Kebebasan Anak

Seberapa sering kita memberikan kebebasan kepada anak? Apa yang mendorong kita akhirnya mau memberikan kebebasan kepada anak? Mungkin Mom sudah mendengar salah satu prinsip Montessori. Salah satu prinsip Montessori menekankan pada lingkungan yang natural dan memberikan kebebasan pada anak. Montessori juga yakin bahwa pola psikis anak terungkap melalui proses perkembangan.

Dalam proses perkembangan, dibutuhkan dua kondisi agar proses bisa berjalan. Pertama, anak membutuhkan hubungan integral dengan lingkungannya. Melalui interaksi ini ia akan belajar memahami diri sendiri dan juga sekitarnya. Kedua, anak membutuhkan kebebasan. Kebebasan penting untuk anak agar ia bisa membuka kepribadiannya sendiri. Dengan ia membuka kepribadiannya itu, anak akan menguak sensitivitas dan dan kemampuannya yang unik.

 

Prinsip Kebebasan pada Anak

Montessori menilai bahwa pertumbuhan psikis anak bergantung pada interaksi bebas dengan lingkungannya. Secara fitrah, aspek mental dan fisik anak merupakan satu kesatuan, oleh sebab itu interaksi bebas menjadi penting. Jika gerakan dibatasi, kepribadian dan rasa tenang anak menjadi terancam. Dalam pengamatannya, Montessori yakin bahwa anak memiliki motivasi intens untuk melakukan konstruksi diri.

Tujuan utama anak dalam kehidupan adalah mengembangkan diri mereka secara utuh. Anak akan mengejar tujuan ini dengan upayanya untuk memahami lingkungan. Kesehatan emosional dan fisiknya bergantung pada usahanya untuk menjadi diri sendiri. Walaupun anak memiliki pola psikis tertentu, ia belum memiliki pola perilaku yang bisa menjamin keberhasilannya kelak. Ia harus mengembangkan kemampuan sendiri supaya bisa bereaksi terhadap kehidupan. Dalam hal ini, anak diberikan “sensitivitas kreatif” yang istimewa untuk membantunya mencapai tugas tersebut.

 

Sensitivitas Kreatif

Seluruh kehidupan psikis anak bergantung pada fondasi yang disediakan oleh sensitivitas kreatif tersebut. Apabila sensitivitas itu terlambat terkuak, hasilnya adalah hubungan yang tak sempurna antara anak dan lingkungannya. Anak justru bisa merasa tidak tertarik pada lingkungannya dan rasa cintanya terhadap lingkungan menjadi gagal. Padahal, kemandirian anak dapat diperoleh jika ia mau menyelami lingkungan dan kemudian belajar menaklukkannya.

Karakteristik ini hanya ada pada masa kanak-kanak dan setelah berusia enam tahun, bentuk dan intensitasnya juga berubah. Montessori menganggap hal ini sebagai bukti bahwa perkembangan psikis anak tidak berlangsung secara kebetulan, namun seturut dengan rancangan alam.

 

Prinsip kebebasan terhadap anak menurut Montessori merupakan hal yang sangat penting dalam membentuk kepribadian anak. Lingkungan menjadi alat yang digunakan Montessori untuk mengembangkan potensi anak. Kebebasan akan memberikan mereka akses untuk mengeksplorasi diri mereka lebih dalam dan lebih baik lagi. Jadi, jangan ragu lagi untuk memberikan ruang kebebasan terhadap anak.

 

Enda Sinta Apriliana

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *