Hit Refresh: Transformasi Microsoft Melawan Stagnansi

Microsoft mengalami stagnansi yang sangat tinggi. Microsoft dinilai banyak merugi karena banyak kehilangan asetnya dan saham mereka terus menurun sejak sebelum resesi pada 2008. Menjadi pionir dalam revolusi digital tidak menjamin Microsoft akan terus berjaya. Ia harus bersaing keras dan cenderung tertinggal oleh para pesaing beratnya yang lebih revolusioner, seperti Google dan Apple.

Pada 4 Oktober 2014, CEO Microsoft saat itu, Bill Gates, di hadapan seluruh karyawan Microsoft memperkenalkan CEO Microsoft yang baru: Satya Nadella. Pria asal India ini dipilih menjadi CEO Microsoft yang baru ditengah stagnannya, Microsoft menghadapi pasar yang bisa membuat Microsoft lebih jatuh lagi.

Dalam bukunya yang berjudul Hit Refresh, Satya Nadella mengungkapkan dirinya ingin mentransformasikan Microsoft menjadi perusahaan yang tidak semata-mata berorientasi pada keuntungan, tetapi juga kepada empati yang bermuara kepada kemanusiaan. Ia menganggap huruf C dalam CEO berarti culture atau budaya. Menurutnya, budaya adalah hal yang paling penting untuk dibenahi dalam mengakhiri stagnansi.

Lalu, langkah-langkah apa saja yang diambil oleh Satya Nadella untuk memulai refresh di seluruh badan Microsoft?

  1. Menemukan Kembali Produktivitas

Satya Nadella menekankan agar Microsoft bisa berkembang dari sekadar membuat alat menjadi merancang komponen komputasi cerdas dengan empat pilar: kolaborasi, mobilitas, kecerdasan, dan kepercayaan. Ia menemukan di dalam tubuh Microsoft masih ada orang-orang yang bekerja sendiri-sendiri, maka dari itu, ia mementingkan adanya kolaborasi antara karyawan. Sekarang, kolaborasi menjadi sebuah norma baru yang membuat tim lebih berdaya.

Mobilitas memberi penekanan kepada setiap anggota agar bersedia membantu anggota yang lainnya agar menjadi produktif di mana pun ia berada dan tidak peduli dengan perangkat apa.

Kecerdasan membuat kinerja efisien sehingga bisa menjadi variabel pengganda kekuatan yang luar biasa. Satya Nadella berujar bahwa setiap orang memerlukan analisis, layanan, dan agen yang memanfaatkan kecerdasan yang akan membantu mengelola waktu. Jika ketiga aspek tersebut dapat dijalankan, aspek kepercayaan akan mudah didapat.

  1. Membangun Platform Cloud

Satya Nadella bertekad untuk membangun platform cloud cerdas karena akan menunjang poin pertama dengan empat aspeknya. Setiap organisasi sekarang ini sangat membutuhkan suatu wadah untuk menampung data dan analisis mereka yang bisa dibagi kapan dan di mana saja. Maka, infrastruktur seperti cloud sangat dibutuhkan. Layanan ini nantinya akan terbuka dan banyak menawarkan pilihan kepada para penggunanya di seluruh dunia. Alasannya, banyak pengguna yang khawatir akan transparansi, keandalan, keamanan, kerahasiaan, dan kesesuaian.

Menurutnya, cloud cerdas Microsoft akan mendemokratisasi kemampuan-kemampuan tersebut bagi perusahaan kecil hingga besar secara merata.

  1. Mengerahkan Massa untuk Windows

CEO Microsoft yang baru ini merasa perlu untuk menggerakkan banyak orang agar merasa membutuhkan Windows, lalu menjadi memilih Windows, dan akhirnya bisa menyukai Windows. Microsoft membuat Windows 10 agar memungkinkan masyarakat dunia merasakan cara-cara inovatif dan lebih alami dalam berinteraksi dan terhubung dengan perangkat lainnya, seperti dapat mengajukan pertanyaan dengan suara, menggambar dengan jentikan pena, atau mengamankan dokumen dengan sentuhan.

Pengalaman-pegalaman ini akan membuat pengguna Windows semakin menyukai dan merasa membutuhkan Windows pada akhirnya.

Cara-cara ini menurut Satya Nadella bisa mengubah sifat Microsoft yang dikenal defensive di tengah anjloknya pangsa PC dan telepon, menjadi sebuah pemikiran yang lebih ofensif. Menemukan kembali jiwa Microsoft, kembali mendefinisikan visi dan misi, dan menegaskan ambisi bisnis adalah prioritas utama Satya Nadella. Namun, perjuangan yang lebih berat dan rintangan tertinggi yang harus dihadapinya adalah budaya Microsoft itu sendiri.

Satya Nadella menulis berbagai pengalamannya menjadi CEO Microsoft dalam buku Hit Refresh. Bukunya bisa kamu dapatkan di sini.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *