Sabdo Palon Sudah Lama Hadir

Petruk sedang duduk bersama Gareng di dekat sebuah perapian. Mereka dengan asyik berbincang sambil sesekali mendekatkan tangannya ke kayu yang sedang dibakar. Di tengah sendunya halimun, Gareng dan Petruk membicarakan sebuah hal yang menjadi misteri mengenai masa depan. Mungkin memang masa depan seluruhnya adalah misteri, tapi soal misteri ini lain daripada yang lain. Dalam situasi mendekati tahun politik, banyak orang yang membahasnya. Namun, tidak dengan Petruk. Petruk justru ngalor-ngidul membicarakan seorang abdi setia Raja Majapahit terakhir, Prabu Brawijaya V, yaitu Sabdo Palon. Sabdo Palon adalah abdi setia raja yang lebih populer ketimbang rajanya sendiri.

Seperti banyak ramalan, menurut Petruk, Sabdo Palon akan kembali turun ke Nusantara dalam waktu dekat, maksudnya adalah pemilu. Sabdo Palon akan muncul dan menjelma menjadi capres atau cawapres. Di dalam diri siapa, entah. Mungkin bisa Agus Harimurti Yudhoyono alias AHY, walaupun pada akhirnya gagal. Namun, Demokrat—tempat AHY dan ayahandanya bernaung—tampaknya tidak gentar sama sekali dengan kekuasaan yang dibangun oleh incumbent, Pak Jokowi. Mungkin saja Sabdo Palon akan benar-benar menjelma pada 2024 mendatang.

Gareng mengatakan begini, “Pertempuran masih panjang. Kelihatannya, Pak SBY tidak takut ke Pak Jokowi. Pak Jokowi juga tidak gentar ke Sang Jenderal. Kalau dua tokoh saling berani, dua-duanya berarti bersih.”

Pada awalnya, Gareng telah megingatkan Petruk. Sabdo Palon yang selama ini dinanti-nantikan sebagai abdi setia Prabu Brawijaya V, adalah nonmanusia. Sesuai dengan asmanya, sabdo itu berarti ‘sabda’. Palon itu ‘indah’. Maka, Sabdo Palon adalah sebuah sabda yang disampaikan dengan indah, dengan irama yang indah. Jika memang orang-orang betul-betul menunggu Sabdo Palon sebagai sosok manusia yang bijaksana nan-arif, berarti orang-orang akan memakan pepesan kosong.

Dan, jika memang seperti itu Sabdo Palon maka Sabdo Palon sebenarnya telah ada dalam setiap upacara Senin pagi, setiap sebelum Timnas bermain, atau setiap pagi sebelum acara berita pagi akan dimulai. Sabdo Palon itu berbentuk sebuah lagu yang memainkan perasaan orang-orang sehingga melupakan sejenak masalah dengan sesama. Sabdo Palon itu bernama Indonesia Raya.

Coba dengarkan Indonesia Raya sejenak dan hayati. Siapa pun orangnya pasti merinding dan teringat seketika betapa besarnya Indonesia dengan sejarah dan perjuangannya, dengan sumber daya alam dan manusianya. Itu baru satu stanza, apalagi tiga stanza. Maka, Sabdo Palon seperti ini yang hadir, tetapi tidak pernah disadari oleh banyak orang.

Lalu, Sabdo Palon sebetulnya hadir pula dalam lagu-lagu lainnya yang secara arif mengingatkan kita. Seperti Sabda Alam-nya Chrisye atau pada tembang-tembang milik Ebiet G. Ade yang selalu diputar ketika ada bencana datang. Sabdo Palon juga bisa hadir dalam suara erupsi Merapi atau suara gemuruh gempa. Karena selain bijak, Sabdo Palon bisa jadi hadir untuk memberikan peringatan.

Meskipun begitu, apa pun yang terjadi semoga saja ketika nanti Sabdo Cinta dan Angon Kasih turun ke bumi Nusantara, orang-orang bisa mengerti apa yang diinginkan dan apa yang harus dilakukan. Perpecahan dan pertikaian berhenti bukan karena apa-apa, tetapi mereka sadar bahwa mereka adalah bagian dari jayanya kembali Nusantara. Mereka mengetahui bahwa Sabdo Cinta Angon Kasih turun tidak lain dan tidak bukan adalah demi jayanya Nusantara.

Itu kalau 2030 Indonesia tidak jadi bubar ….

Sujiwo Tejo menuliskan buku Sabdo Cinta Angon Kasih yang banyak membahas fenomena-fenomena masa kini dengan cerita-cerita menarik. Kamu bisa dapatkan bukunya di sini.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *