fbpx

Khawatir Besok Mau Jadi Apa? Ini Kata Maudy Ayunda

Lebih parahnya, mungkin kamu juga belum menemukan jati dirimu, seperti bercita-cita apa, ingin menjadi apa, atau sebenarnya tujuan hidup itu untuk apa. <p>Pernah nggak, sih, merasakan kekhawatiran dan bertanya-tanya ingin menjadi apa besok? Sepertinya semua orang pasti pernah mengalaminya. Wajar, kok, kekhawatiran itu muncul ketika kamu belum tahu ingin seperti apa dirimu pada masa depan. Lebih parahnya, mungkin kamu juga belum menemukan jati dirimu, seperti bercita-cita apa, ingin menjadi apa, atau sebenarnya tujuan hidup itu untuk apa.</p>

<p>Kalau kamu pernah mengalaminya, tak perlu takut, kamu nggak sendirian, kok. Seorang <a href="http://deartomorrow.bentangpustaka.com/"><span style="color:#0000CD;">Maudy Ayunda</span></a> saja juga pernah mengalaminya. Ia menceritakan kisahnya dalam buku <a href="http://deartomorrow.bentangpustaka.com/"><span style="color:#0000CD;"><em>Dear Tomorrow</em></span></a> yang ditulisnya sendiri. Berikut ini ulasannya.</p>

<p><strong>Menemukan Diri Sendiri</strong></p>

<p>Terkadang <a href="http://deartomorrow.bentangpustaka.com/"><span style="color:#0000CD;">Maudy</span></a> bingung mengartikan diri sendiri. <em>Pertama</em><em>, </em>diri adalah sebagian dari akumulasi semua pengalaman masa lalu kita. Jadi, kemungkinan besar, kita adalah kombinasi dari banyak orang yang berbeda yang telah mengelilingi atau mengilhami kita. <em>Kedua</em>, sifat terpadu dunia digital saat ini pada dasarnya berarti bahwa kita terpapar pada banyak versi diri sehingga dapat begitu intuitif untuk menemukan diri sendiri dalam diri orang lain.</p>

<p>Beberapa tahun lalu, Maudy sangat ingin tahu akan jadi apa dirinya. Maudy tahu bahwa dirinya beruntung bisa mencoba begitu banyak pilihan jalan—tetapi saat itu ia masih belum bisa memutuskan. Sadar akan hal itu, Maudy harus segera menemukan diri sendiri. Yang harus dia lakukan adalah melihat lebih dalam, menemukan diri yang melekat dan bersembunyi selama ini.</p>

<p>Maudy ingin tahu apakah ia dimaksudkan untuk menjadi seorang penyanyi, seorang ekonom, seorang pendidik, atau menjadi seorang aktris. Oleh karena itulah Maudy terus melihat ke dalam dirinya, mengevaluasi tindakannya pada masa lalu, tetapi sayangnya ia tidak dapat benar-benar menunjukkan satu hal pun yang mendefinisikan dirinya sendiri.</p>

<p><strong>Mulai Mencari Pengalaman</strong></p>

<p>Karena belum menemukan jati diri yang ingin ia cari, <a href="http://deartomorrow.bentangpustaka.com/"><span style="color:#0000CD;">Maudy</span></a> memutuskan untuk mulai mencari pengalaman di luar. Maudy mulai mencari tahu dari orang-orang di sekitarnya. Ia mencoba mendekati orang-orang yang bisa memberikan pengaruh. Di sanalah Maudy melihat dunia, kemanusiaan, dan banyak tantangan yang harus dihadapi.</p>

<p>Dengan belajar dari orang lain, Maudy dapat belajar lebih banyak tentang dirinya. Jika sebelumnya ia merasa minder, sejak bersosialisasi dan <em>sharing</em> dengan orang-orang yang tepat, ia dapat menangkis kekhawatirannya. Ia pun merasa bisa melakukan apa yang dianggapnya tidak mungkin waktu itu.</p>

<p>Dari situlah Maudy mulai menginspirasi banyak orang melalui karya seninya, baik dari film, lagu, hingga tulisan. Namun, pada saat itu Maudy masih belum tahu apakah dia telah menemukan dirinya yang sebenarnya. Walaupun begitu, saat itu Maudy perlahan telah memiliki gagasan yang lebih baik mengenai ingin menjadi apa ia nantinya. Maudy juga lebih percaya diri dan bisa bersikap apa adanya.</p>

<p>Ia semakin menyadari pentingnya berinteraksi dengan komunitasnya, pekerjaan, dan dunia Maudy sendiri. Menemukan dirinya mungkin merupakan kemajuan yang tidak pernah berakhir bagi Maudy. Kini, Maudy bisa lebih bersemangat untuk menjalani proyek-proyek selanjutnya. Kuncinya: harus percaya diri dan mampu beradaptasi.</p>

<p><strong>Lakukan Sekarang!</strong></p>

<p>Daripada bingung mau apa dan bercita-cita apa, coba mulai tanyakan kepada diri sendiri, <em>Kira-kira aku ingin apa? </em>Pasti jauh di dalam hatimu sudah terlintas kamu ingin menjadi apa.</p>

<p>Kuncinya: lakukan sekarang! Ketika kamu hanya terus-terusan berpikir, semua tak akan pernah tercapai. Hal tersebut terjadi karena kamu hanya memikirkannya tanpa “<em>do something</em>”. Padahal, kamu hanya diberi kesempatan hidup sekali, lantas mengapa harus banyak pertimbangan dalam menjalaninya?</p>

<p>Seperti yang <a href="http://deartomorrow.bentangpustaka.com/"><span style="color:#0000CD;">Maudy Ayunda</span></a> lakukan, jika kamu merasa bingung, cobalah berdiskusi pada orang-orang terdekatmu. Carilah motivator atau orang-orang yang dapat membuatmu bersemangat untuk mencapai impianmu. Kini yang perlu kamu lakukan hanya bergerak, melangkah ke depan. Percayalah proses tidak akan mengkhianati hasil. Ketika kamu optimis akan kehidupan pada masa depan, kehidupan yang baik dan sejahtera pasti bisa kamu rasakan.</p>

<p>Yuk, mengenal lebih dekat dengan <a href="http://deartomorrow.bentangpustaka.com/"><span style="color:#0000FF;">Maudy Ayunda</span></a> dengan membeli buku <em><a href="http://deartomorrow.bentangpustaka.com/"><span style="color:#0000FF;">Dear Tomorrow</span></a> </em>Bentang Pustaka. Dapatkan bukunya <a href="http://deartomorrow.bentangpustaka.com/"><span style="color:#0000FF;">di sini.</span></a></p>

<p>Catatan: Pada bulan Oktober ini, Bentang Pustaka merayakan Bulan Bahasa dengan mengadakan Festival Buku Bentang. Berlangsung dari tanggal 10 Oktober pukul 10.10 WIB, hingga 12 Oktober. Buku <a href="https://mizanstore.com/"><span style="color:#0000FF;"><em>Dear Tomorrow</em></span></a> mendapatkan diskon sebesar 25% pada promo ini. Jangan lewatkan promo menarik ini! Kunjungi <a href="https://mizanstore.com/"><span style="color:#0000FF;">mizanstore di sini.</span></a></p>

<p> </p>

<p>Kontributor: Novia Intan</p>Bentang Pustaka

1 reply

Trackbacks & Pingbacks

  1. […] Baca Juga : Khawatir Besok Mau Jadi Apa? Ini Kata Maudy Ayunda […]

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© Copyright - PT. Bentang Pustaka, Yogyakarta