OOTB untuk Mendongkrak Minat Baca Masyarakat

OOTB (Out of The Boox) adalah salah satu cara untuk meningkatkan minat baca masyarakat. Dengan memberikan akses yang sebesar-besarnya kepada khalayak untuk mendapatkan buku-buku berkualitas dengan harga murah, diharapkan orang semakin akrab dengan buku. Demikian pesan yang ingin disampaikan melalui event ini, tutur Agus Geisha, Head Event Project OOTB.

OOTB di gedung serbaguna Kelurahan Condong Catur Yogyakarta

Bazar buku lokal dan internasional ini dibuka serentak di empat kota, yaitu Bandung, Jakarta, Yogyakarta, dan Surabaya pada Rabu, 18 Desember 2019 pukul 09:00. Pengunjung bisa leluasa mengunjungi bazaar karena dibuka selama 12 jam dalam sehari mulai pukul 9.00-21.00 WIB pada 18-30 Desember 2019. Khusus Surabaya, pameran dibuka mulai 9.30-21.30 WITA. Lokasi acara bisa dilihat di bawah ini.

 

Jakarta
Gudang MMU Logistik Jakarta
Jln. Joe No. 11, Lenteng Agung Jakarta Selatan

Bandung
Gudang Mizan Distribusi Bandung
Jln.Cinambo No. 146, Cisaranten Wetan

Surabaya
Ground Floor City Of Tomorrow (CITO) Mall Surabaya
Jln. Ahmad Yani No. 288, Gayungan

Yogyakarta
Gedung Serbaguna Kelurahan Condong Catur
Jln. Affandi, Sanggrahan, Condongcatur, Sleman

OOTB juga mengemban misi untuk melawan stigma atas minat baca masyarakat indonesia yang dianggap begitu lemah. Kami mencoba meyakinkan diri kami bahwa minat baca masyarakat indonesia begitu tinggi, papar Agus lebih jauh. Sehingga, kami membuat bazaar dari satu kota ke kota lain untuk membuktikan bahwa masyarakat kita mau dan mampu untuk membaca buku.

Bazar Digelar di Yogyakarta

Penyerahan bantuan buku dari Mizan grup.

Di Yogyakarta, bazar dibuka oleh Lurah Condong Catur, Reno Sangaji, dan perwakilan Bupati Sleman. Acara pembukaan juga dimeriahkan oleh penampilan marching band dari SD Negeri Perumnas 3 Condong Catur. Dalam acara pembukaan tersebut, dilakukan juga penyerahan bantuan buku untuk perpustakaan kelurahan Condong Catur dari grup Mizan yang diwakili oleh CEO Bentang Pustaka, Salman Faridi.

Reno Sangaji berharap kerja sama antara Mizan Grup dengan kelurahan Condong Catur ini tidak hanya akan meningkatkan minat baca di wilayah Condong Catur saja, tapi juga ikut mendorong budaya literasi di Yogyakarta. Hal ini ditegaskan oleh Narti, Kepala Mizan Media Utama wilayah Jogja-Jateng, bahwa bazar menargetkan pengunjung terutama dari kalangan milenial dan keluarga. Untuk wilayah Yogya, Narti menyiapkan lebih dari 1000 judul buku dengan melibatkan 25 penerbit nasional. (imamr)

 

Kurniawan Gunadi

Arah Musim: Karya Sarat Semangat dan Gelisah oleh Kurniawan Gunadi

Kurniawan Gunadi atau yang akrab dipanggil Masgun merupakan seorang blogger, penulis, sekaligus founder Langitlangit Creative. Langitlangit Creative menampung kreativitas Masgun dan penulis indie lainnya dalam berkarya. Hingga saat ini, Masgun telah merilis 5 judul buku dan mendapat berbagai ulasan positif di Goodreads. Meski sangat berbakat dalam dunia literasi, ternyata Masgun merupakan alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) Program Studi Desain Produk, loh!

Pertama Kali Menerbitkan Buku di Penerbit Mayor

Ternyata walau sudah menerbitkan banyak karya, Bentang Pustaka menjadi penerbit mayor pertama yang menjadi pelabuhan bagi karya Masgun. Pertemuan Bentang Pustaka dengan Masgun pun terasa seperti berjodoh. Sejak dulu, terutama  tahun 2016, banyak penerbit mayor yang berniat meminang karya Masgun, namun Masgun menolak karena merasa belum saatnya. Tahun 2019, Masgun mulai berpikir kembali untuk melabuhkan karyanya di penerbit mayor. Gayung bersambut, tidak lama kemudian Bentang Pustaka menawarkan perjanjian kerja sama. Masgun pun tidak berpikir lama untuk mengiyakan. Apalagi, dari dulu Masgun sudah berminat untuk menerbitkan karyanya di Bentang Pustaka. Minatnya ini tumbuh karena banyak penulis besar favoritnya yang karyanya lahir di Bentang Pustaka, seperti Dewi Lestari, Andrea Hirata, dan lain-lain.

Arah Musim, Kumpulan Kisah Tentang Quarter Life Crisis

Resah, galau, semangat, haru, semua perasaan dapat ditemukan dalam sebentuk paket perasaan komplit, Arah Musim. Kisah tentang pencarian jati diri, pencarian cinta sejati, rasa sepi dalam keluarga yang tidak utuh, juga ketika hidup kembali memberikan harapan.

“Ketidakbahagiaan kita saat ini mungkin disebabkan oleh ketidakmampuan kita untuk bersyukur atas hal-hal yang bisa dengan mudah kita dapatkan.”

Arah Musim adalah buku yang sangat tepat bagi para pejuang Quarter Life Crisis. Filosofi pergantian musim yang sudah tidak bisa ditebak seperti cerita kehidupan yang arahnya tidak tentu menjadi alasan di balik pemilihan judul Arah Musim. Namun meski jalan kehidupan seseorang bergulir tak tentu arah, Arah Musim sudah pasti akan mengarah ke toko-toko buku kesayangan Sahabat Bentang di bulan November, loh! (Shinta)