What I Talk About When I Talk About Running: Buku Haruki Murakami tentang Lari dan Kehidupan - Bentang Pustaka

What I Talk About When I Talk About Running: Buku Haruki Murakami tentang Lari dan Kehidupan

Apa yang sebenarnya dicari seseorang ketika memutuskan untuk berlari? Bagi sebagian orang, jawabannya mungkin sesederhana menjaga kesehatan, meningkatkan stamina, atau mencapai target jarak tertentu. Namun, bagi penulis Jepang Haruki Murakami, lari juga menjadi bagian penting dari perjalanan hidup dan proses kreatifnya.

Pemikiran tersebut dituliskan oleh Murakami dalam buku What I Talk About When I Talk About Running, sebuah memoar yang membahas pengalaman Murakami sebagai pelari jarak jauh sekaligus penulis. Melalui pengalaman pribadinya, ia mengajak pembaca melihat lari bukan sekadar aktivitas fisik, melainkan juga ruang untuk memahami diri sendiri, membangun kedisiplinan, dan merenungkan berbagai hal dalam kehidupan.

Menariknya, buku ini tidak hanya relevan bagi orang yang gemar berolahraga. Pembaca yang tertarik pada proses kreatif seperti menulis dan cara seseorang menghadapi tantangan hidup, juga bisa menemukan banyak hal untuk direnungkan dari buku ini.

Siapa Haruki Murakami?

Haruki Murakami adalah penulis asal Jepang yang lahir di Kyoto pada 1949. Namanya dikenal luas melalui karya-karya fiksi yang telah diterjemahkan ke dalam lebih dari 50 bahasa. Beberapa bukunya yang populer di berbagai negara antara lain Norwegian Wood, Kafka on the Shore, dan 1Q84.

Sebelum dikenal sebagai novelis, Murakami pernah mengelola sebuah bar jazz bersama istrinya di Tokyo. Ia mulai menulis novel ketika menjalankan usaha tersebut. Novel pertamanya, Hear the Wind Sing, terbit pada 1979 dan memperoleh Gunzo Prize for New Writers.

Selain menulis novel dan kumpulan cerita pendek, Murakami juga menghasilkan sejumlah karya nonfiksi. What I Talk About When I Talk About Running merupakan salah satunya. 

Berbeda dari novel-novelnya yang menghadirkan cerita fiksi, buku ini memberikan gambaran yang lebih dekat tentang pengalaman, kebiasaan, dan pemikiran pribadi Murakami.

Melalui memoar tersebut, pembaca bisa mengenal sisi lain sang penulis. Bukan hanya Murakami sebagai pencipta dunia-dunia fiksi, melainkan juga seseorang yang menjalani rutinitas, menghadapi kelelahan, dan berusaha mempertahankan komitmen terhadap pekerjaan yang dipilihnya.

Mengenal Buku What I Talk About When I Talk About Running

Diterbitkan pertama kali di Jepang pada 2007, What I Talk About When I Talk About Running merupakan memoar yang merangkum pemikiran dan pengalaman Haruki Murakami tentang lari. Buku ini ditulis ketika Murakami menjalani berbagai perlombaan lari jarak jauh, termasuk maraton.

Dalam memoar ini, Murakami menceritakan bagaimana lari menjadi bagian dari rutinitas hidupnya dan memengaruhi cara ia menjalani kehidupan sebagai penulis. Ia juga membagikan refleksi tentang latihan, ketekunan, rasa lelah, dan proses menghadapi keterbatasan diri.

Alih-alih menawarkan panduan teknis untuk menjadi pelari yang lebih cepat atau lebih hebat, buku ini lebih banyak mengajak pembaca memahami makna di balik aktivitas tersebut. Pengalaman berlari menjadi titik berangkat bagi Murakami untuk membicarakan hal-hal yang lebih luas, mulai dari kedisiplinan hingga bagaimana seseorang menghadapi kesulitan dan terus menjalani prosesnya.

Dengan gaya penceritaan yang personal, membaca buku ini terasa seperti mengikuti percakapan dan isi pikiran Murakami tentang sesuatu yang dekat dengan kesehariannya. Pembaca tidak hanya diajak mengenal kebiasaan sang penulis, tetapi juga melihat bagaimana sebuah aktivitas sederhana seperti berlari dapat membentuk cara seseorang memandang hidup.

Lari, Menulis, dan Pentingnya Konsistensi

Salah satu hal menarik dalam What I Talk About When I Talk About Running adalah hubungan antara lari dan menulis. Bagi Murakami, keduanya merupakan aktivitas yang membutuhkan ketekunan dan kemampuan untuk mempertahankan rutinitas.

Menulis novel tidak selalu berarti menunggu inspirasi datang. Demikian pula, berlari tidak selalu tentang semangat atau motivasi yang sedang tinggi. Keduanya membutuhkan kesediaan untuk terus berlatih, bahkan ketika prosesnya terasa melelahkan atau hasilnya belum terlihat.

Melalui pengalamannya, Murakami memperlihatkan bahwa konsistensi tidak terbentuk hanya dari keputusan besar. Konsistensi justru dibangun melalui tindakan-tindakan kecil yang dilakukan berulang kali. Dalam berlari, seseorang perlu menempuh jarak demi jarak. Dalam menulis, seseorang perlu kembali ke halaman demi halaman.

Gagasan ini membuat buku tersebut menarik untuk dibaca oleh siapa saja yang sedang menekuni sesuatu, baik menulis, bekerja, belajar, maupun mengembangkan keterampilan tertentu. Bahwa tidak semua proses harus menghasilkan pencapaian yang langsung terlihat. Ada kalanya, hal yang terpenting adalah kemampuan untuk terus menjalaninya.

Refleksi tentang Rasa Sakit, Keterbatasan, dan Kehidupan

Lari jarak jauh bukan aktivitas yang selalu menyenangkan. Akan ada rasa lelah, kebosanan, dan ketidaknyamanan fisik yang harus dihadapi. Dalam memoarnya, Murakami menggunakan pengalaman tersebut untuk merenungkan hubungannya dengan penderitaan, keterbatasan, dan ketahanan diri.

Namun, buku ini tidak menawarkan gagasan bahwa seseorang harus selalu memaksakan diri atau menganggap penderitaan sebagai sesuatu yang wajib dicari. Sebaliknya, pengalaman Murakami memberikan ruang bagi pembaca untuk memikirkan bagaimana mereka menghadapi kesulitan dan memahami batas kemampuan masing-masing.

Lari juga dapat menjadi kesempatan untuk menjauh sejenak dari kebisingan sehari-hari. Ketika seseorang berlari, perhatian bisa beralih dari berbagai tuntutan di luar dirinya menuju napas, langkah, dan apa yang sedang dirasakan. Bagi Murakami, aktivitas ini merupakan salah satu cara untuk menenangkan pikiran dan mengelola berbagai pengalaman hidup.

Karena itu, What I Talk About When I Talk About Running tidak harus dibaca sebagai buku tentang olahraga semata. Ia juga dapat menjadi bahan refleksi bagi pembaca yang sedang mencari cara untuk memahami proses yang mereka jalani, termasuk ketika proses tersebut terasa lambat, monoton, atau penuh tantangan.

Siapa yang Cocok Membaca Buku Ini?

What I Talk About When I Talk About Running bisa menjadi pilihan bagi pembaca yang menyukai memoar, terutama yang mengangkat pengalaman personal dan refleksi tentang kehidupan sehari-hari.

Buku ini juga menarik bagi penggemar Haruki Murakami yang ingin mengenal sisi lain dari penulis favorit mereka. Jika selama ini pembaca mengenalnya melalui novel-novel seperti Norwegian Wood atau Kafka on the Shore, memoar ini menawarkan kesempatan untuk melihat sebagian pengalaman dan kebiasaan yang membentuk kehidupan seorang Haruki Murakami di luar dunia fiksi.

Selain itu, buku ini dapat dinikmati oleh orang-orang yang sedang menekuni suatu bidang dan berusaha membangun konsistensi. Pelari, penulis, pekerja kreatif, maupun siapa saja yang tengah menjalani proses panjang, bisa menemukan perspektif menarik dari pengalaman Murakami.

What I Talk About When I Talk About Running mengingatkan bahwa sebuah aktivitas tidak selalu berhenti pada tujuan awalnya. Lari mungkin dimulai sebagai olahraga, tetapi dalam perjalanan Murakami, aktivitas tersebut berkembang menjadi bagian dari cara ia bekerja, berpikir, dan memahami kehidupannya sendiri.

Bagi pembaca yang ingin mengenal Haruki Murakami dari sudut pandang yang lebih personal, buku ini layak dipertimbangkan. 

Tidak harus menjadi pelari untuk menikmati ceritanya karena refleksi yang ditawarkan Murakami melampaui lintasan lari dan berbicara tentang sesuatu yang akrab bagi banyak orang yaitu bagaimana terus menjalani proses, selangkah demi selangkah.

What I Talk About When I Talk About Running Tersedia dalam Bahasa Indonesia

Kabar baik bagi pembaca Indonesia, What I Talk About When I Talk About Running telah tersedia dalam terjemahan bahasa Indonesia yang diterbitkan oleh Bentang Pustaka dengan judul yang sama. 

Kehadiran terjemahan ini membuat pemikiran Murakami tentang lari, kedisiplinan, dan proses kreatif lebih mudah diakses oleh pembaca yang ingin mengenal karya nonfiksinya. 

Untuk informasi edisi dan ketersediaan buku, pembaca dapat mengunjungi laman resmi Bentang Pustaka.

Ikuti seluruh media sosial Bentang untuk mendapatkan informasi terbaru mengenai buku ini dan buku-buku terbaik lainnya.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© Copyright - PT. Bentang Pustaka, Yogyakarta