Ada yang belum kenal dengan Profesor Rhenald Kasali, akademisi sekaligus praktisi bisnis terkemuka Indonesia?

Ya, beliau adalah seorang guru besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, sekaligus seorang dosen terbang di Universitas Udayana, Universitas Tanjung Pura, Universitas Sam Ratulangi, dan Universitas Lampung. Tak hanya seorang akademisi, Rhenald Kasali juga membangun Yayasan Rumah Perubahan, yang secara khusus mendedikasikan diri untuk menjadikan Indonesia lebih baik melalui misi perubahan. Beliau juga adalah salah seorang bedah bisnis, khususnya di bidang iklan dan pemasaran.

Barangkali kalau kita lihat sosok Rhenald Kasali sekarang, kita akan membayangkan sosoknya adalah seorang yang berotak cemerlang dan pasti mudah saja baginya untuk sukses. Kita percaya bahwa beliau pasti bisa melalui tahapan-tahapan pendidikan yang dijalaninya dengan lancar hingga seperti sekarang.

Padahal, faktanya, sang guru besar yang terkenal ramah ini ternyata punya perjuangan yang mungkin sama saja dengan kita semua.

 

Rhenald Kasali Pernah Gagal

Saat Rhenald Kasali duduk di bangku sekolah dasar, beliau ternyata pernah tidak naik kelas, tepatnya saat beliau berada di kelas 5. Pelajaran yang telah sukses membuatnya mencicipi kegagalannya yang pertama itu adalah bahasa Indonesia.

Akan tetapi, Rhenald kecil tak patah semangat. Ia bisa menyusul ketertinggalannya dan akhirnya mampu lulus bangku sekolah dasar, lalu melanjutkan ke jenjang SMP dan SMA dengan cukup lancar.

 

Rhenald Kasali Berjuang untuk Melanjutkan Sekolah

Namun, setelah lulus dari bangku SMA, Profesor Rhenald Kasali kembali harus menerima ujian. Ia mengalami kesulitan ekonomi untuk bisa melanjutkan sekolahnya ke bangku kuliah. Bahkan konon, saat mendaftar, ia hanya punya uang sebesar Rp10.000,00 saja yang harus ia putuskan untuk membeli salah satu formulir pendaftaran, lantaran hanya cukup untuk membeli satu helai formulir pendaftaran universitas. Jadi, beliau harus memutuskan, ingin mendaftar melalui jalur IPA atau IPS?

Akhirnya, Prof. Rhenald Kasali memutuskan untuk mendaftar melalui jalur IPS ke Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, dan diterima.

Ya, sosok yang pernah meraih predikat sebagai Dosen Terbaik Fakultas Ekonomi UI tahun 2003 ini telah mengubah dirinya sendiri, dari seorang “loser” menjadi seorang “winner”. Lolos ujian masuk Fakultas Ekonomi UI, Prof. Rhenald Kasali mesti bisa membiayai kuliahnya sendiri dengan menjadi seorang guru les matematika privat untuk siswa SD.

Melalui kerja keras, akhirnya Prof. Rhenald Kasali bisa menyelesaikan studinya tahun 1985, bahkan melanjutkan S-2 dan S-3 di University of Illinois at Urbana, Champaign, Amerika Serikat.

Tanggal 4 Juli 2009, beliau pun dikukuhkan sebagai guru besar Ilmu Manajemen di Universitas Indonesia.

 

Rhenald Kasali dan buku Self Driving – Menjadi Driver atau Passenger

Telah melalui berbagai tahapan dan perjuangan meraih sukses, Prof. Rhenald Kasali mencontohkan dirinya sendiri dalam buku best seller-nya yang berjudul Self Driving – Menjadi Driver atau Passanger.

Dalam buku tersebut, Prof. Rhenald yang sudah pernah menjadi seseorang yang sekadar “menumpang” hidup di dunia mengajak kaum muda Indonesia agar mau membuka wawasan diri lebih luas lagi sehingga mau berubah menjadi seorang self-driver untuk meraih kesuksesan.

Karena urusan kesuksesan itu bukanlah semata-mata takdir Tuhan. Kita semua sebenarnya sudah dianugerahi “kendaraan” untuk menuju sukses, yaitu diri sendiri atau self sehingga saat kita ingin sukses, maka ini adalah soal seberapa mampunya kita untuk “menyetir” diri sendiri menaiki tapak demi tapak tangga menuju sukses tersebut.

Sebagian dari kita tampaknya memang lebih suka pasrah, terkurung pada masa lalu. Hanya mau melihat “sulitnya” atau “capeknya” tanpa mau melihat “manfaatnya” seandainya kita mau berusaha lebih keras lagi. Pun, hanya selalu ingin didengarkan dan bicara terus, tanpa mau mendengarkan, hingga kemudian kita pun takut mengambil risiko karena takut gagal duluan.

Prof. Rhenald Kasali menyebut semua sikap tersebut adalah sikap para loser, alias pecundang—yang merupakan sikap bad passenger dan bad driver.

Perlu waktu memang untuk bisa mengubah diri sendiri, dari sekadar “passenger” menjadi seorang “driver”. Bahkan, seorang “bad passenger” pun tampaknya harus melalui tahap menjadi “good passenger” terlebih dahulu sebelum benar-benar bisa menjadi seorang “good driver”.

Akan tetapi, itu bukannya tak mungkin, dan semua cara untuk menjadi seorang “good driver” ini dijelaskan oleh Prof. Rhenald Kasali dalam buku Self Driving ini.

 

Buku yang Terlalu Serius?

Hmmm, memang sepertinya bukunya serius sekali, ya? Apakah mungkin menarik untuk dibaca, terutama oleh para kaum muda Indonesia?

Akan tetapi, bagaimana jika buku Self Driving ini dibikin komik oleh Bentang Pustaka? Wah, tentunya akan semakin menarik untuk dibaca, ya?

Kita yang membacanya pun mungkin akan serasa berhadapan dan seperti mendengar cerita langsung dari Prof. Rhenald Kasali mengenai inspirasi-inspirasinya dalam meraih sukses, mengubah diri sendiri dari “passenger” menjadi “driver”. Kebayang deh, serunya membaca komik yang inspiratif!

Ya, sepertinya luar biasa, bukan? Penasaran? Kalau begitu, tunggu kehadiran buku komik Self Driving ini di toko buku, ya!

 

 

Referensi:

Review Self Driving Rhenald Kasali https://fadhilnetwork.wordpress.com/2017/01/11/review-self-driving-rhenald-kasali/ | Diakses 06/08/2018

PROFIL Prof. Dr. Rhenald Kasali https://www.viva.co.id/siapa/read/271-rhenald-kasali- | Diakses 06/08/2018

Profil Tokoh: Perjalanan Hidup Rhenald Kasali http://www.berkuliah.com/2014/10/profil-tokoh-perjalanan-hidup-rhenald.html | Diakses 06/08/2018

Rhenald Kasali https://id.wikipedia.org/wiki/Rhenald_Kasali |Diakses 06/08/2018

 

Sumber foto : https://www.youthmanual.com/