Apakah keadilan sosial harus dibayar dengan hilangnya sisi kemanusiaan?
Di saat dunia terjepit di antara kapitalisme yang rakus dan komunisme yang kaku, Ali Syari’ati hadir dengan suara ketiga yang menggema. Lewat Kritisisme Islam di Tengah Arus Pergulatan Pemikiran Modern, sang ideolog revolusi ini meruntuhkan sekat-sekat materialisme dan membangun kembali jembatan menuju pembebasan yang sejati.
Sebuah bacaan wajib bagi mereka yang meyakini bahwa perlawanan terhadap penindasan harus berakar pada keimanan yang membebaskan, bukan sekadar kalkulasi ekonomi.






