Survei Membuang Barang: Laki-Laki dan Perempuan Kesulitan Membuang Barang Berikut Ini!

Survei membuang barang sudah dilakukan langsung oleh penulis bukunya sendiri, Nagisa Tatsumi. Tak heran jika buku yang bertajuk Suteru! Gijutsu sudah terjual berjuta-juta eksemplar, karena memang saat penulisan buku juga dilakukan survei terhadap beberapa responden, baik laki-laki maupun perempuan.

Nagisa Tatsumi pernah menyelenggarakan survei “tidak bisa membuang”–penyelidikan informal tentang barang-barang dalam kehidupan sehari-hari yang berkaitan dengan penyimpanan, penataan, dan pembuangannya yang merepotkan. Survei dilakukan dengan sejujur-jujurnya tanpa adanya kelompok tertentu yang diikutkan. Semuanya benar-benar random. Tak ada pula taksiran gaya hidup, pendapatan, ataupun jenis pekerjaan.

Survei Membuang Barang terhadap Responden

Survei membuang barang disuguhkan tiga pertanyaan utama yang dilontarkan kepada para responden. Pertanyaan-pertanyaannya berupa: (1) Adakah barang dalam kehidupan sehari-hari yang menurut Anda penyimpanannya merepotkan?; (2) Adakah barang atau tempat tertentu yang selalu kelihatan tidak rapi?; dan (3) Ketika Anda melihat barang tertentu atau tempat tertentu, apakah Anda Selalu merasa perlu merapikannya?

Ketiga pertanyaan tersebut dijawab oleh para responden dan hasilnya mereka (100 persen laki-laki dan 98 persen perempuan) menjawab dengan “Ya”. Nagisa Tatsumi pun sudah menduga sebelumnya jika jawaban mereka akan banyak yang memilih “Ya”. Justru terlihat aneh jika kita tak memiliki kepekaan terhadap barang-barang di sekitar kita.

Baca Juga: Menimbun Barang Hanya Akan Mendapat Konflik dengan Orang Sekitar

Apa Saja Barangnya?

Survei membuang barang dilakukan tidak lain juga agar penulisan buku bisa didaptkan data yang akurat. Dari survei tersebut, diperoleh hasil bahwa laki-laki paling enggan membuang barang berupa buku, selanjutnya yaitu majalah dan pakaian. Sedangkan perempuan paling enggan membuang barang berupa pakaian, selanjutnya yaitu buku dan foto.

Bisa diambil kesimpulan, bahwa laki-laki enggan membuang barang yang sifatnya bernilai informatif, sedangkan perempuan cenderung enggan membuang barang yang sifatnya dilihat dari nilai guna dan fungsi. Bagaimana pun, barang-barang tersebut seharusnya bisa kita manfaatkan sebaik mungkin. Memiliki boleh, menimbun jangan. Kita terlalu mementingkan aspek “kepunyaan” dibandingan aspek “keberfungsian”

Jika kepekaan terhadap berbagai keresahan barang yang kita miliki sudah ada, sekarang saatnya eksekusi bagaimana kita lebih bijak menyikapi permasalahan barang-barang tersebut. Sejatinya, menimbun barang tak hanya membuat sesak ruangan, melainkan juga sesak dalam kehidupan. Buku Suteru! Gijutsu menjadi jawaban dari hal-hal yang dipertanyakan di atas. Bagaimana seharusnya kita menyikapinya? Temukan jawabannya dalam buku ini dan ikuti masa pre-order-nya hingga 27 September mendatang, ya!

Pamungkas Adiputra.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *