“Dunia sedang absurd, dan logika kita sedang dikepung hoaks. Masihkah mau mengandalkan ‘katanya’?”
Di era ketika narasi kebencian dan informasi palsu membanjiri layar ponsel, warisan pemikiran Tan Malaka hadir kembali bukan sebagai dogma, melainkan sebagai senjata intelektual. Hadir dilengkapi format gambar yang mudah dicerna, buku ini mampu menjadi jembatan antara filsafat materialisme, dialektika, dan logika dengan realitas digital yang serba cepat.
Ini bukan buku sejarah, tapi panduan bertahan hidup bagi pikiran yang merdeka!









