TAHUKAH ANDA jika kota Jakarta itu dibangun para Freemason? Sejak pembangunan Stadhuis (kini dikenal sebagai Gedung Museum Sejarah Jakarta atau “Museum Fatahillah”) di tahun 1707 hingga sekarang, para Freemason ini terus membangun Jakarta dan menyisipkan aneka simbol pagannya ke Ibukota tercinta ini.


TAHUKAH ANDA jika luas keseluruhan Museum Fatahilah adalah 13.000 meter persegi dan terdiri dari 13 buah batu berbentuk Arch?


TAHUKAH ANDA jika struktur piramida keanggotaan Freemasonry juga terdiri dari 13 tingkat?


TAHUKAH ANDA jika Masjid Istiqlal dibangun di atas sebuah benteng Belanda yang dikenal sebagai Benteng Tanah karena di bawahnya ada terowongan rahasia?

Asal-usul, Latar Belakang, dan Tujuan Freemason

Freemason (Freemasonry) adalah perkumpulan rahasia terbesar dunia yang secara diam-diam mengendalikan sistem keuangan, bahkan arus informasi pemerintah-pemerintah dunia. Bagi para penganut terori konspirasi, Freemason merupakan “the Shadow” atau bahkan “Invisible Hand” yang bertujuan menciptakan tatanan dunia baru yang sepenuhnya dikendalikan para mason.

Jika diartikan secara sederhana Freemason berarti ‘sekumpulan tukang batu’. Tentu saja ini bukan tukang batu biasa, mereka benar-benar ahli soal bangunan. Begitu luar biasa kemampuan mereka sehingga dipercaya membangun katedral-katedral di seluruh kawasan Eropa. Sebagai reward, mereka mendapat fasilitas mewah dari raja-raja Eropa, dan tentu saja pembebasan pajak.

Berikutnya para tukang batu atau Freemason ini membentuk serikat eksklusif (disebut Lodge) dan secara cepat menyebar ke seluruh dataran Eropa. Sedemikian eksklusifnya sehingga setiap anggota memiliki kode rahasia dan password. Jadi, ketika para anggota Freemason ini berkeliling dunia mereka bisa membuktikan pada serikat Freemason setempat bahwa mereka benar-benar anggota serikat. Sampai era modern sekarang kode-kode tersebut masih sering digunakan dalam organisasi ini.

Sejarah Freemason

Tak ada catatan resmi mengenai latar belakang maupun sejarah berdirinya Freemason. Banyak yang menulis sejarah mengenai serikat ini, tetapi dengan teori berbeda-beda. Intinya tidak ada yang mengetahui secara pasti sejarah dan asal mula Freemason kuno.

Hanya saja menurut “The Halliwel Manuscript, sebuah dokumen berasal dari tahun 1390 silam, ditemukan tulisan-tulisan yang sangat mirip dengan prinsip Freemason modern. Hal ini mengindikasikan bahwa serikat ini sudah memiliki akar rumput sejak ratusan tahun lalu. Bahkan menurut pemimpinnya, sejarah Freemason sudah dimulai sejak zaman Raja Salomo, meskipun secara teori tidak memiliki dasar yang akurat.

Sejarah Freemason Modern

Sejarah Freemason modern berawal pada 24 Juni 1717 saat empat Lodge dari sekian banyak Lodge di Eropa berkumpul di Kota London. Dari pertemuan tersebut mereka sepakat membentuk Lodge besar yang kemudian disebut The Grand Lodge of England. Tak lama setelah itu The Grand Logde of England menjadi satu-satunya Logde paling berpengaruh di daratan Eropa.

Seiring perkembangannya The Grand Lodge of England mendapat kompetitor dari Grand Lodge baru yang didirikan setelahnya. Perpecahan akhirnya terjadi selama kurang lebih 62 tahun. Baru pada 27 Desember 1813 kedua Lodge besar ini memutuskan untuk menggabungkan diri, tentunya setelah melalui sejumlah kompromi. Penggabungan Lodge besar ini melahirkan The United Grand Lodge of England (UGLE). Sejak saat itu Freemason tak hanya menguasai Eropa, tapi juga mulai menyebar ke Amerika.

Sistem Kerahasiaan Freemason

Sebagai perkumpulan rahasia, sudah sejak awal Freemason diselimuti bayang-bayang kerahasiaan. Banyak kerahasiaan yang diimplementasikan pada kebiasaan sehari-hari antarmason. Selain logo-logo rahasia, cincin khas mason, mereka juga menciptakan metode bersalaman khas yang hanya bisa dilakukan oleh anggotanya.

Kerahasiaan juga terlihat pada saat perekrutan anggota baru. Seorang anggota Freemason yang baru masuk sama sekali tidak diberi tahu arti simbol-simbol maupun upacara mason. Mereka hanya akan diberi tahu mengenai arti ritual Freemason pada saat mereka naik level tingkatan yang lebih tinggi.

Saat anggota dinyatakan naik level yang lebih tinggi dan sudah mengetahui makna simbol dan ritual, mereka wajib merahasiakannya kepada orang lain. Menurut pemahaman penganut Freemason, para mason merupakan “anak-anak cahaya” karena sudah mengetahui simbol-simbol maupun makna ritual. Otomatis mereka yang tidak mengetahui adalah “anak-anak kegelapan”.

Seseorang yang ingin masuk menjadi anggota Freemason akan ditahbiskan melalui upacara mistis. Calon anggota harus melepaskan semua pakaian dan hanya menyisakan pakaian dalam, lalu kedua matanya ditutup menggunakan kain. Ritual ini disebut “Hoodwinked” yang artinya ditempatkan di “kegelapan spiritual dari dunia kotor”.

Ritual selanjutnya, sebuah tali akan dilingkarkan ke leher calon anggota baru. Konon ritual ini melambangan perbudakan. Berikutnya calon anggota harus berdiri di sebuah sudut kemudian ditantang merajah bagian dadanya dengan sebuah jangka, lalu diakhiri dengan pengucapan sumpah rahasia perkumpulan. Menurut beberapa mantan Freemason, para mason dengan tingkatan lebih tinggi biasa minum anggur dari cawan-cawan yang terbuat dari tengkorak manusia. Sungguh perkumpulan yang aneh dan mengerikan.

Dan masih banyak kejutan-kejutan fakta lainnya meliputi Freemason yang dilengkapi dengan foto! Diramu dengan kisah pembunuhan terhadap tokoh Neolib negeri ini, novel “The Jacatra Secret” menjadi pilihan yang tepat untuk mengubah paradigma Anda tentang Jakarta dan bangsa ini secara keseluruhan!"