Entries by Pamungkas

Introspeksi Diri: Sudahkah Dirimu Berkaca pada Langkahmu Sendiri?

Introspeksi diri bagi beberapa orang menjadi sebuah kelalaian yang sering terjadi. Bercakap dengan lantang, namun enggan untuk membuka diri demi kesiapan yang matang. Benar, kesiapan diri ketika akan menginjak proses pendewasaan. Cukup rumit, bisa dijabarkan? Sebuah proses introspeksi diri itu berkaitan juga dengan proses menghargai diri sendiri dan hal-hal yang ada di sekitar kita. Bagaimana […]

Survei Membuang Barang: Laki-Laki dan Perempuan Kesulitan Membuang Barang Berikut Ini!

Survei membuang barang sudah dilakukan langsung oleh penulis bukunya sendiri, Nagisa Tatsumi. Tak heran jika buku yang bertajuk Suteru! Gijutsu sudah terjual berjuta-juta eksemplar, karena memang saat penulisan buku juga dilakukan survei terhadap beberapa responden, baik laki-laki maupun perempuan. Nagisa Tatsumi pernah menyelenggarakan survei “tidak bisa membuang”–penyelidikan informal tentang barang-barang dalam kehidupan sehari-hari yang berkaitan […]

Menimbun Barang Hanya Akan Mendapat Konflik dengan Orang Sekitar

Menimbun barang atau menyingkirkannya? Apa yang akan kamu lakukan ketika dihadapkan dua pilihan tersebut? Ya, tentu kita masih sangat meraba-raba, akankah barang-barang kita yang dijadikan sebuah tudingan tersebut akan masih digunakan atau berakhir menjadi pajangan belaka? Boleh jadi, reaksi kita pertama yaitu akan menatap seseorang yang memberikan pertanyaan tersebut, lalu dalam batin kita terdalam menjawab […]

Hidup Damai? Buang Barang-Barang Berikut Ini Setelah Dibuka!

Hidup damai? Siapa yang tak mendambakannya. Banyak orang bekerja keras mengeluarkan kemampuan terbesarnya agar kehidupan yang dijalani terasa mudah, tak begitu banyak hambatan, dan selalu diberikan kelancaran. Namun, tak banyak orang pula yang menyadari bentuk kehidupan yang bahagia dimulai dari peka terhadap lingkungan sekitar seperti rumus “buka dan buang.” Loh, apa maksudnya? Ada beberapa barang […]

Nagisa Tatsumi: Seni Membuang Barang dan Seni Menjalani Kehidupan

Nagisa Tatsumi membeberkan semua seni membuang barang dan seni menjalani kehidupan dalam buku terbarunya, Suteru! Gijutsu. Setelah kita mengetahui apa itu Suteru! Gijutsu, sekarang saatnya kita membahas salah satu isian yang ada di dalam buku terkait seni dalam menyikapi barang-barang yang kita miliki. Pernah berpikir tidak, jika kita mengoleksi barang-barang dan menimbunnya dengan ketidakjelasan alasan, […]

Membuang Barang: Mengenal Lebih Dekat dengan Suteru! Gijutsu

Membuang barang atau menyimpannya? Hmm, sebuah pilihan dilematis bagi kita semua yang ayal membuat kita kebingungan ketika disandingkan dengan dua pilihan tersebut. Lalu, kalau sudah kebingungan, mau dikemanakan barang-barang kita yang banyak itu? Ternyata, banyak dari kita yang tak mengetahui rumus membuang barang, loh. Yap, benar! Membuang barang ada seninya juga. Seni membuang barang ini […]

Hidup Bahagia, Terapkan Prinsip dari Membuang Barang Berikut Ini!

Hidup bahagia? Siapa yang tak mendambakannya. Banyak orang bekerja keras mengeluarkan kemampuan terbesarnya agar kehidupan yang dijalani terasa mudah, tak begitu banyak hambatan, dan selalu diberikan kelancaran. Namun, tak banyak orang pula yang menyadari bentuk kehidupan yang bahagia dimulai dari peka terhadap lingkungan sekitar. Salah satunya adalah dengan membuang barang. Loh, maksudnya? Mayoritas dari kita […]

Memaknai Hidup dengan Memberikan 3 Caption untuk Hidupmu!

Memaknai hidup itu sebenarnya hal yang sering menjadi kebingungan kita semua. Kita sering menemui kesusahan dalam permasalahan, namun di sisi yang sama juga susah menemui solusinya. Ternyata, ada sesuatu yang belum kita canangkan dalam kehidupan. Caption. Kok bisa? Siapa yang tak mengenal media sosial? Semua lapisan sudah mengenalnya. Berbagai media seperti Instagram, Facebook, Twitter, YouTube, […]

Muhasabah Jamaah Maiyah Selama Pandemi

Muhasabah Jamaah Maiyah: Tawakal dan Waspada Muhasabah Jamaah Maiyah pernah disinggung Cak Nun dalam buku Lockdown 309 Tahun. Cak Nun menceritakan seluk-beluk virus yang telah membumi ini bersamaan dengan jamaah Maiyah yang dapat membentengi diri. Berbekal jiwa, pola berpikir dan sikap mental tawakal, Jamaah Maiyah berperilaku sebagaimana biasanya. Mereka pergi ke mana pun sesuai dengan […]