Menukar hiruk-pikuk Jakarta demi mengurus warung beras peninggalan ayahnya di Bogor sama sekali nggak ada dalam bucket list Kinasih. Hidupnya yang dulu dinamis mendadak berubah jadi datar, monoton, dan membosankan—sampai Regar datang untuk mengacaukan harinya.
Bukan, Regar bukan love interest baru. Cowok itu adalah sutradara keras kepala yang bersikukuh ingin menyewa rumah Kinasih sebagai lokasi syuting.
Meski sudah ditolak, Regar terus-terusan datang. Katanya, proyek ini adalah pertaruhan hidup dan mati. Sebab, kalau dia gagal, Mamak akan terbang jauh-jauh dari Medan—menyeretnya pulang untuk jadi PNS!














