hari itu, sementara hari sudah semakin sore.

Keesokan harinya, badan Ang terasa gatal-gatal karena semalaman tidur ditemani tumpukan padi. Dia lantas mencari air untuk mandi agar bisa segera berangkat ke Puskesmas. Sedihnya, dia hanya menemukan kubangan air yang akhirnya dia gunakan untuk mandi. Untuk sampai di Puskesmas, dia harus kembali menempuh jalan berlumpur sejauh satu kilometer.

Pengalaman yang melelahkan semacam itu nantinya menjadi hal biasa bagi Ang. Pada hari pertama dia merasa kaget, tetapi di hari-hari selanjutnya dia menerima pengalamannya sebagai hal yang wajar dan menjadi bagian penting dalam perjalanan hidupnya selaku dokter di daerah terpencil. Pada akhirnya, keikhlasan mengabdi dan melayani warga menjadi kekuatan yang menggerakkan Ang untuk melawan segala bentuk keterbatasan sehari-hari.

Buku “Pengantar Harapan, Penyemai Karya” tidak hanya berisi 8 kisah inspiratif dari para pemenang penghargaan Kick Andy Heroes yang diadakan setiap tahun sejak 9 tahun lalu, namun kisah-kisah mereka juga diharapkan mampu menggugah semangat para pembaca untuk terus berkarya, berbuat kebajikan dalam kehidupan sehari-hari demi kehidupan yang lebih baik.

Dapatkan, buku “Pengantar Harapan, Penyemai Karya” di toko-toko buku terdekat, atau cek di bentangpustaka.com mizanstore.com untuk penawaran harga spesial khusus buat kalian.

Cek koleksi ebook dari Bentang Pustaka juga ya.Zed MNFM

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published.

© Copyright - PT. Bentang Pustaka, Yogyakarta