Malam itu ketika saya menjemput putri saya dari sekolah, dia sedang sedikit tidak mood. Saya tidak memikirkan apa pun tentang itu. Kami pulang ke rumah dan melakukan rutinitas malam kami dan kemudian, ketika hampir menjelang tidur, saya mendengar dia sangat kesal dengan adik laki-lakinya karena dia telah mewarnai gambar yang dia buat. Saya mencoba menghiburnya dan mengatakan kepadanya bahwa dia tidak tahu dan menyesal, tetapi dia marah dan membenamkan wajahnya di sofa. Ini perilaku yang sangat aneh untuknya. Saya pergi untuk menidurkan adiknya ke tempat tidur ketika saya mendengar dia mulai terisak-isak. Saya pergi ke ruang tamu, tetapi dia tidak mau berbicara dengan saya. Di antara isakannya, dia mengatakan bahwa tidak akan pernah ada gambar lain seperti itu dan adiknya telah merusaknya! Saya benar-benar ingin mengatakan kepadanya bahwa dia konyol, tetapi saya tahu itu bukan "The Danish Way". Saya benar-benar tidak tahu apa yang harus saya lakukan atau saya katakan, jadi saya mengelus lengannya dan memutuskan untuk kembali menidurkan adiknya. Di sana, saya berpikir tentang beberapa aturan reframing:

1. Jangan memaksa anak untuk memberi tahu apa yang salah ketika mereka kesal. (Ini lebih merupakan kebutuhan orang dewasa daripada kebutuhan anak). Ketika anak-anak marah, mereka seperti berada di sungai, dan yang harus kita lakukan adalah menariknya terlebih dahulu ke hulu. Pada saat itu, mereka tidak bisa berbicara karena kesal. Hal yang harus kita lakukan terlebih dahulu adalah membantu mengeluarkan mereka dari sungai.

2. Beri mereka pelukan atau cobalah berbicara tentang hal lain. Tidak apa-apa menjadi marah. Karena ketika mereka lebih tenang, kita dapat menjangkau mereka secara lebih objektif.

3. Tarik dari sudut positif sebuah cerita dan bangunlah. Ketika mereka sudah lebih tenang, kita dapat membantu mereka fokus pada aspek yang positif dari sebuah cerita. Orang dewasa harus membantu anak berfokus pada apa yang bisa mereka lakukan.

Saya kembali ke ruang tamu dan memeluknya erat-erat. Dia mencoba untuk melepaskan, tetapi saya juga bisa merasakan bahwa dia menyukainya. Saya kemudian menariknya ke pangkuan saya dengan bercanda seperti dia masih bayi dan mengayunkannya, lalu menciumnya. Saya bisa melihat dia lebih tenang. Saya berkata, “Kamu tahu? Ibu punya ide! Kita bisa mengulang gambarnya! Dia berkata, “Tidak, aku tidak bisa, gambarnya tidak akan sama!” Saya berkata, “Ya! Kita dapat mengulangnya berkali-kali dan kamu tahu apa yang hebat dari itu? Semakin banyak kamu mengulangi gambarnya, semakin baik kamu akan menggambarnya! Kamu baru saja memberi tahu Ibu bagaimana anak-anak di sekolah mengatakan bahwa kamu adalah seniman yang baik, kan?” Dia mengangkat bahu. Saya kemudian bangun dan menunjukkankepadanya stopmap pink baru yang dapat digunakan untuk menyimpan gambarnya dan menegaskan kembali bahwa semakin ia mengulang gambarnya, gambarnya akan menjadi lebih baik dan lebih baik (berfokus pada usaha yang dapat dilakukan daripada yang tidak bisa ia lakukan). Dia tampaknya tidak yakin tetapi saya tahu, ia pergi tidur dalam suasana hati yang agak baik. Keesokan harinya ketika pulang dari sekolah, dia masuk ke kamar tidurnya dan jadi bersemangat untuk mengulang gambar! Tanpa sepatah kata pun kepada saya, dia menggalinya dari tempat sampah di mana dia meremas gambar lamanya dan mengulangnya 5 kali berturut-turut. Dia kemudian bertanya kepadaku di mana stopmap spesialnya dan meletakkan gambar di dalamnya, bahkan mengambil satu untuk mewarnai sendiri (seperti yang dilakukan adiknya). Kemudian, dia menggambar seorang putri tanpa menjiplaknya dan saya bisa melihat dia sangat bangga pada dirinya sendiri.

Saya benar-benar takjub. Itu benar-benar berhasil!

Simak kisah – kisah menarik selanjutnya disini

---- ---- ----

Kisah di atas merupakan salah satu pengalaman yang ditulis secara langsung oleh penulis buku The Danish Way of Parenting. Bentang Pustaka telah mendapatkan rights untuk menuliskannya ulang dan mempublish dalam laman resmi kami demi tujuan mulia – melahirkan anak yang bahagia, keluarga yang bahagia, dan negara yang bahagia.

Artikel asli dapat dilihat di link berikut :

http://thedanishway.com/3-things-you-can-do-when-you-think-your-child-is-upset-about-something-silly/

 

 

 

- - - - - 

Dapatkan koleksi buku ini dalam Festival Buku Bentang dengan diskon 25% hanya di mizanstore.com

Promo berlaku dari 10 – 12 Oktober 2018 mulai pukul 10:10 WIB

 

Diskon juga berlaku untuk seluruh koleksi buku bentang loh!