PSBB Lagi, Persiapkan Ini untuk Kembali WFH

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) kembali diberlakukan di Jakarta. Perkembangan Covid-19 yang begitu mengkhawatirkan membuat pemerintah terpaksa menarik rem darurat. Meski beberapa sektor ekonomi berpotensi kembali melemah, kita tentu sepakat bahwa keselamatan nyawa adalah hal yang paling utama.

Pada masa Normal Baru kemarin, memang tidak semua kantor memiliki kemewahan untuk menerapkan work from home (WFH-Kerja dari Rumah). Ada banyak pekerja yang harus terus keluar rumah karena aturan perusahaannya. Nah, mengingat PSBB kembali diberlakukan, itu artinya kita yang selama ini pergi ke kantor perlu bersiap-siap untuk kembali WFH.

Nagisa Tatsumi, dalam Suteru! Gijutsu memberikan sejumlah tips menarik untuk menyulap rumah dengan lahan terbatas menjadi nyaman dan lapang untuk ditinggali. Berikut ini kami adaptasi beberapa petunjuk yang relevan untuk persiapan bekerja dari rumah.

 

Tentukan ruang yang nyaman untuk bekerja

Beruntunglah jika sudah memiliki ruang kerja atau meja khusus untuk bekerja di rumah. Tetapi jika tidak, kita bisa mencari spot yang memungkinkan. Seperti meja makan, ruang tamu, ataupun kamar. Mana saja bisa yang penting tidak membuat badan pegal-pegal karena harus stand by di depan laptop seharian. Oh ya, kriteria nyaman di sini bukan hanya yang nyaman bagi tubuh. Tetapi juga ruangan yang membuat perasaan kita tenang. Misalnya saja bagi orang tua yang harus sambil mengawasi anak-anaknya di rumah. Kita bisa bekerja di ruang keluarga atau ruang tamu supaya bisa dengan nyaman mengawasi mereka bermain.

Untuk itu, ruang untuk bekerja ini harus cukup lapang dan tidak terlalu berisi banyak barang. Menghadapi PSBB jilid 2, bisa jadi saat yang tepat untuk kembali menyingkirkan barang-barang di rumah yang sebenarnya tidak penting-penting amat.

 

Rumah harus bersih dan steril

Jika selama ini kita rajin memakai masker dan membawa disinfektan di luar rumah, maka ketika di rumah pun kita harus bisa memastikan kebersihan dan higienitasnya. Apalagi dengan bertambahnya anggota keluarga yang akan bersama-sama selama 24 jam penuh. Sudah pasti, lantai harus dipel setiap hari. Begitu juga dengan menyemprotkan disinfektan pegangan pintu maupun pagar. Cuci tangan juga tetap harus dilakukan sesering mungkin. Intinya, tetap penuhi protokol kesehatan meski di dalam rumah.

Jika tadinya sebelum PSBB bersih-bersih rumah seminggu sekali, saat ini perlu membiasakan untuk bersih-bersih secara rutin.

 

Jangan menimbun “sampah” di ruang penyimpanan

Saat PSBB kali pertama diberlakukan, wadah penyimpanan barang langsung laris manis. Mungkin saja kompartemen tersebut dibeli untuk menyimpan benda yang selama ini menumpuk supaya rumah terasa lebih rapi. Apalagi ketika harus menghadiri meeting online, latar belakang rumah berantakan tidak akan terlalu kentara karena semua berada di kotak penyimpanan.

Namun bagi Nagisa Tatsumi, cara ini justru berbahaya. Metode penyimpanan dan penataan harus dilihat dari sudut pandang yang sama sekali lain. Kita mesti menyadari bahwa metode ini diperlukan hanya karena barang terlalu banyak. Bisa jadi lama-lama kita akan semakin kalap membeli kompartemen dan menyimpan semakin banyak barang. Misalnya saja dokumen cetak atau katalog produk yang kita “kira” sangat penting.

Untuk itu, kita perlu semakin rajin melatih diri untuk menyingkirkan barang dengan kategori “kapan-kapan pasti berguna”. Ingatlah, masa pandemi ini semakin menuntut kita untuk hidup secara efektif dan efisien. Dari hal kecil seperti seni membuang inilah, kita akan semakin terlatih untuk bertindak cekatan dalam hidup.

 

Demikian tiga hal yang bisa kita terapkan sambil bekerja dari rumah. Petunjuk dan inspirasi hidup lapang dan bahagia lainnya bisa ditemukan di Suteru! Gijutsu.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *