Melihat perkembangan anak muda saat ini yang semakin menjauhi nilai-nilai luhur bangsa, tentu membuat kita para orang tua dibuat resah dan gelisah, ya, Moms-Dads. Bayangan anak akan tumbuh menjadi pribadi yang nakal dan tidak sopan, membuat kita harus siap-siap membekalinya dengan pendidikan terbaik sejak dini. Dan, tema-tema pembelajaran seperti ini perlu siasat jitu agar si kecil mampu menyerap pesan dengan tepat tanpa merasa tertekan dan bosan. Nah, karena itu MinTang akan merekomendasikan cara unik untuk menyampaikan pesan moral kehidupan kepada si kecil, khususnya balita melalui buku berfitur.

Kenapa harus buku berfitur?

 

Selain bermanfaat untuk mengasah perkembangan motorik anak, buku berfitur mampu menarik minat si kecil untuk terlibat langsung dalam proses membaca. Dengan demikian, ketika pesan yang kita sampaikan diulang berkali-kali melalui buku berfitur, si kecil tidak akan bosan karena telah asyik bermain sendiri.

Akan tetapi, jangan salah Moms-Dads, justru pada saat bermain ini lah si kecil sedang berada pada masa belajar sesungguhnya. Semua pesan moral yang kita ajarkan akan diterima oleh panca indra mereka dengan baik karena keterlibatannya yang aktif dalam proses belajar dan diolah menjadi sebuah pesan di otak. Bila hal ini bisa dilakukan secara kontinu, maka pesan tersebut akan menjadi sebuah ingatan jangka panjang yang melekat hingga si kecil tumbuh dewasa.

Itu kenapa buku berfitur ini sangat MinTang rekomendasikan sebagai media pengantar yang efektif untuk menyampaikan pesan moral kepada anak.

Akan tetapi, bukannya berbicara tentang moral kepada balita itu masih terlalu dini dan berat?

Moms-Dads, menyampaikan pesan moral kepada si kecil itu bukanlah perkara yang berat, lo, sebenarnya. Apalagi terlalu dini. Menyampaikan pesan moral kepada anak, artinya kita memberikan informasi kepada mereka terkait mana yang benar, mana yang salah, mana yang baik dan mana yang buruk. Pada kehidupan sehari hari pun tentu Moms dan Dads sudah sering mempraktikkannya, bukan? Entah sengaja maupun tidak sengaja, deh. Nah, hal ini sama saja dengan gerakan penyampaian pesan moral kepada si kecil, lo, Moms-Dads.

Dan, bukankah untuk memulai sebuah kebaikan, tidak membutuhkan waktu yang khusus? Justru jika tujuannya memang untuk kebaikan, sudah seharusnya kita kerjakan lebih cepat, Moms-Dads. Oleh karena itu, sampaikan pesan moral kepada anak sedini mungkin dengan bahasa dan metode yang sesuai dengan usianya. Ketika si kecil masih berusia balita, berikan buku berfitur dengan kisah yang ringan, tetapi tetap sarat akan pesan-pesan moral di dalamnya.

Seperti koleksi buku berfitur Bentang Kids yang berjudul Alhamdulillah Aku Bisa Melihat, Moms dan Dads bisa mengajarkan nilai-nilai moral yang ringan dimulai dengan belajar mensyukuri kenikmatan yang diberikan Tuhan dari bagian tubuhnya terlebih dahulu.

Dengan memberikan pemahaman bahwa segala kenikmatan yang dirasakan adalah pemberian dari Tuhan, maka si kecil akan tumbuh sebagai pribadi yang santun dan jauh dari sifat sombong. Mereka akan lebih menghargai hal-hal kecil di sekitarnya dan meningkatkan kecerdasan emosi anak ke depannya.

Apakah ini aman bagi tumbuh kembang si kecil?

Moms-Dads, dibandingkan dengan melatih anak untuk terbiasa mengenal angka dan huruf, proses belajar pemahaman seperti ini jauh lebih aman bagi si kecil karena bisa dipraktikkan melalui proses bermain seutuhnya. Adapun untuk pembelajaran calistung, anak-anak akan dituntut untuk berpikir keras dibandingkan dengan bermain. Hal ini tentunya juga tidak lepas dari sifat bawaan kita sebagai orang tua yang secara tidak sadar ingin melihat hasilnya lebih cepat.

Oleh karena itu, belajar akan nilai-nilai moral relatif jauh lebih aman, ya, Moms-Dads bagi si kecil. Apalagi jika menggunakan buku berfitur–Alhamdulillah Aku Bisa Melihat dari Bentang Kids yang sebentar lagi akan terbit!

Yuk, persiapkan diri Moms-Dads untuk ciptakan generasi pintar yang berbudi pekerti luhur bersama Bentang Kids ;)

Cek video serunya disini ya