Memberikan pendidikan yang baik kepada anak adalah tugas utama orang tua. Tidak hanya pendidikan di sekolah umum yang bersifat duniawi semata, tetapi juga pendidikan tentang ilmu agama. Membekali anak-anak dengan pendidikan ilmu agama sejak dini membantu mereka untuk membedakan mana yang salah dan mana yang benar ketika beranjak dewsa. Ilmu agama juga dapat membentengi mereka dari segala sesuatu yang membahayakan, terutama dari bahaya pergaulan bebas.

Pada era modern seperti sekarang ini, orang tua perlu membentengi anak-anak mereka dengan menanamkan nilai-nilai keagamaan. Selain untuk membentengi diri, nilai-nilai keagamaan yang ditanamkan sejak dini dapat membantu anak-anak untuk menyikapi berbagai hal yang terjadi saat mereka dewasa. Cara menanamkan ilmu agama kepada anak bisa dengan berbagai cara, sesuai dengan kemampuan orang tua dan kemampuan anak dalam mencerna ilmu yang ia dapatkan. Berikut adalah beberapa tip menanamkan nilai-nilai keagamaan pada anak

1. Mengenalkan anak pada Tuhan

Hal pertama yang harus dilakukan orang tua dalam menanamkan nilai-nilai keagamaan dengan memberikan pengetahuan kepada anak tentang keberadaan Tuhan Sang Maha Pencipta, salah satunya dengan menunjukkan bukti-bukti kebesarannya.

Orang tua bisa mulai menjelaskan kepada anak bahwa dunia dan seluruh isinya adalah bukti kebesaran Tuhan, lalu menceritakan makhluk ciptaan Tuhan seperti manusia, hewan, dan tumbuhan. Selain itu, orang tua pun bisa menerangkan hal-hal yang terjadi di lingkungan sekitar seperti hujan, empusan angin, dan gempa bumi sebagai kekuasaan Tuhan.

Mendengarkan penjelasan tersebut biasanya anak bertanya karena merasa penasaran. Dalam menyikapi hal ini, orang tua harus bisa bersikap lunak dan sabar dengan menjawab pertanyaan mereka secara perlahan dan terarah. Orang tua perlu mengajak anak untuk belajar mencari jawaban dari pertanyaannya sendiri. Ketika jawaban anak kurang tepat, orang tua bisa membantu anak dengan jawab.

2. Membaca buku tentang kisah teladan.

Salah satu cara menanamkan nilai-nilai agama kepada anak adalah dengan membaca buku anak yang menceritakan kisah-kisah teladan. Ada 25 Kisah Nabi dan Rasul, Kisah Teladan 25 Nabi dan Rasul, serta Kisah Menakjubkan Binatang dalam Al-Quran. Manfaat membaca kisah-kisah tersebut adalah mengenalkan konsep keagamaan kepada anak lewat cerita dan gambar. Selain itu, membaca kisah teladan dapat membantu menanamkan kecintaan anak terhadap nilai-nilai keagamaan dan menumbuhkan karakter baik pada diri anak.

3. Mengajak ke Tempat Ibadah

Terkadang, orang tua tidak terlalu suka mengajak anak-anak pergi ke tempat ibadah dengan alasan anak belum memahami bagaimana cara beribadah dan juga merepotkan. Namun, sebenarnya pemikiran itu tidak sepenuhnya benar karena mengajak anak pergi ke tempat ibadah dapat menjadi salah satu cara untuk menanamkan nilai keagamaan.

Orang tua perlu mengajak anak secara rutin untuk beribadah bersama dan pergi ke tempat ibadah. Anak dapat belajar tanggung jawab untuk selalu beribadah kepada Tuhan. Selain itu, mengajak anak pergi ke tempat ibadah tidak hanya mengenalkan anak kepada rumah Tuhan, tetapi juga mengajarkan anak untuk menghormati orang lain yang sedang beribadah serta menjaga sopan santun di tempat ibadah.

 

sumber gambar sampul : vebma.com