10 Alasan Mengapa Kamu Harus Belajar Mengelola Start-Up dari Eric Ries

Seiring dengan meningkatnya populasi masyarakat yang belum dibarengi dengan kesediaan lapangan kerja, banyak yang kemudian memilih untuk berbisnis. Tren rintisan bisnis baru yang biasa disebut start up pun mulai menjamur di berbagai wilayah. Di negara India misalnya, semua orang dididik untuk mejadi entrepreneur. Tentu saja mereka dididik menjadi enterpreneut melalui pengelolaan start up.

Di Indonesia sendiri mulai bertebaran berbagai start up, mulai dari usaha makanan unik sampai berbagai bisnis berplatform digital. Di tengah-tengah ketidakpastian dunia pekerjaan, berbisnis memang menjadi salah satu alternatif. Tetapi, bukankah bisnis itu penuh dengan risiko? Lagipula membangun start up tentu tidak mudah, harus ada banyak hal yang harus dipelajari.

Salah satu tokoh yang giat dalam dunia start-up adalah Eric Ries. Ia pionir gerakan start up dan menciptakan metode The Lean Start Up. Kamu harus belajar banyak dari Eric Ries karena dia sangat fasih terhadap tetek-bengek start up. Selain, itu ada banyak hal yang bisa kamu contoh dari kinerja Eric Ries. Apa saja sih yang bisa kita pelejari dari Eric Ries? Ini dia sepuluh alasan mengapa kita harus belajar start-up dari Eric Ries

 

  1. Tidak Hanya Seorang Insinyur, Eric Ries Juga Seorang Entrepreneur

 

via igadgetworld.com

via igadgetworld.com

Eric ries membuktikan bahwa tidak semua enterpreneur harus berasal dari orang-orang ekonomi atau mereka yang memang belajar bisnis. Awalnya Eric Ries adalah seorang programmer.Ia berkutat dengan komputer dan menyusun rekayasa teknologi. Ia juga terbiasa mengevaluasi rekayasa tersebut agar bisa diperbaiki dan dikembangkan dengan baik.

Tidak dapat dipungkiri bahwa kita seringkali memberikan stigma kepada mereka yang berada pada wilayah sains-eksata masih minim terhadap bisnis. Eric Ries membuktikan bahwa hal tersebut salah. Sekalipun ia mesti menempuh jalan yang begitu berliku sebelum menekuni bisnis dan manajemen. Namun, sekalipun harus menghadapi berbagai persoalan kegagalan, Eric Ries nyatanya berhasil menjadi seorang entreprenur.

 

  1. Penggerak Pionir Startup
via isigood.com

via isigood.com

Menyimak latar belakang Eric Ries yang begitu dekat dengan dunia komputer, siapa sangka bahwa ialah pionir gerakan StartUp. Berawal dari kesuksesan IMVU, Eric Ries kemudian mencoba menganalisis berbagai startup lainnya. Ia seringkali dimintai oleh perusahaan-perusahaan besar untuk memberikan saran bagi start up mereka. Alhasil, kesuksesan beberapa perusahaan besar tidak terlepas dari ketajaman berpikir Eric Ries yang piawai dalam mengkonsepkan manajemen dan kewirausahaan.

 

  1. Eric Ries Mengajarkan Kita Bahwa Manajemen dan Kewirausahaan adalah Satu Tubuh

[ File # csp3244435, License # 1195932 ] Licensed through http://www.canstockphoto.com in accordance with the End User License Agreement (http://www.canstockphoto.com/legal.php) (c) Can Stock Photo Inc. / AlexMax

via www.canstockphoto.com

                Masih banyak orang yang berpikir bahwa startup adalah institusi yang dinamis. Pengelolaan yang serius dan terstruktur tidak terlalu diperlukan. Namun, Eric Ries mengatakan hal yang sebaliknya. Manajemen dan Kewirausahaan adalah satu tubuh. Keduanya berjalan dengan organ yang sama. Oleh karena itu, mereka harus berjalan beriringan agar harmonis.

 

  1. Eric Ries, Tidak Mudah Menyerah dan Sangat Teliti
eric4

via joshua-graham.com

                Sebagai seorang programmer, ia terbiasa menghabiskan waktu delapan jam untuk membuat rekayasa teknologi. Ia lebih akrab dengan sistem pemrograman, membuat aplikasi baru, dan menciptakan inovasi-inovasi teknologi lainnya. Namun, ia harus melangkah lebih jauh dengan menjadi seorang enterpreneur. Pola pikirnya sudah bukan lagi seorang insinyur yang harus membuat produk sempurna. Lebih dari itu, ia harus berpikir bagaimana sebuah produk dapat diminat dan bermanfaat bagi orang lain.

Menjadi enterprenur tentu bukan hal yang mudah bagi Eric Ries. Banyak kegagalan yang harus dihadapi. Namun, Eric Ries tidak lantas menyerah. Ia mengobservasi setiap produknya dengan teliti. Ia menimbang banyak dalam pembuatan produk.  Dan kegigihannya, juga ketelitiannya, mengantarkan ia dan IMVU pada kesuksesan.

 

  1. Bagi Eric Ries, Tujuan Startup adalah Mengubah Dunia

 

eric5

via http://www.julianrees.com

                Eric Ries menyebutnya sebagai visi startup. Menurutnya, kehadiran Startup adalah untuk mengubah dunia menjadi lebih baik lagi. Untuk meraih visi itum startup mesti menjalankan strategi, yang terdiri atas model bisnis, pemetaan produk, sudut pandang mitra dan pesaing, dan wacana mengenai calon konsumen.

 

  1. Bagi Eric Ries, StartUp adalah Ikhtiar Manusiawi
Success in business-group of excited people

via http://www.kyivpost.com

 

Apa yang diucapkan oleh Eric Ries ini tentu menggelitik dunia, bahkan menggoncangkannya. Eric Ries memandang bisnis startup sebagai upaya kemanusiaan. Menurutnya startup adalah institusi manusia yang dirancang untuk menciptakan produk atau jasa di tengah ketidapstian yang ekstrem.

 

  1. Eric Ries Berhasil Menyukseskan Produk yang “Jelek”
Discarding paper rubbish into a dedicated bin for recycling which is overflowing onto the floor

via http://www.freeimageslive.co.uk

                IMVU adalah produk yang “jelek”, menurut sebagian orang. Melalui perspektif “insinyurnya”, IMVU adalah produk yang tidak sempurna. Tetapi ketidaksempurnaan itulah yang ditawarkan dalam bisnis startup. Sebab, Eric Ries mengatakan bahwa startup adalah sebuah usaha yang berkelanjutan – start up akan terus menciptakan inovasi baru bagi konsumennya.

 

  1. Eric Ries Menggunakan Pendekatan Ilmiah untuk Menguji Sebuah Produk
Crazy scientist. Young boy performing experiments

via dailyalchemy.com

                Inilah yang paling unggul dari pola berpikir Eric Ries! Sebagai orang yang berkutat dengan banyak eksperimen ilmiah ia mencoba memindahkan itu pada strategi bisnis – khususnya dalam pengujian produk. Siapa sangka pendekatan ilmiah inilah yang mengantarkannya pada kesuksesan. Melalui metode ini Eric Ries berhasil menguak misteri  kewirausahaan dan mengungkap bahwa keajaiban  dan kegeniusan bukanlah bahan baku wajib untuk mencapai kesuksesan, melainkan menyuguhkan proses ilmiah yang bisa dipelajari dan ditiru.

 

  1. Eric Ries Menciptakan Metode Lean Startup

                Dengan kecerdasanna itu, Eric Ries kemudian menciptakan metode Lean Startup. Lean startup adalah cara bar untuk mengembangkan produk anyar inovatif dengan tekanan pada proses coba-coba yang cepat, minat konsumen, visi besar, dan ambisi selangit. Terdapat lima metode lean startup yang bisa dipelajari sebelum membangun suatu bisnis startup. Gerakan Lean Startup ini diharapkan dapat mengubah dunia melalui orang-orang yang mendambakan terobosan-terobosan besar.

 

  1. Eric Ries Membuat Buku The Lean Startup
1-The-Lean-Startup-depan

via bentangpustaka.com

Ada banyak sekali gagasan yang dirangkum oleh Eric Ries tentang bisnis dan startup. Ia menjelaskan secara detail bagaimana proses sebuah startup berkembang melalui manajemen kewirausahaan yang baik. Belajar bisnis dengan Eric Ries tentunya akan sangat menyenangkan, tetapi bagi kita masyarakat Indonesia, apakah bisa bertemu dengannya? Eric Ries beberapa kali menuliskannya di blog pribadi. Tetapi, tentu cukup sulit bagi kita yang awam ini untuk memahami tulisan yang diunggah secara random.

Nah, untuk mempermudah siapa saja yang ingin membangun startup, Eric Ries telah menulis buku berjudul The Lean Startup. Tentunya,  kita bisa belajar melalui buku yang ditulis oleh Eric Ries. Jangan khawatir, buku ini sudah diterjemahkan oleh Bentang Pustaka dan dapat dipahami lebih mudah juga! Buku ini adalah pijakan kokoh untuk kewirausahaan dan inovasi.

 

Jadi, tunggu apalagi? Mari belajar dari Eric Ries melalui The Lean Startup… dan Selamat Berbisnis!

Lamia Putri D.

  Seiring dengan meningkatnya populasi masyarakat yang belum dibarengi dengan kesediaan lapangan kerja, banyak yang kemudian memilih untuk berbisnis. Tren rintisan bisnis baru yang biasa disebut start up pun mulai menjamur di berbagai wilayah. Di negara India misalnya, semua orang dididik untuk mejadi entrepreneur. Tentu saja mereka dididik menjadi enterpreneut melalui pengelolaan start up.

Di Indonesia sendiri mulai bertebaran berbagai start up, mulai dari usaha makanan unik sampai berbagai bisnis berplatform digital. Di tengah-tengah ketidakpastian dunia pekerjaan, berbisnis memang menjadi salah satu alternatif. Tetapi, bukankah bisnis itu penuh dengan risiko? Lagipula membangun start up tentu tidak mudah, harus ada banyak hal yang harus dipelajari.

Salah satu tokoh yang giat dalam dunia start-up adalah Eric Ries. Ia pionir gerakan start up dan menciptakan metode The Lean Start Up. Kamu harus belajar banyak dari Eric Ries karena dia sangat fasih terhadap tetek-bengek start up. Selain, itu ada banyak hal yang bisa kamu contoh dari kinerja Eric Ries. Apa saja sih yang bisa kita pelejari dari Eric Ries? Ini dia sepuluh alasan mengapa kita harus belajar start-up dari Eric Ries

 

  1. Tidak Hanya Seorang Insinyur, Eric Ries Juga Seorang Entrepreneur

 

via igadgetworld.com

via igadgetworld.com

Eric ries membuktikan bahwa tidak semua enterpreneur harus berasal dari orang-orang ekonomi atau mereka yang memang belajar bisnis. Awalnya Eric Ries adalah seorang programmer.Ia berkutat dengan komputer dan menyusun rekayasa teknologi. Ia juga terbiasa mengevaluasi rekayasa tersebut agar bisa diperbaiki dan dikembangkan dengan baik.

Tidak dapat dipungkiri bahwa kita seringkali memberikan stigma kepada mereka yang berada pada wilayah sains-eksata masih minim terhadap bisnis. Eric Ries membuktikan bahwa hal tersebut salah. Sekalipun ia mesti menempuh jalan yang begitu berliku sebelum menekuni bisnis dan manajemen. Namun, sekalipun harus menghadapi berbagai persoalan kegagalan, Eric Ries nyatanya berhasil menjadi seorang entreprenur.

 

  1. Penggerak Pionir Startup
via isigood.com

via isigood.com

Menyimak latar belakang Eric Ries yang begitu dekat dengan dunia komputer, siapa sangka bahwa ialah pionir gerakan StartUp. Berawal dari kesuksesan IMVU, Eric Ries kemudian mencoba menganalisis berbagai startup lainnya. Ia seringkali dimintai oleh perusahaan-perusahaan besar untuk memberikan saran bagi start up mereka. Alhasil, kesuksesan beberapa perusahaan besar tidak terlepas dari ketajaman berpikir Eric Ries yang piawai dalam mengkonsepkan manajemen dan kewirausahaan.

 

  1. Eric Ries Mengajarkan Kita Bahwa Manajemen dan Kewirausahaan adalah Satu Tubuh

[ File # csp3244435, License # 1195932 ] Licensed through http://www.canstockphoto.com in accordance with the End User License Agreement (http://www.canstockphoto.com/legal.php) (c) Can Stock Photo Inc. / AlexMax

via www.canstockphoto.com

                Masih banyak orang yang berpikir bahwa startup adalah institusi yang dinamis. Pengelolaan yang serius dan terstruktur tidak terlalu diperlukan. Namun, Eric Ries mengatakan hal yang sebaliknya. Manajemen dan Kewirausahaan adalah satu tubuh. Keduanya berjalan dengan organ yang sama. Oleh karena itu, mereka harus berjalan beriringan agar harmonis.

 

  1. Eric Ries, Tidak Mudah Menyerah dan Sangat Teliti
eric4

via joshua-graham.com

                Sebagai seorang programmer, ia terbiasa menghabiskan waktu delapan jam untuk membuat rekayasa teknologi. Ia lebih akrab dengan sistem pemrograman, membuat aplikasi baru, dan menciptakan inovasi-inovasi teknologi lainnya. Namun, ia harus melangkah lebih jauh dengan menjadi seorang enterpreneur. Pola pikirnya sudah bukan lagi seorang insinyur yang harus membuat produk sempurna. Lebih dari itu, ia harus berpikir bagaimana sebuah produk dapat diminat dan bermanfaat bagi orang lain.

Menjadi enterprenur tentu bukan hal yang mudah bagi Eric Ries. Banyak kegagalan yang harus dihadapi. Namun, Eric Ries tidak lantas menyerah. Ia mengobservasi setiap produknya dengan teliti. Ia menimbang banyak dalam pembuatan produk.  Dan kegigihannya, juga ketelitiannya, mengantarkan ia dan IMVU pada kesuksesan.

 

  1. Bagi Eric Ries, Tujuan Startup adalah Mengubah Dunia

 

eric5

via http://www.julianrees.com

                Eric Ries menyebutnya sebagai visi startup. Menurutnya, kehadiran Startup adalah untuk mengubah dunia menjadi lebih baik lagi. Untuk meraih visi itum startup mesti menjalankan strategi, yang terdiri atas model bisnis, pemetaan produk, sudut pandang mitra dan pesaing, dan wacana mengenai calon konsumen.

 

  1. Bagi Eric Ries, StartUp adalah Ikhtiar Manusiawi
Success in business-group of excited people

via http://www.kyivpost.com

 

Apa yang diucapkan oleh Eric Ries ini tentu menggelitik dunia, bahkan menggoncangkannya. Eric Ries memandang bisnis startup sebagai upaya kemanusiaan. Menurutnya startup adalah institusi manusia yang dirancang untuk menciptakan produk atau jasa di tengah ketidapstian yang ekstrem.

 

  1. Eric Ries Berhasil Menyukseskan Produk yang “Jelek”
Discarding paper rubbish into a dedicated bin for recycling which is overflowing onto the floor

via http://www.freeimageslive.co.uk

                IMVU adalah produk yang “jelek”, menurut sebagian orang. Melalui perspektif “insinyurnya”, IMVU adalah produk yang tidak sempurna. Tetapi ketidaksempurnaan itulah yang ditawarkan dalam bisnis startup. Sebab, Eric Ries mengatakan bahwa startup adalah sebuah usaha yang berkelanjutan – start up akan terus menciptakan inovasi baru bagi konsumennya.

 

  1. Eric Ries Menggunakan Pendekatan Ilmiah untuk Menguji Sebuah Produk
Crazy scientist. Young boy performing experiments

via dailyalchemy.com

                Inilah yang paling unggul dari pola berpikir Eric Ries! Sebagai orang yang berkutat dengan banyak eksperimen ilmiah ia mencoba memindahkan itu pada strategi bisnis – khususnya dalam pengujian produk. Siapa sangka pendekatan ilmiah inilah yang mengantarkannya pada kesuksesan. Melalui metode ini Eric Ries berhasil menguak misteri  kewirausahaan dan mengungkap bahwa keajaiban  dan kegeniusan bukanlah bahan baku wajib untuk mencapai kesuksesan, melainkan menyuguhkan proses ilmiah yang bisa dipelajari dan ditiru.

 

  1. Eric Ries Menciptakan Metode Lean Startup

                Dengan kecerdasanna itu, Eric Ries kemudian menciptakan metode Lean Startup. Lean startup adalah cara bar untuk mengembangkan produk anyar inovatif dengan tekanan pada proses coba-coba yang cepat, minat konsumen, visi besar, dan ambisi selangit. Terdapat lima metode lean startup yang bisa dipelajari sebelum membangun suatu bisnis startup. Gerakan Lean Startup ini diharapkan dapat mengubah dunia melalui orang-orang yang mendambakan terobosan-terobosan besar.

 

  1. Eric Ries Membuat Buku The Lean Startup
1-The-Lean-Startup-depan

via bentangpustaka.com

Ada banyak sekali gagasan yang dirangkum oleh Eric Ries tentang bisnis dan startup. Ia menjelaskan secara detail bagaimana proses sebuah startup berkembang melalui manajemen kewirausahaan yang baik. Belajar bisnis dengan Eric Ries tentunya akan sangat menyenangkan, tetapi bagi kita masyarakat Indonesia, apakah bisa bertemu dengannya? Eric Ries beberapa kali menuliskannya di blog pribadi. Tetapi, tentu cukup sulit bagi kita yang awam ini untuk memahami tulisan yang diunggah secara random.

Nah, untuk mempermudah siapa saja yang ingin membangun startup, Eric Ries telah menulis buku berjudul The Lean Startup. Tentunya,  kita bisa belajar melalui buku yang ditulis oleh Eric Ries. Jangan khawatir, buku ini sudah diterjemahkan oleh Bentang Pustaka dan dapat dipahami lebih mudah juga! Buku ini adalah pijakan kokoh untuk kewirausahaan dan inovasi.

 

Jadi, tunggu apalagi? Mari belajar dari Eric Ries melalui The Lean Startup… dan Selamat Berbisnis!

Lamia Putri D.

 bentang

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published.

© Copyright - PT. Bentang Pustaka, Yogyakarta