Ketika saatnya bermain telah tiba, Cican mengajak kawan-kawannya berlari menuju danau untuk menemui Hupa, perahu kecil yang siap mengantarkan Cican dan kawan-kawan untuk mencari harta karun. Mereka semua telah menyiapkan banyak barang bawaan termasuk peta harta karun untuk digunakan dalam mencari harta karun.

Di tengah-tengah perjalanan, mereka menemui sosok hitam yang memiliki mata besar dan gigi tajam. Seketika, mereka semua pun takut dan menjauhi makhluk tersebut. Tak disangka-sangka, makhluk besar tersebut menangis dan sedih karena ia dijauhi dan ditakuti oleh para bajak laut. Padahal, ia tidak memiliki maksud jahat sama sekali. Biasanya, para bajak laut menjauhinya karena sosoknya yang terkesan menyeramkan. Setelah beberapa waktu, akhirnya Cican dan kawan-kawan berteman dengan Monster Laut tersebut.

Sang Monster Laut pun membantu Cican dan kawan-kawan untuk mencari harta karun bersama-sama. Sepanjang perjalanan mencari harta karun, mereka semua bernyanyi dan bersenang-senang. Tak lama kemudian, sampailah mereka ke sebuah pulau harta karun yang sesuai dengan peta harta karun. Di sana, mereka menemukan pohon pisang dengan buah yang sangat manis. Buah pisang tersebut merupakan harta karun yang mereka cari-cari selama ini. Akhirnya, Cican dan kawan-kawan menikmati buah pisang tersebut dan menghabiskan waktu bersama di pulau bersama-sama.

Pesan yang dapat dipetik dari buku ini adalah jangan pernah menilai seseorang dari penampilannya. Cican dan kawan-kawan yang awalnya takut kepada Monster Laut pun akhirnya berteman dan bisa bersenang-senang bersama. Hal ini tentunya membuktikan bahwa penampilan fisik tidak mempengaruhi sifat dan sikap seseorang. Oleh karena itu, lewat buku ini para orang tua dihimbau untuk mengajak anak-anaknya agar tidak mudah menilai seseorang dari tampilan fisik belaka. 

Nah, bagaimana dengan si kecil? Yuk mulai ajarkan nilai berharga tersebut sejak dini kepada anak. Dengan medium berupa buku Seri Petualangan Fun Cican: Bajak Laut dan Monster Air, para orang tua mampu menanamkan nilai positif kepada sang anak dengan baik. Di sisi lain, anak pun dapat dengan mudah untuk menerima nilai positif tersebut.