Sinopsis

Buku ini memuat penafsiran dan pemaknaan ajaran Islam yang mencermikan pesan cinta, kemanusiaan, dan perdamaian dengan tujuan membentuk pribadi muslim/ah yang damai dan bahagia. Oleh karena itu, semua yang bertentangan dengan ruh agama Islam yang penuh dengan cinta dan nilai kemanusiaan dan perdamaian yang mendamaikan dan membahagiakan itu dikritisi dan ditolak.

Kumpulan tulisan dalam buku ini bermaksud menghadirkan keberislaman yang damai dan bahagia itu dengan menampilkan penafsiran ayat-ayat dan hadis-hadis yang mencerahkan dan mencerdaskan. Dengan seperti itu diharapkan dapat memperbaiki diri terlebih dahulu agar menjadi pribadi yang baik, selanjutkan dijalankan dan diterapkan ajaran itu dalam tingkat keluarga. Setelah diri dan keluarga damai dan bahagia dengan cara keberislaman yang damai, terbuka, dan tepasalira tersebut, kita menyebarkan kedamaian dan kebahagiaan itu ke masyarakat.

Wa akhiran. Masing-masing kita diberi ilmu dan kejadian hidup yang tidak sama. Walaupun ilmu dan pengalaman hidup saya tidak seluas perjalanan Prof. Riza, setidaknya ada banyak kesamaan pandangan yang belum mampu saya utarakan, tetapi telah tertulis di buku ini.”

K.H. Ma’ruf Khozin,ulama Indonesia dan Direktur ASWAJA Centre Jawa Timur

“Melalui Bahkan Tuhan Pun Tak Tega Jika Kita Menderita ini, Aa Riza—panggilan akrab Ayang Utriza Yakin—membedah berbagai tema kehidupan bermasyarakat masa kini dengan perspektif Islam yang substantif-inklusif, yang membawa kebaikan. Di tengah tantangan berbagai pandangan keislaman, buku ini hadir tepat pada waktunya untuk membantu publik menyelami Islam sebagai ajaran yang shalih li kulli zaman wa makan (baik dan relevan bagi setiap zaman dan ruang).”

Alissa Wahidtokoh perempuan Indonesia, pejuang HAM, dan Ketua Jaringan Gusdurian

“Buku Bahkan Tuhan Pun Tak Tega Jika Kita Menderita karya Prof. Dr. Ayang Utriza Yakin ini mengingatkan kita pada hal sangat penting dalam berislam, yaitu berpegang teguh pada nilai  kemaslahatan yang menjiwai Al-Qur’an dan hadis.  Teks-teks tentang petunjuk praktis mesti dipahami secara kontekstual agar semangat kemaslahatan yang menjiwainya bisa dipertahankan dan agar tidak disalahgunakan sebagai pengabsah kemafsadatan. Buku ini penting karena memberi contoh langsung bagaimana ia menjawab teks-teks petunjuk praktis dengan semangat kemaslahatan bersama.”

Dr. Nur Rofiah, Bil, Uzm.,Dosen IAT Pascasarjana PTIQ Jakarta dan pendiri Ngaji KGI

Tentang Penulis

AYANG UTRIZA YAKIN terlahir di Jakarta pada 1 Juni 1978, anak kedua dari lima bersaudara, dari pasangan Hj. Utami Djuwariah binti Sudiadi (Serang-Banten & Jawa-Kebumen) dan K.H. Drs. Sjaiful Anwar Yakin bin Muḥammad Yakin (Melayu-Pekanbaru & Minang-Payakumbuh) dan tumbuh besar di kampung Cibening, Bekasi.

Jurusan Perbandingan Mazhab dan Hukum Fakultas Syariah IAIN Jakarta (sekarang UIN Jakarta). S-2 Hukum Islam di Fakultas Syariah Universitas Al-Azhar, Kairo. S-2 dalam bidang Sejarah di Ecole des Hautes Etudes en Sciences Sociales (EHESS) Paris, Prancis, belajar di bawah bimbingan Prof. Dr. Claude Guillot. S-3 dalam bidang Sejarah dan Filologi di Ecole des Hautes

Etudes en Sciences Sociales (EHESS) Paris, Prancis. Riza juga menjadi fellow di berbagai kampus ternama seperti Oxford dan Harvard.

© Copyright - PT. Bentang Pustaka, Yogyakarta