Erotisme Roro Mendut

Janda penggendong jamu yang di percaya oleh Budak Angon merupakan titisan Dewi Candrawati, putri dari Prabu Brawijaya itu bertemu dengan seorang lelaki keturunan Tionghoa. Lelaki yang memiliki kumis tipis panjang tersebut bermaksud menawari pekerjaan untuk bakul jamu. Ong King Hong nama lelaki tersebut, sudah lama dia memperhatikan si bakul jamu dan melihatnya tiap hari menjual jamunya. Karena hal tersebut, Ong King Hong bermaksut menjadikan bakul jamu tersebut menjadi Roro Mendut.

Roro Mendut terkenal sebagai perempuan yang cantik jelita, dan konon seksi pada masa Kerajaan Mataram. Roro Mendut memang banyak kemiripan dengan si bakul jamu tersebut. Karena kecantikan Roro Mendut itu, banyak lelaki yang tergila-gila. Roro Mendut merupakan putri yang lahir dari desa nelayan, konon bikin geger seluruh Kerajaan Mataram karena para pangeran, dan penggawa keraton merebutkannya. Mulai dari Adipati Pragola yang merupakan penguasa Kabupaten Pati sampai Tumenggung Wiraguna, panglima besar Sultan Agung dari Kerajaan Mataram.

Pada masa ini pun butuh sosok Roro Mendut tersebut. Sangat banyak orang mencari dan berebut kesaktian dari orang yang beraura Roro Mendut. Termasuk Ong King Hong, yang menurutnya bakul jamu sangat cocok dan dibutuhkan segera untuk menjadi Roro Mendut.

Keerotisan Roro Mendut sangat terpancarkan ketika dia berjualan rokok lintingan. Sadar akan kecantikannya, Roro Mendut memanfaatkan dengan menjual rokok yang pernah diisap dirinya sendiri. Mengetahui Roro Mendut yang menjadi bakul rokok seperti itu, tentunya mengundang para lelaki membeli dagangannya. Hampir seluruh lelaki dari berbagai jabatan dan pekerjaan di Kerajaan Mataram tergila-gila berebut mengisap rokok bekas isapan Roro Mendut. Semakin pendek batang rokok yang diisap Roro mendut, makin mahal harga rokok tersebut.

Hal ini dilakukan Roro Mendut guna membayar pajak yang begitu besar. Roro Mendut pun berhasil memanfaatkan kecantikannya untuk memenuhi kebutuhannya. Hal tersebut melambangkan Roro Mendut merupakan sosok pekerja keras dan mandiri, sehingga dia dapat membayar pajaknya tanpa bergantung kepada orang lain.

Dengan hal tersebut, bakul jamu sangat cocok untuk di-Roro-Mendut-kan. Kecantikan dan keerotisan bakul jamu sangat mirip dengan aura Roro Mendut. Hal tersebut bisa dimanfaatkan untuk kesejahteraan bakul jamunya sendiri dan untuk kesejahteraan orang-orang yang mencari kesaktian dari seseorang yang beraura Roro Mendut.

Maka, wajar saja Ong King Hong mengajak dan merayunya untuk dijadikan Roro Mendut. Ditambah dengan cara bakul jamu berjualan, yaitu mempersilakan setiap orang mengambil jamunya sendiri dan menghitung biayanya sendiri. Ketidaktegaan Ong King Hong semakin meningkat, hal itu membuatnya semakin yakin untuk menjadikan bakul jamu tersebut menjadi Roro Mendut.

Sabdo Palon dan Budak Angon sekejap langsung mengetahui siasat Ong King Hong untuk menjadikan bakul jamu menjadi Roro Mendut. Sebenarnya, mereka berdua berbeda pendapat soal titisan siapakah sebenarnya bakul jamu tersebut. Namun, kali ini mereka berdua sependapat bahwa Ong King Hong terlalu gegabah untuk menjadikannya Roro Mendut.

Bagaimanakah nasib si bakul jamu tersebut? Apakah Ong King Hong berhasil merayu dan membujuk agar bakul jamu mau jadi Roro Mendut? Atau mungkin Sabdo Palon dan Budak Angon berhasil mengarahkan bakul jamu untuk jadi pendamping Zazkia Gotik dan menjadi duta Pancasila.

Silakan temukan jawabannya dalam buku Sujiwo Tejo yang berjudul Sabdo Cinta Angon Kasih. Dengan cerita yang menarik dan juga banyak menyinggung tentang fenomena-fenomena yang terjadi beberapa tahun belakangan. Kamu bisa dapatkan bukunya di sini.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *