Metode Konmari Marie Kondo Ternyata Terinspirasi dari Buku Ini

Metode Konmari merupakan metode berbenah yang paling terkenal di dunia. Diciptakan oleh Marie Kondo dan dipopulerkan melalui bukunya, The Life Changing Magic of Tidying Up yang telah terjual lebih dari 5 juta kopi dalam waktu singkat. Aktivitas berbenah rumah yang tadinya hanya dilakukan sambil lalu dan menjadi masalah rumah tangga tak habis-habis, telah diubah menjadi ritual “penemuan kebahagiaan”.

Melalui metode Konmari, kita akan diajak untuk menyimpan barang yang benar-benar perlu. Menariknya, kategori “benar-benar perlu” adalah barang-barang yang memancarkan kebahagiaan bagi pemiliknya. Baju yang nyaman dipakai, sepatu yang membuat ceria ketika dikenakan, peralatan makan favorit, atau buku yang tak bosan dibaca berulang-ulang. Tak heran jika banyak orang yang merasa cocok dengan metode ini. Tempat tinggal rapi dan tidak memiliki tumpukan barang tak berguna segera menjadi tren.

 

Terinspirasi Ketika Belia

Lalu, bagaimana asal muasal metode Konmari diciptakan? Seperti yang diceritakan di bukunya, Marie Kondo ternyata terinspirasi dari  buku Suteru! Gijutsu karya Nagisa Tatsumi yang dia baca ketika remaja.

 

“Serba-serbi berbenah adalah topik yang kali pertama menarik perhatian saya semasa SMP. Pemicunya adalah buku berjudul Suteru! Gijutsu karya Nagisa Tatsumi, yang menjelaskan pentingnya membuang barang-barang yang tidak perlu …. Saya masih ingat betapa terkejutnya saya saat membaca buku itu di kereta. Saking berkonsentrasinya, saya hampir melewatkan stasiun perhentian saya. Setiba di rumah, saya langsung masuk ke kamar sambil membawa sejumlah kantong sampah dan mengurung diri di dalam selama beberapa jam. Kendati kamar saya kecil, pada saat selesai beres-beres, saya sudah memenuhi delapan kantong sampah …. Saya bahkan lupa memiliki sebagian besar barang tersebut. Setelah itu, saya duduk terpaku di lantai selama sejam sambil memandangi gundukan kantong sampah dan membatin, Kenapa pula repot-repot menyimpan semua ini?

 

Pernyataan Marie Kondo di atas sebenarnya mencitrakan pengalaman kita semua. Bahwa di rumah kita selalu ada tumpukan barang-barang yang terlupakan. Yang kita bahkan tidak tahu apa dulu alasan menyimpannya. Melihat betapa terpengaruhnya Marie Kondo, bisa disimpulkan betapa penuhnya petunjuk praktis dan selentingan psikologis dalam Suteru! Gijutsu.

 

Apa kelebihan buku ini dibanding The Life Changing Magic of Tidying Up?

Suteru! Gijutsu baru diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris pada 2017—selanjutnya menyusul ke dalam berbagai bahasa. Akibatnya, meski sudah lebih dulu dikenal di Jepang, buku karya Nagisa Tatsumi ini baru dikenal oleh publik internasional tiga tahun silam. Tak heran jika banyak yang membandingkan buku ini dengan metode Konmari. Seperti dua pembaca berikut ini.

“Saya telah membaca buku ini, buku Marie Kondo, dan Goodbye, Things karya Fumio Sasaki. Dan dari ketiganya, yang terbaik adalah karya Nagisa Tatsumi. Buku Tatsumi memiliki selera humor. Salah satu kalimat favorit saya berasal dari bab tiga di mana dia membuka dengan ‘Gadis kecil bermimpi bahwa suatu hari seorang pangeran akan datang, tetapi hari itu tidak akan pernah tiba. Dan sebelum dia mengetahuinya, gadis kecil itu adalah seorang wanita paruh baya …’ (bab tentang bagaimana ‘suatu saat’ tidak pernah datang). Saya menikmati humornya. Tetapi hal lain yang membantu tentang buku ini adalah dia membuat daftar situasi pengorganisasian yang berbeda dan cara memecahkan masalah tersebut. Semuanya cukup menyenangkan dan lucu.”

—Amazon.com

“Jika Anda bosan dengan semua ‘guru merapikan barang’, buku ini mungkin tepat untuk Anda. Buku ini memberi tahu persis di mana Anda dan orang lain melakukan kesalahan dalam praktik merapikan dan membuang. Jadi ya, tolong baca bukunya, keluarkan apa saja yang Anda butuhkan, lalu buang.”

—Kitzel, reviewer Goodreads

 

Siapakah Nagisa Tatsumi?

Selepas lulus dari Universitas Ochanomizu, Nagisa Tatsumi bekerja sebagai jurnalis dan editor hingga akhirnya memutuskan untuk berkarier lepas. Tulisannya berkisar seputar topik gaya hidup dan budaya Jepang, sedangkan gaya penulisannya yang blak-blakan meraup banyak pembaca setia. Pada 2008 dia mendirikan Kaji Juku, lembaga pelatihan untuk ibu dan bapak rumah tangga di Tokyo. Sejak 2006, Tatsumi menjabat sebagai Direktur Institut Filosofi Gaya Hidup. Tasumi telah menulis sejumlah buku, banyak di antaranya yang telah diterjemahkan.

 

Tertarik untuk membaca Suteru! Gijutsu (Seni Membuang Barang: Enyahkan Berantakan dan Raih Kebahagiaan) edisi Bahasa Indonesia? Segera nantikan masa pra pesan yang berlangsung pada 7-27 September 2020.

2 replies

    Trackbacks & Pingbacks

    1. […] sebelumnya dengan seni membuang barang. Bahkan Nagisa-lah—melalui buku Suteru! Gijutsu—yang menginspirasi Marie Kondo remaja dalam menciptakan teknik decluttering-nya yang mendunia […]

    Leave a Reply

    Want to join the discussion?
    Feel free to contribute!

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *