Ini Kata Dee Lestari tentang Buku Suteru! Gijutsu

Pada 2016 lalu, The Life Changing Magic Tidying Up karya Marie Kondo terbit di Indonesia dan sontak menjadi best seller. Selepas itu, bermunculanlah komunitas-komunitas berbenah yang merasa hidupnya berubah sejak menerapkan metode Konmari. Bisa dibilang, Dee Lestari adalah sosok yang sangat berjasa dalam membawa buku Marie Kondo tersebut ke Indonesia.

Seperti yang diceritakan dalam blognya, Dee Lestari membaca buku yang telah terjual 5 juta kopi tersebut dalam edisi bahasa Inggris pada awal 2015 dan merasa benar-benar tercerahkan. Dee pun dengan segera menghubungi Salman Faridi, CEO Bentang Pustaka, dan segera “menghasut” untuk menerbitkan buku ini. Tak lama, buku berbenah paling populer di dunia itu pun diterjemahkan.

Baca juga: Review: The Life-Changing Magic of Tidying Up

Kini, Dee Lestari kembali merekomendasikan buku berbenah lain yang tak kalah revolusioner: Suteru! Gijutsu. Bisa dikatakan, inilah buku yang menginspirasi Marie Kondo saat remaja dan menggerakkannya untuk menciptakan Metode Konmari. Nagisa Tatsumi yang telah berpulang pada 2018 lalu, telah sangat dikenal sebagai pencetus revolusi berbenah di Jepang. Ia telah melakukan serangkaian survey tentang perilaku masyarakat dalam menumpuk barang yang mengakibatkan jiwa mereka menjadi tidak sehat.

Baca juga: Nagisa Tatsumi: Seni Membuang Barang dan Seni Menjalani Kehidupan

 

kata Dee Lestari Mengenai Buku Suteru! Gijutsu

Ulasan Dee Lestari tentang poin menarik dari Suteru! Gijutsu yang dikutip dari laman Instagram-nya.

 

Dee Lestari: Nagisa Tatsumi Merekonstruksi Prinsip Anti Mubazir

“Mottainai” adalah konsep dalam budaya Jepang yang artinya “mubazir”. Buku Suteru, Gijutsu! karya Nagisa Tatsumi ini merekonstruksi makna “mottainai”. Kita selalu diajarkan untuk menghindari kemubaziran, baik atas nama pemanfaatan, bersyukur, maupun alasan yang lebih kontemporer seperti isu lingkungan.
Kenyataannya, kita hidup pada masa dunia berkelebihan persediaan ketimbang permintaan, masa ketika barang bukan lagi soal manfaat melainkan kesenangan dan aktualisasi diri. Kesadaran lingkungan sekalipun tidak akan memecahkan persoalan kebanyakan barang.
Akibatnya, barang terus membanjir, dan sebaik-baiknya kita menyimpan dan menata, barang tak habis-habis dan terus berdatangan barang baru.
Satu rantai hilang dalam situasi itu, yakni keterampilan membuang barang. Bukan sekadar asal buang ke tong sampah, melainkan menyadari penuh relasi kita dengan benda-benda di sekitar kita, mengetahui penuh alasan ketika kita menyimpan dan membuang sesuatu.

Dee Lestari Menekankan Perlunya Memiliki Sinyal Kenyang Barang

Tubuh kita mampu memberikan sinyal saat cukup makan. Ketika makanan sudah mencukupi, maka tubuh akan memberikan rasa kenyang. Fungsi biologis itu tidak kita miliki untuk pemilikan barang. Kita tidak akan pernah tahu kapan kita kenyang.
Namun, kita bisa mencoba membangun sinyal itu dengan mulai menciptakan hubungan yang lebih berkesadaran dengan benda-benda dalam hidup kita.
Buku ini membantu kita membangun sinyal itu dan menyusun strategi baru. Banyak kiat praktis yang bisa segera diterapkan untuk memulai hidup lebih ringan, mawas, dalam lingkungan yang tertata.

Buku Wajib Berbenah Selain The Life-Changing Magic of Tidying Up

“Saya sudah punya buku Marie Kondo, apakah masih perlu buku ini?” Ya. Cara tutur Nagisa Tatsumi yang blak-blakan dan segar, sudut-sudut pandangnya yang jeli, menjadikan Suteru, Gijutsu! bukan sekadar buku komplementer Konmari. Lebih revolusioner dari itu, buku ini mampu mengubah hidup kita.

 

Membaca ulasan-ulasan di atas, nampaknya Dee Lestari terkesan sekali dengan karya fenomenal dari Nagisa Tatsumi ini. Sudah pasti dong, kita tidak boleh melewatkan buku yang direkomendasikan Mak Suri. Oleh karena itu, dapatkan segera buku Suteru! Gijutsu  dengan mengikuti masa pre-order-nya dahulu pada tanggal 7 – 27 September 2020 di bit.ly/suterugijutsu.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *