"Apa itu jodoh? Barangkali imajinasimu tentang jodoh dan belahan jiwa begitu sederhana: di tepi pantai, kau mengandalkan ada orang di seberang sana, yang tengah menunggumu untuk berlayar. Namun di saat yang sama, terkadang kau justru meragu sehingga sering kali hanya bisa menunggu, mendambakan orang yang kau nantikan itu akan lebih dulu merakit sampannya, mengayun dayungnya, dan mengarahkan kompasnya untuk menjemputmu."

-Jodoh-

Bagaimana, sih, pandangan jodoh dalam Islam? Berbicara mengenai jodoh banyak orang yang bertanya apakah jodoh yang ada adalah sosok yang telah digariskan. Namun, jika memang demikian mengapa kiranya Rasulullah memberikan umatnya pilihan dalam memilih jodoh yang diinginkannya? Jika memang demikian, akan lebih baik apabila proses pemilihan calon itu dilakukan dengan lebih hati-hati. Merujuk pada hal tersebut, tidak heran jika kemudian banyak sekali manusia utamanya anak muda yang merasa khawatir dengan jodoh yang mungkin akan dimilikinya. Bahkan, dalam beberapa kasus banyak pula di antaranya yang menggunakan jalan alternatif yang dikenal sebagai godaan setan dengan mengikuti nafsu untuk berpacaran dan justru menyatakan hal tersebut sebagai bentuk ikhtiar untuk melihat seberapa baik orang yang akan dijadikan pasangan. Hal tersebut tentunya jalan yang salah dan tidak boleh dilakukan dalam Islam.

Sementara itu, ada pula di antaranya yang menghindari hal tersebut. Namun, hanya sedikit di antara mereka yang berupaya untuk melakukan ikhtiar yang sesungguhnya sehingga semakin bertambah usia mereka justru tidak kunjung mendapatkan jodoh yang diimpikannya. Lantas mengapa hal tersebut bisa terjadi? Apakah jodoh dalam Islam itu sendiri berkaitan dengan takdir atau bentuk pilihan?

Seperti yang telah dijelaskan dalam Al-Quran surah An-Nur ayat 26 yang menyatakan bahwa setiap orang akan diberikan pasangan yang sesuai dengan dirinya masing-masing. Dengan kata lain, mereka yang dikenal sebagai orang baik tentunya akan mendapatkan jodoh terbaik pula dan begitu pun sebaliknya. Dari penjelasan tersebut tentunya tidak akan sulit buat kamu untuk melihat serta memahami bagaimana pandangan jodoh dalam Islam itu sendiri. Artinya, jodoh tersebut telah tertulis di Lauh Mahfuz, jauh sebelum kita selaku umat manusia diciptakan untuk terlahir ke dunia dan ditakdirkan dengan sosok jodoh yang akan mendampingi perjalanan hidup di dunia itu sendiri.

Meskipun telah tertulis, bukan berarti bahwa kamu tidak bisa menentukan pilihan, karena apa yang tertulis di Lauh Mahfuz memiliki beragam pilihan jalan berbeda, dan tentunya hal tersebut berkaitan dengan hasil dari sikap serta akhlak yang kita lakukan di kehidupan dunia ini. Seperti halnya mengenai rezeki. Rezeki tersebut berasal dari bentuk usaha, kemudian ikhtiar serta doa-doa yang telah diungkapkan dan dipanjatkan kepada Sang Maha Pencipta, Allah Swt.

Jadi, apakah kamu masih bingung mengenai jodoh dalam Islam tersebut? Atau mungkin Sahabat Bentang ingin berkenalan dengan kisah tentang jodoh ala Sena dan Keara? Yuk temukan kisah unik mereka di novel Jodoh! Selamat membaca!