Mari Andrew adalah seorang penulis, ilustrator, pembicara, dan penggemar flamenco yang bercita-cita, yang tinggal di New York. Ia telah menjadi penulis dan ilustrator komik komedi yang telah mendapatkan lebih dari 800.000 penggemar di Instagram. Karyanya telah ditampilkan dalam publikasi seperti BuzzFeed, Bustle, dan bahkan Business Insider.

Pencapaiannya ini tentu dengan perjuangan yang tidak mudah. Pada masa-masa sulitnya, Mari Andrew terus belajar supaya bisa menghadirkan karya terbaiknya.

Perjalanan Penuh Perjuangan

Dalam situs pribadinya di www.bymariandrew.com, Mari Andrew menceritakan bahwa ia ingin menjadi penulis selamanya. Namun, pada 2016 ia akhirnya belajar ilustrator untuk mengatasi masa-masa sulit kala itu. Dengan illustrator, ia dapat menunjukkan ekspresi diri baru yang menyenangkan.

Pada awalnya, untuk bisa menggambar, ilustrator butuh tekad yang kuat. Mari Andrew telah mencoba banyak hobi seperti mencoba gitar, salsa, selancar, dan video memasak instruksional. Namun, baginya yang paling sulit tetaplah menggambar.

Meski begitu, Andrew tidak lantas menyerah. Ia memutuskan untuk membuat satu gambar sehari selama 1 tahun dan memasang postingan di Instagram supaya tetap terlihat eksis. Dari hasil karyanya yang ia posting di media sosial, akhirnya sang ibu mengikuti, kemudian teman-temannya juga mengikuti, orang asing pun mulai mengikuti media sosialnya.

Mimpi Jadi Nyata

Pada Maret 2018, mimpi Andrew menjadi kenyataan. Andrew dapat menerbitkan buku pertamanya bersama Clarkson Potter. Baginya, ini adalah puncak kreativitas dari dalam dirinya, baik dengan esai maupun ilustrasi. Dalam situs www.bymariandrew.com, ia menceritakan bahwa penerbit mingguan mengatakan bukunya menonjol di antara buku-buku self-help lainnya. Tulisan Andrew yang dinilai sangat menonjol untuk memberikan pencerahan.

Melihat kesuksesan dari buku Am I There Yet? membawa Andrew menjalani serangkaian tur buku di seluruh AS dan Australia. Dalam situs pribadinya tersebut, kalian pun bisa melihat video-video perjalanannya. Ketika tur, Andrew mengaku mendapatkan banyak inspirasi kreatif dari patah hati. Ia juga sempat mengerjakan aplikasi tentang perpisahan sehingga ia pun menerbitkan buku tentang patah hati. 

Tentang Am I There Yet?

Jauh sebelum Am I There Yet? tersedia di toko-toko buku, Mari Andrew menginspirasi penggemar dengan ilustrasi yang tulus dan mudah dipahami di Instagram tentang kehidupan, cinta, dan tumbuh dewasa. Dari 841.000 pengikutnya, media sosial milik Mari Andrew juga merupakan tempat yang tepat untuk menemukan ilustrasi tentang kesedihan dan patah hati.

Andrew awalnya mulai menggambar sebagai cara untuk mengatasi masa sulit dalam hidupnya ketika dia mengatakan, “merasa sangat tersesat”. Ilustrasi adalah cara baginya untuk memproses apa yang sedang dia lalui. Dia hanya mulai membagikannya di Instagram sebagai cara untuk membuat dirinya bertanggung jawab selama tantangan doodle-a-day. Namun, tidak butuh waktu lama bagi akun Andrew untuk menarik perhatian para pengikut yang melihat pengalaman mereka sendiri, tecermin dalam gambarnya tentang kehidupan sehari-hari.

Am I There Yet? merupakan grafis debut Andrew, dengan rangkaian kisah rasanya dari masa remaja menjadi dewasa. Melalui serangkaian ilustrasi berwawasan dan esai tentang persahabatan, cinta, kehilangan, penyakit, dan belajar untuk menjadi diri sendiri, buku ini bisa menjadi pegangan saat berada pada usia 20-an. Buku ini adalah hadiah yang sempurna untuk fresh graduate yang akan menjadi orang dewasa sejati, generasi millennial yang tidak yakin apa yang harus dilakukan dengan hidup mereka, atau yang sedang berjuang melawan patah hati atau kesedihan, Andrew telah menuliskannya di Am I There Yet?.

Cari tahu kisah Mari Andrew selengkapnya dengan membeli Am I There Yet? di toko buka kesayangan kamu atau klik di sini.