"Sebagai putra Laius, raja Kota Thebes di Yunani, Oedipus menjadi pewaris takhta. Begitu penting dirinya sehingga bahkan ketika dia masih berada di dalam kandungan ibunya, seorang peramal ditanyai tentang masa depannya. Namun, justru ramalan menakutkan yang diucapkannya .... "

- The Red Haired Woman, Hal. 58

 

Oedipus disebut juga dengan Oidipus. Jika kamu mendengar kata Oidipus, maka pikiran kamu langsung mengarah ke sebuah perilaku atau sifat seorang pria menyukai wanita yang berusia lebih tua. Pemicu hal ini karena sosok ibu yang begitu over protektif sehingga sang anak akan menjadi susah lepas dan lekat dengan sang ibu. Akhirnya, ketika mencari pasangan pria ini akan berusaha mendapatkan wanita yang bisa menyerupai sosok ibunya yaitu dengan menikahi atau menjalin hubungan dengan wanita yang lebih tua.

Memang yang namanya cinta tidak ada masalah terutama usia, asalkan bisa menciptakan keamanan dan juga kenyamanan saat bersamanya. Namun, hal ini akan menjadi masalah jika dari sisi si wanita juga ingin dilindungi dan diayomi, bukan justru dirinya yang mengayomi dan melindungi si pria. Kecenderungan pria menyukai wanita yang lebih tua disebut dengan Oidipus complex. Membicarakan tentang Oidipus complex ada sebuah ramalan yang sangat menarik sekali untuk disimak. Sebuah ramalan bahwa ada seorang anak yang akan membunuh ayahnya sendiri kemudian dia akan menikahi ibunya sendiri. Anak tersebut bernama Oedipus. Oedipus ini berasal dari mitologi Yunani yang kemudian kisahnya banyak diceritakan ke dalam berbagai macam versi. Lalu, bagaimana kisahnya? Simak selengkapnya berikut ini:

 

Kisah Oidipus dan Ramalannya

Laios adalah raja dari Thebes dan dia menikahi Lokaste si putri Menoikeus. Pada suatu hari Laios mengunjungi Pelops yang saat itu menjadi Raja Pisa. Pelops ini memiliki seorang anak dari hubungan terlarang bernama Khrisippos yang memiliki rupa sangat tampan kemudian membuat Laios pun jatuh cinta. Karena terpesona dengan Khrisippos Laios melakukan tindakan yang buruk terhadapnya kemudian membuat Khrisippos ini bunuh diri menggunakan pedangnya sendiri. Mendengar hal tersebut Pelops menjadi sangat marah atas apa yang dilakukan Laios karena Khrisippos adalah anak kesayangan Pelops. Akhirnya, Pelops mengutuk Laios beserta keturunannya. Dari sinilah kisah Oedipus bermula.

  1. Munculnya ramalan

Orakel Delphi yang menjadi peramal kepercayaan sang Raja Laios memperingatkannya untuk tidak memiliki anak atau keturunan karena nantinya anak tersebut akan bisa menjadi bumerang untuknya. Dalam ramalan tersebut, Orakel Delphi mengatakan jika Laios memiliki anak, anak tersebut akan membunuhnya kemudian dia akan menikahi ibunya atau istri Laios sendiri. Awalnya Laios memercayai ramalan tersebut, tetapi akibat pengaruh anggur, Laios menjadi sangat mabuk kemudian mengabaikan ramalan tersebut yang akhirnya membuat sang istri menjadi hamil. Lokaste, istri Laios, mengandung anak laki-laki.

  1. Pengikatan dan memaku kaki

Sebelum Lokaste melahirkan, pasangan suami istri ini menemui Orakel Delphi kembali. Lagi-lagi ramalannya sama, bahwa Laios akan dibunuh oleh anaknya sendiri. Karena Lokaste sudah hamil, Orakel Delphi menyarankan untuk mengikat dan juga memaku kaki anaknya setelah lahir nanti. Benar saja setelah Oedipus lahir, Laios mengikat dan memaku kaki bayinya kemudian menyuruh sang pelayan untuk membuangnya di Gunung Kitheron. Namun, karena rasa kasihan, si pelayan memberikannya kepada si gembala Korinthos.

  1. Diadopsi

Pada akhirnya Oedipus diadopsi oleh Raja Korinthos—Polibos—dan juga permaisurinya. Sang permaisuri raja mengobati pergelangan kaki dan kemudian menamainya Oedipus atau si Kaki Bengkak. Selama di besarkan di Korinthos, sang Raja dan permaisuri memperlakukan Oedipus layaknya anak kandung. Sang Raja selalu memperlakukan semua anaknya sama, baik itu anak kandung maupun adopsi. Oedipus kemudian tumbuh menjadi seorang pemuda yang pemberani, sehingga memunculkan rasa iri di hati para kawannya. Kawan-kawannya meragukan Oedipus. Mereka mengatakan bahwa Oedipus bukanlah anak kandung Polibos. Tentu saja itu membuat Oedipus gusar. Lalu, ia menanyakan kebenarannya kepada kedua orang tua angkatnya, tetapi mereka tidak mau memberikan jawaban.

  1. Oedipus pergi ke orakel

Karena tidak ada jawaban yang didapatkannya, Oedipus pergi ke orakel atau peramal. Peramal tersebut tidak memberikannya jawaban, tetapi justru memberikan ramalan kalau dirinya akan membunuh ayah kandungnya sendiri dan menikahi ibunya. Untuk menghindari takdirnya tersebut Oedipus pun pergi ke Thebes. Dia tidak tahu bahwa di Thebes-lah kedua orang tua kandungnya berada.

  1. Membunuh Laios

Saat akan menuju ke Thebes, Oedipus bertemu dengan kereta kuda yang dikendarai oleh ayah kandungnya, Laios. Pengawal Laios menyuruh Oidipus untuk menyingkir, tetapi dia tak mengindahkannya. Perseteruan pun terjadi hingga berujung pada perkelahian antara Oedipus dan Laios. Perkelahian tersebut membuat Oedipus membunuh Laios. Satu dari ramalan orakel tersebut akhirnya terbukti.

  1. Membunuh sphinx

Thebes diresahkan oleh sphinx yaitu makhluk bertubuh singa, memiliki sayap, tetapi kepalanya seorang perempuan. Sphinx tersebut ada di Gunung Fikium dan akan membunuh warga Thebes yang tidak bisa menebak teka-tekinya, dia mengancam tidak akan meninggalkan Thebes sampai ada yang bisa menjawab teka-tekinya. Kreon yang saat itu memegang takhta yang notabene adalah kakak Lokaste, janda dari Laios, mengumumkan sayembara bahwa barang siapa bisa memecahkan teka-teki dari sphinx, akan diberi hadiah berupa takhta Kerajaan Thebes dan akan dinikahkan dengan Lokaste. Akhirnya, Oedipus bisa menjawab teka-tekinya tersebut dan membuat sphinx membunuh dirinya sendiri.

Akhir Cerita Oedipus

Setelah membaca rangkaian kisah sebelumnya bisa dipastikan jika Oedipus ini berhasil menikahi ibunya sendiri dan semua ramalan tentang dirinya terbukti. Mereka dikaruniai empat orang anak: dua laki-laki dan dua perempuan. Namun, karena hubungan sedarah tidak lazim membuat para dewa murka kemudian muncul bencana menyerang Thebes. Supaya bencana berakhir pembunuh Raja Laios harus dibunuh atau diasingkan dari Thebes. Berkat seorang peramal buta bernama Teiresias, Oedipus sadar bahwa dirinyalah yang membunuh Laios. Singkat cerita, Lokaste pun menyadari bahwa Oedipus adalah anak kandungnya kemudian dia menggantung diri di istana kebesarannya. Menyadari Lokaste telah meninggal, Oedipus kemudian membutakan dirinya dan meninggal di Kolonos.

 

Demikianlah kisah Oedipus atau Oidipus yang saat ini banyak diceritakan ke dalam berbagai macam versi. Nah kalau Sahabat Bentang penasaran dengan versi lain, kamu bisa baca kisahnya lewat novel berjudul "The Red-Haired Women". Selamat membaca!