Gagal kuliah di jurusan dan kampus impiannya bukan bagian dari rencana Rayi. Apalagi sekarang dia harus menjalani gap year dan malah bekerja sebagai kasir di bengkel milik pamannya. Membosankan? Jelas. Menyedihkan? Menurut Rayi, iya.
Sampai suatu malam, seorang cewek bernama Gaby datang membawa motor mogok. Gaby adalah pramusaji di kafe seberang bengkel yang setelah pulang kerja masih harus jadi kurir makanan. Di usia yang hampir sama, hidup Gaby sudah jauh berbeda dari Rayi. Ia bahkan harus berhenti sekolah sejak kelas 2 SMA karena masalah biaya.
Pertemuan mereka membuat Rayi mulai melihat hidupnya dari sisi yang berbeda. Kalau Gaby masih terus berjuang meski pilihan hidupnya terbatas, kenapa Rayi justru berhenti hanya karena satu kegagalan?














