Nila Tanzil: Bantu Anak-Anak di Indonesia Timur Membaca

Nila Tanzil, seorang konsultan travel dan influencer, telah berkesempatan mengunjungi 34 negara di dunia. Baginya, traveling menjadi akar yang membentuk pribadinya seperti sekarang. Traveling membuatnya lebih toleran terhadap orang lain, dan yang terpenting, mengenal dirinya secara lebih baik. Tak hanya mengunjungi negara lain, Nila juga tertarik untuk mengeksplorasi Indonesia, terutama di wilayah Timur. Namun pengalaman tak menyenangkan menghampiri Nila pada 2009. Saat berkunjung ke Kampung Nampar, Flores, Nila terkejut mendapati anak-anak kecil meminta-minta uang kepada para turis. Pun ketika Nila memutuskan untuk mampir ke sekolah anak-anak tersebut, ia prihatin mendapati koleksi buku di perpustakaan sangat minim. Padahal buku adalah jendela dunia yang sangat penting bagi masa depan anak-anak.

Sejak saat itu, Nila bertekad untuk membuat anak-anak di Indonesia Timur agar melek literasi dan berhenti menjadi peminta-minta. Dengan segala upaya, ia kemudian mendirikan Taman Bacaan Pelangi. Nila pun rela meninggalkan karirnya di dunia korporasi yang tengah menanjak. Kini, Taman Bacaan Pelangi telah memberi manfaat kepada lebih dari 30.000 anak, mendistribusikan lebih dari 300.000 buku, dan mendirikan 104 perpustakaan di Indonesia Bagian Timur.

Atas kiprahnya selama ini, Nila telah dianugerahi ragam penghargaan, seperti “10 Iconic Women 2016”, “Forbes Indonesia 10 Inspiring Women 2015”, “Kartini Next Generation 2013” dari Kementerian Komunikasi dan Informatika serta Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, dan masih banyak lagi. Pada 2016, Nila juga diakui sebagai salah satu dari “10 finalis EY Entrepreneur of The Year 2016”, penghargaan bergengsi dari Ernst & Young.

Pengalaman Nila tersebut kemudian dibukukan ke dalam The Art of Giving Back. Melalui buku ini, Nila ingin agar setiap orang merasakan kenikmatan berbagi dan menjadikannya sebagai gaya hidup.

“Salah satu moment bahagia yang aku rasakan yaitu pada saat membuat perpustakaan untuk adik-adik di Flores tahun 2017 bersama Taman Bacaan Pelangi. Tidak hanya bahagia saat bisa membuat perpustakaannya, tetapi momen berbagi cerita sama adik-adik di sana, spending time with them, sang together, and also played a little game with those awesome children, itu yang membuatku benar-benar senang.” komentar Vidi Aldiano yang tertuang dalam buku The Art of Giving Back. Pengalaman senada juga dirasakan Olga Lidya setelah membaca buku ini, “The art of giving is the joy of serving. Karena pemberian apa pun dengan tujuan melayani akan membawa kegembiraan bagi penerima dan juga pemberinya, baik itu sebuah buku ataupun senyum manis yang tulus.”

Masa pre order The Art of Giving Back telah dibuka mulai 6—30 November 2018 di mizanstore.com. Menariknya, dengan membeli buku ini, pembaca sekaligus telah membeli 1 buku anak untuk disumbangkan ke anak-anak di Indonesia Timur. []

 

CP: Intan (085292523401)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *