Dunia startup yang dinamis dan penuh tantangan, seringkali membuat para entrepreneur kesulitan membangun sistem yang efektif dalam mengembangkan produknya. Teori-teori manajemen tradisional yang sudah pakem tak sanggup benar-benar dijadikan patokan dalam membangun bisnis startup. Di buku ini, Eric Ries, seorang pionir gerakan startup, mengenalkan “learn startup”; sebuah gerakan membangun startup dengan efektif, inovatif, dan berkelanjutan.

Lean Startup, jelas Eric, meminjam namanya dari revolusi lean manufacturing (produksi ramping) yang digagas oleh Taiichi Ohno dan Shigeo di Toyota. Kaidahnya adalah, pemanfaatan pengetahuan dan kreativitas individu karyawan, mengecilkan ukuran batch, produksi tepat waktu, dan kontrol inventaris, serta percepatan siklus. Produksi ramping memberi gambaran perbedaan antara aktivitas yang menciptakan nilai tambah dan aktivitas yang percuma, sekaligus menunjukkan cara untuk menanamkan kualitas ke suatu produk dari dalam ke luar (hlm. 7).

Eric memberi pemahaman mendasar tentang startup, wirausahawan, hingga entrepreneur. Ia menekankan, startup lebih dari sekadar produk, terobosan teknologi, atau bahkan ide brilian. “Startup lebih dari sekadar komponen-komponen pembentuknya, startup adalah ikhtiar manusiawi,” tegasnya. Produk atau jasa yang dihasikan startup adalah berupa inovasi baru. Namun, startup memahami kata inovasi secara luas dan menggunakan banyak jenis inovasi.

 Selanjutnya, penulis menekankan bahwa startup dirancang untuk menghadapi ketidakpastian ekstrem. Oleh karena itu, alat bantu dan tolok ukur yang diturunkan dari teori manajemen umum tidak cocok dipergunakan di tengah-tengah iklim ganas sarat ketidakpastian yang merupakan habitat bagi startup. Namun, sebagian besar startup, baik di garasi maupun di perusahaan besar mapan, masih dikelola berdasarkan proyeksi standar, target rigid, dan rencana bisnis yang terlalu mendetal. Inilah persoalan yang akan dijawab oleh gerakan "lean startup" (hlm 21-22).

Guna memberi gambaran bagaimana sebuah startup menghasilkan produk inovasi yang baik, dikisahkan bagaimana SnapTax, sebuah startup yang pada tahun 2009 mengejawantahkan sebuah ide nekat. Startup ini bercita-cita mengotomatiskan proses memindai informasi dari formulir pajak W-2, sebuah risalah akhir tahun dari pemberi kerja untuk karyawan yang berisi perincian penghasilan kena pajak sepanjang setahun, di Amerika Serikat (AS). Setelah melalui berbagai proses, muncullah SnapTax, sebuah teknogi anyar yang menhasilkan Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) secara ajab. Alih-alih mengisi formulir yang ruwet, wajib pajak tinggal memfoto formulir W-2 dengan kamera ponsel.

Pada 2011, SnapTax diluncurkan secara nasional dan tumbuh menjadi startup yang sukses. Tiga pekan setelah peluncuran, SnapTax telah diunduh lebih dari 350.000 kali. “Inovasi semacam inilah yang lazimnya ditelurkan oleh startup anyar,” tulis Eric (hlm 23). SnapTax memang bukan startup biasa. Ia dikembangkan oleh Intuit, sebauh perusahaan terbesar penyedia perangkat keuangan, perpajakan, dan akuntansi bagi konsumen individu dan usaha kecil di Amerika Serikat. Perusahaan ini digawangi 7.700 karyawan lebih dan meraup pemasukan senilai miliaran dolar setiap tahun.

Namun, apa rahasia di balik kisah sukses SnapTax? Mereka tak merekrut entrepreneur ulung dari luar perusahaan. Pun, tak ada pula campur tangan dari pihak manajemen senior. Eric menjelaskan, eksekutif perusahaan SnapTax malahan membebaskan mereka untuk bereksperimen sesuai kebutuhan. Yang lebih mengejutkan, mereka tidak memiliki tim besar, anggota melimpah, dan dana pemasaran yang besar. Anggota tim mereka awalnya hanya lima. “SnapTax sukses berinovasi bukan karena bakat bawaan, kebetulan, melainkan berkat fasilitas dari manajemen senior Intuit,” jelas Eric (hlm 25).

Eric menegaskan, inovasi adalah proses dari bawah ke atas yang terdesentralisasi dan tidak terprediksi, namun bukan berarti bahwa inovasi tidak dapat dikelola. Nah, untuk mengelola inovasi, diperlukan manajemen gaya baru. Manajemen gaya baru inilah yang kemudian ia ejawantahkan dalam “lean startup”, sebagaimana diuraikan lengkap dalam buku ini. Membacanya, kita akan dikenalkan banyak hal; mulai sejarah “lean startup” hingga bagaimana tahap-tahapnya mulai dari menentukan visi, “arahkan”, hingga akselerasi. Selamat membaca!  

 

Deskripsi Produk

Judul               : The Lean Startup

Penulis             : Eric Ries

Penerbit           : Bentang Pustaka
Cetakan           : 1, Juli 2018
Tebal               : 408 halaman
ISBN               : 978-602-291-498-3

 

*Resensi ini telah dimuat di Kabar Madura, 5 Oktober 2018

 

sumber gambar: https://pixabay.com/en/business-plan-business-planning-2061634/