Anak muda masih suka baca buku?

Masih, dong!

Sebuah buku yang diminati pembaca muda zaman sekarang, nggak lagi didominasi oleh teks yang panjang dan tebal, bahkan sebagian besar terdiri atas kumpulan gambar dan foto, dengan teks yang ringan, yang bisa habis dilahap dalam “sekali duduk”. Banyaknya buku tipe ini yang nangkring di rak best seller cocok dengan kebiasaan kita yang lebih sering menghabiskan waktu menonton video dan membaca artikel singkat di media sosial.

Jadi, apakah membuat buku seperti itu akan jadi hal yang mudah?

Oh, tentu tidak.

Akan tetapi, bagi kamu yang kurang bisa menulis berpanjang-panjang, ini adalah kesempatan emasmu. Dan, kalau kamu masih menganggap bahwa menerbitkan sebuah buku masih menjadi impianmu, boleh simak dua jenis buku yang saat ini menjadi salah satu fokus penerbit. Terutama bagi kamu yang remaja atau ingin menyasar segmen pembaca milenials.

  1. Illustrated Book

Buku berilustrasi pada dasarnya memang identik dengan segmen pembaca anak, diciptakan oleh penulis yang memiliki selera visual yang apik. Namun, dalam 4 tahun belakangan, tipe buku ini memang semakin digemari, terutama oleh remaja di Indonesia. Memadukan gambar dengan teks yang menjadi ide utama, buku-buku dengan jenis ini serasa menjadi teman pembaca menghadapi berbagai situasi. Inspirasi untuk tema buku ini bisa sangat lebar, mulai dari gaya hidup, pencarian jati diri, memasak, hingga cara menghadapi patah hati.

Dalam proses menulis, tipe buku lebih baik ditulis oleh seorang penulis yang juga merupakan seorang ilustrator. Tenang ... kalaupun tidak bisa menggambar atau membuat ilustrasi sama sekali, setidaknya kamu memiliki bakat membuat konsep dan merangkai susunan buku yang baik. Tidak menutup kemungkinan kalau kamu juga bisa berkolaborasi dengan ilustrator (jika kamu lebih jago menulis teks dan bikin konsep) atau dengan penulis dan editor (jika kamu seorang ilustrator dengan kemampuan menulis terbatas).

Jika saat ini kamu sedang dalam proses menulis, atau ingin tahu lebih banyak tentang buku-buku apa saja yang kami terbitkan, silakan menengok Happiness is Homemade (Puty Puar),  69 Cara Traveling Gratis (Trinity & Yasmin), dan Am I There Yet? (Mari Andrew)

  1. Aesthetic Photo Book

Buku berisi kutipan dan esai romantis, banyak terinspirasi dari layout majalah dengan estetis dan indie seperti Kinfolk, Cereal, dan Serial Rookie Yearbook. Buku dengan tipe ini berisi foto-foto yang tak hanya mendukung pesan dari teks, kadang foto-foto tersebut justru menjadi kekuatan utama buku. Inspirasi tema yang bisa dikembangkan dari buku tipe ini juga sama luasnya, dari pengamatan akan perilaku milenials, hingga curahan hati yang dikemas dengan teks puitis. Kadang penulis juga bisa mencoba mengangkat hal yang beda dan seru, meskipun sebenarnya tema yang diangkat sedang tidak diminati oleh publik. Menantang, bukan?

Buku tipe ini cenderung tidak membutuhkan banyak campur tangan dari pihak penerbit, terutama karena materi foto sudah disiapkan sedari awal sudah harus lengkap dan mendekati sempurna. Selanjutnya, bersama-sama dengan penerbit, penulis akan menyempurnakan tulisan, menentukan penataan halaman, dan jenis spek cetak, supaya sesuai dengan sasaran pembaca yang dituju.

Judul buku yang mirip dengan tipe buku ini dan sudah diterbitkan oleh Bentang, misalnya Dear Tomorrow (Maudy Ayunda).

Penulis yang baik tidak segan menyesuaikan diri dan mengakomodasi pembacanya. Kalau sekarang, minat baca anak muda di Indonesia masih tergolong rendah, tetapi gelombang buku-buku best seller dengan format yang seru seperti paparan sebelumnya masih menjanjikan harapan.

Tertarik mencoba?

 

Baiq Nadia Yunarthi, editor nonfiksi dewasa-muda Bentang Pustaka

Referensi: Sacks, Sam (23  Februari  2013). “Bring Back the Illustrated Book!” https://www.newyorker.com