Dari The Naked Traveler 1 hingga The Naked Traveler 7, Mana yang Sudah Kamu Baca?

Perjalanan Trinity sebagai traveler telah diceritakan dalam bukunya The Naked Traveler 1hingga The Naked Traveler 7. Pada setiap serinya memiliki kisah yang berbeda. Ya, ada banyak kisah perjalanan dengan gaya bahasa ringan, santai, dan mudah dipahami. Dari mulai kegembiraan, kesedihan, kekecewaan, menyebalkan, hingga mendebarkan semuanya ada dalam buku ini. Kisah-kisah tersebut menjadi bumbu sedap dari pengalaman Trinity menjadi seorang backpaker dalam negeri dan luar negeri.

Tahun ini, Trinity akan mengeluarkan buku pamungkas seri “The Naked Traveler”, yaitu The Naked Traveler 8. Sembari menunggu buku terakhir ini diolah, kita flashback sedikit, yuk, ada kejadian seru apa di setiap perjalanan “The Naked Traveler” dari pertama hingga ketujuh. Berikut ulasannya!

The Naked Traveler 1

Buku berjudul The Naked Traveler 1 cetak kali pertama pada 2007. Buku ini tersusun dari 287 halaman full colour. Dalam seri pertamanya, Trinity banyak menceritakan kepingan pengalamannya ketika traveling. Tidak seperti novel perjalanan-perjalanan, Trinity hanya membagi penggalan cerita menarik dan juga lucu. Bahkan, ada subbab yang membahas pengalaman horor Trinity ketika ia berkunjung di salah satu pulau di Indonesia.

Buku ini terdiri atas 7 subbab dengan judul yang lucu dan menarik, seperti “Airport”, “Alat Transportasi”, “Life Sucks!”, “Tip”, “Sok Beranalisis”, “Adrenalins”, dan “Ups”. Kesemuanya memiliki angle cerita lucu dan bisa diambil pesannya.

The Naked Traveler 2

Kalau kita berpikir traveling selalu identik dengan senang-senangnya saja, di buku The Naked Traveler 2 kamu akan lebih tahu mengenai survive ketika traveling. Sama seperti buku sebelumnya, The Naked Traveler 2 juga terdiri atas subbab dengan judul “Gila-gilaan”, “Indonesiana”, “Traveling Membawa Nikmat”, “Apa Rasanya?”, “Sekolah di Filipina”, “Belajar dari Sini”, “Bandingkan”, dan “Narsis.Com”.

Pada subbab “Indonesiana”, ada bagian lucu ketika Trinity mengisahkan tentang cabai. Ada plesetan “Cabeee, deh” membuat pembaca menjadi ingin ikut merasakan nikmatnya memakan cabai. Pada subbab tersebut, Trinity juga menjelaskan bagaimana karakter orang Indonesia yang suka makanan pedas dan mayoritas kulinernya memiliki cita rasa pedas.

The Naked Traveler 3

Beranjak ke buku The Naked Traveler 3, pada seri ini Trinity tetap membagikan pengalaman traveling-nya dengan gaya bahasa santai dan ringan. Perjalanan Trinity dimulai ketika ia berkunjung ke Jepang, Korea, India, dan Tiongkok. Ada cerita menarik ketika ia berkunjung ke Tiongkok. Saking jengkelnya dengan kebiasaan orang Tiongkok yang jorok, Trinity tidak segan untuk mengkritik toilet yang sangat jorok.

Ia pun menceritakan budaya orang Jepang yang gemar mandi air panas bersama, tapi ogah untuk bercukur, hingga kesalnya melihat kemacetan di India. Ia menyadari bahwa kemacetan di India melebihi kemacetan di Jakarta.

Tak ketinggalan, Trinity juga pamer cerita saat berkunjung ke Korea dan bertemu dengan oppa-oppa keren di sana. Selama di Korea, ia menggambarkan Korea dengan Pulau Jeju atau menara Namsan. Ia pun menyadari bahwa perempuan Korea memang trendi dan cantik-cantik.

The Naked Traveler 4

Tidak berbeda dengan perjalanan di buku The Naked Traveler 1 sampai The Naked Traveler 3. Bedanya hanya ada cerita baru pada destinasi yang berbeda. Pada seri ini, Trinity menceritakan kisahnya saat mengunjungi safari ke Afrika bagian selatan, melakukan ziarah ke Israel, berkunjung ke Red Distric atau kawasan pelacuran di Singapura, hingga melihat patung Teracotta Army di Tiongkok.

Tak lupa ia juga menceritakan petualangan serunya saat mengunjungi Gili Tawangan di Lombok sampai melihat keindahan bawah laut Indonesia di Raja Ampat, Papua. Tidak hanya berbagi keindahan, sindiran Trinity terhadap turis-turis Indonesia juga ia ungkapkan di sini.

The Naked Traveler: 1 year Round-The-World Trip

Nah, beranjak ke “The Naked Traveler” edisi 5 dan 6 ini mengambil judul yang sedikit berbeda, yakni 1 year Round-The-World Trip. Ya, seperti judulnya, dalam buku ini menceritakan perjalanan Trinity selama 1 tahun mengelilingi dunia. Banyak cerita menarik ketika Trinity jalan-jalan keliling Amerika Latin pada 2013 lalu.

Dua bagian buku ini terbilang lebih padat dibandingkan seri sebelumnya. Pada part 1terdiri atas 243 halaman, sementara part 2 terdiri atas 258 halaman. Bukan cuma fisik bukunya yang padat, tapi juga segudang informasi yang ada di dalamnya. Trinity termasuk orang Indonesia yang anti mainstream karena tertarik untuk berkunjung ke negara Amerika Latin seperti Kolombia, Peru, Ekuador, Chili, Brasil, Argentina, Jamaica, Kuba, Guatemala, dll.

Rasakan sensasi roller coaster ketika kamu membaca kedua buku ini. Ada banyak cerita yang nano-nano dan tidak mudah ditebak ketika Trinity dan Yasmin berkunjung ke Amerika Latin selama 1 tahun.

The Naked Traveler 7

Pemungkasnya adalah The Naked Traveler 7 yang dirilis pada 2016. Sedikit berbeda dari seri sebelumnya, yaitu halaman yang lebih warna-warni dengan font yang lebih menarik.

Terdapat banyak gambar dan foto juga di dalamnya dengan kualitas yang ciamik. Menariknya lagi, ada cerita tambahan dari Yasmin yang naik haji sehingga ada sepenggal kisah ketika di Mekah. Tentunya, destinasi ini tidak mungkin dikunjungi oleh Trinity. Bagian-bagian dalam buku ini dibagi berdasarkan benua sehingga kamu lebih mudah dalam membacanya.

Jadi, siapa yang sudah punya koleksi bukunya dari The Naked Traveler 1 hingga The Naked Traveler 7? Kalau belum, buruan order di Bentang Pustaka sekarang juga!

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *