Makna Menulis bagi Andrea Hirata

buy research paper

Kamu suka menulis, tetapi kamu sering mendapati writer’s block atau mengalami kebuntuan ketika menulis? Bisa jadi masalahnya bukan pada ide yang akan kamu tulis, tetapi bisa juga ada pada tujuanmu ketika menulis. Banyak penulis pemula yang mengabaikan hal ini, padahal dengan mengetahui tujuan menulis, kita akan lebih mudah dalam menulis.

Akan tetapi, sebelum kamu menentukan tujuan menulis, kamu perlu menanyakan kepada dirimu sendiri apa makna menulis bagi dirimu. Jika bingung, kamu mungkin bisa belajar dari tokoh-tokoh terkenal dalam dunia literasi. Misalnya Andrea Hirata. Seperti diketahui, Andrea Hirata memang dikenal sebagai penulis Indonesia yang cukup produktif. Awal tahun ini saja, ia akan menerbitkan dua novel baru sekaligus.

Memang selama ini, aktivitas menulis memiliki makna tersendiri bagi setiap penulis. Demikian juga bagi Andrea Hirata. Sepertinya aktivitas menulis memang tidak bisa dilepaskan dari sosok pria berdarah Melayu ini. Menulis memang sudah menjadi bagian dari hidupnya dan profesinya, sebab berbagai novel best seller telah berhasil ditulis melalui tangan dinginnya. Nah kali ini, Tim Bentang Pustaka mencoba mengulik mengenai makna dari menulis bagi Andrea Hirata.

Dalam sebuah wawancara dengan Tim Bentang Pustaka, ia pun berkenan memberikan bocoran mengenai makna aktivitas menulis bagi pria kelahiran 24 Oktober 1967 ini. Baginya, menulis memiliki tiga makna dalam kehidupannya. Pertama, ia beranggapan bahwa menulis merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari, sama halnya dengan bernapas, berjalan, bernyanyi, dan lain sebagainya.

Writing is living, menulis adalah kehidupan sehari-hari, kita menulis seperti bernapas, berjalan, bernyanyi, bergerak. Sekali kita memberi jarak antara menulis dan aktivitas sehari-hari, saat itu pula tulisan itu terhambat. Jadi, jadikan tulisan itu adalah spontanitas, bagian dari keseharian,” jelasnya.

Kedua, ia mengatakan bahwa menulis merupakan sebagai bentuk ekspresi seseorang. Seperti disebutkan sebelumnya, menulis merupakan bagian dari kehidupan seseorang. Oleh karena itu, menurutnya, semua hal yang sudah diinternalisasi ke dalam diri kita bisa diekspresikan melalui aktivitas menulis.

Kemudian, yang terakhir, ia memaknai aktivitas menulis sebagai learning curve atau kurva belajar. Maksudnya, melalui aktivitas menulis, kita bisa mengetahui perkembangan pengetahuan-pengetahuan yang telah kita dapat. Sebab, ketika kita menulis, kita akan menghadapi berbagai persoalan baru dan akan mendapat pengetahuan-pengetahuan baru.

Nah, itulah makna menulis bagi Andrea Hirata. Dengan memegang tiga hal itu, ia ternyata berhasil menulis dua belas karya, termasuk dua novel yang akan terbit tahun ini. Melalui karya-karyanya, kamu juga bisa melihat bagaimana kurva belajar yang dialami oleh Andrea Hirata. Jika kamu tertarik untuk menulis, kamu bisa memulai untuk mempertanyakan makna menulis bagi kehidupanmu. Dengan demikian, kamu akan tahu tujuanmu menulis dan akan memudahkan kamu dalam menghadapi berbagai masalah ketika menulis, termasuk writer’s block.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *