Mens Rea bukan sekadar buku komedi, tapi juga bukan buku politik yang bikin pening. Ini adalah ajakan berpikir—pelan, jujur, mungkin agak tidak nyaman—tentang peran kita sebagai warga negara. Dengan gaya khas Pandji Pragiwaksono yang cair, jenaka, dan tajam, buku ini mengajak pembaca melihat ulang hal-hal yang selama ini dianggap biasa: dari memilih pemimpin, marah pada kebijakan, mengeluh soal DPR, hingga diam ketika seharusnya bertanya.
Berangkat dari konsep niat di balik tindakan, Pandji membongkar berbagai ironi demokrasi Indonesia. Lewat cerita panggung, anekdot politik, sejarah, dan refleksi personal, buku ini tidak menawarkan jawaban instan. Justru buku ini melontarkan pertanyaan-pertanyaan penting yang jarang kita ajukan pada diri sendiri. Dia mengingatkan kita yang sering lupa bercermin.
Lucu, getir, sekaligus relevan, Mens Rea adalah perpanjangan percakapan dari panggung. Buku ini ditujukan bagi siapa pun yang ingin tertawa sambil berpikir, dan berpikir tanpa merasa digurui. Karena dalam demokrasi, seperti halnya dalam hidup, yang paling menentukan bukan cuma apa yang terjadi, melainkan niat di baliknya.


















