Manusia dianugerahi dengan indra penciuman. Indra ini begitu penting bagi kehidupan manusia karena melalui indra ini manusia bisa mencium bau yang ada di sekitarnya. Bahkan, ada yang mengatakan bahwa indra untuk mencium ini bisa menjadi sebuah awal munculnya perasaan seseorang terhadap orang lain. Perasaan ini adalah hak yang dimiliki oleh setiap orang. Tidak ada yang bisa mengekang perasaan tersebut. Dan, banyak yang tidak sadar hanya sekadar mencium wanginya, seseorang bisa tertarik dan memiliki perasaan padanya. Wangi ini bisa berasal dari aroma alami tubuhnya atau bisa juga karena parfum yang digunakannya. Lalu, bagaimana hal ini bisa terjadi? Simak penjelasannya berikut ini:

Saraf Penciuman

Sudah banyak ditemukan fakta bahwa indra penciuman bisa sampai menggetarkan perasaan seseorang. Terlalu sering bersama dengan seseorang dengan wangi parfum maupun aroma tubuh yang sama membuat hati seseorang yang berada di dekatnya menjadi bergetar. Hal ini dikarenakan saraf yang berada pada indra penciumannya langsung meresponsnya. Aroma tersebut diterima oleh saraf penerima yang berada di rongga hidung yang memiliki sebanyak 40 juta saraf penerima. Fungsi saraf tersebut adalah untuk merasakan berbagai macam aroma yang berbeda, kemudian dikirimkan kepada olfactory bulb. Olfactory ini akan menjadi transaksi alur untuk mengirimkan informasi tentang aroma yang tanpa henti. Dengan adanya transaksi ini akan membuat seseorang bisa membedakan aroma satu dengan lainnya yang muncul bersamaan. Oleh sebab itu, naluri manusia sangat berhubungan dengan olfactory bulb ini. Berkatnya pula manusia bisa mendeteksi dari mana sumber aroma tersebut.

Berkat saraf yang berada pada indra untuk mencium tersebut, aroma langsung dapat terdeteksi dan terhubung dengan sistem limbic. Limbic system ini memegang peranan dalam emosi atau perasaan seseorang. Struktur dalam limbic merupakan bank memori emosional yang bisa menyimpan perasaan senang, suka, bahagia, sedih, takut, marah, dan lain sebagainya. Aroma tertentu yang tercium oleh saraf penciuman dan terdeteksi oleh sistem limbic bisa memunculkan perasaan emosional seseorang. Hal ini dikaitkan dengan mengapa hanya dari indra untuk mencium bisa menjadi gerbang dari awal munculnya perasaan seseorang.

Dampak ke Mental

Secara tidak langsung indra penciuman manusia ini berhubungan dengan mental karena berhubungan dengan sistem limbic yang juga menjadi pusat pengendalian emosi. Aroma yang dicium oleh indra penciuman ini bisa berdampak ke mental seseorang. Sebagai contohnya saat kamu berusia balita mencium aroma ikan membuatmu mual, maka saat dewasa aroma ikan tersebut akan tetap membuatmu terasa mual saat menciumnya.

Dampak ke Memori

Indra penciuman juga erat kaitannya dengan memori seseorang. Misalnya saja kamu tidak sengaja mencium aroma parfum yang sama dengan yang digunakan mantan kamu dulu, seketika memorimu akan langsung terhubung dengan kenangan saat bersama sang mantan. Penyebabnya adalah efek atau hubungan antara olfactory bulb dengan sistem limbic yang menjadi bank memori mampu memunculkan kembali kenangan tertentu yang ada di alam bawah sadarmu. Bank memori ini mampu menyimpan 2.000 sampai 4.000 aroma yang dimiliki masing-masing orang. Hal ini juga bisa berhubungan dengan emosional atau perasaan kamu, terutama jika setelah mencium aroma, memori kamu yang sudah berada di alam bawah sadar muncul kemudian menimbulkan perasaan sedih, marah, dan bahagia karena mengingat masa-masa saat bersamanya.

Bisa dikatakan bahwa sebuah aroma akan memunculkan berbagai macam efek atau dampak yang dirasakan oleh si pencium aroma tersebut. Oleh sebab itu, hanya bermula dari indra penciuman; perasaan, mental, dan memory seseorang bisa saling terhubung secara bersamaan. Nah kira-kira apakah kamu penasaran tentang kisah cinta karena aroma? Kalau iya, berarti kamu harus baca Aroma Karsa! Selamat bertemu dengan kisah cinta ala Jati, Suma dan Arya!