“Aku tahu kamu serius. Tapi, untuk saat ini, aku hanya akan menjadi penghalang bagi mimpi-mimpi besarmu. Untuk saat ini aku hanya akan menjadi penghalang perjuanganmu untuk lebih mengenal Allah.”

—Aurora Cinta Purnama dalam Cinta dalam Ikhlas.

Hai, Sahabat Bentang! Apakah kamu siswa SMA/SMK tingkat akhir dan sedang menjalin sebuah hubungan romantis? Sudah berapa lama hubungan kalian berlangsung? Satu tahun, dua tahun, atau lebih dari tiga tahun?

Hmmm … Ujian Nasional sudah berlalu, pengumuman kelulusan di depan mata. Tidak banyak pasangan remaja yang memiliki mimpi untuk belajar di tempat yang sama setelah lulus dari SMA/SMK. Jika kamu adalah salah satunya, mana yang akan kamu pilih? Menjalani long distance relationship (LDR) dengan segala risikonya, atau putus saja sekalian?

Well, keduanya bukan pilihan yang buruk. Bagi pasangan yang memiliki komitmen kuat, LDR bukan hal yang berat. Jarak tidak akan menjadi masalah ketika rasa percaya bisa diandalkan. Bahkan, ada yang bilang bahwa akumulasi rindu selama terpisah jarak membuat pertemuan berikutnya semakin menyenangkan.

Tak sedikit pula yang memilih untuk putus—mengakhiri hubungan romantis yang terjalin semasa SMA. Ada yang benar-benar mengakhiri, ada yang berharap dapat kembali lagi suatu saat nanti. Namun, bagaimana jika kamu sudah harus “putus” bahkan sebelum memulai semuanya?

Bintang Atharisena Firdaus, siswa SMAN 1 Sukaresmi yang dikenal dengan bakat menyanyi dan aktivitasnya dalam band memutuskan untuk berubah demi mendekati seorang gadis muslimah bernama Aurora Cinta Purnama. Setelah meninggalkan band, Athar berubah menjadi lebih agamis hingga kemudian terpilih menjadi Ketua Rohani Islam (Rohis) di sekolah.

Menjelang kelulusan, Athar memiliki niat untuk mengungkapkan perasaannya kepada Ara. Namun, gadis itu tidak memberikan jawaban yang memuaskan. Ara tidak menolak Athar, tetapi tidak juga menerima ungkapan perasaannya. Ara hanya menegaskan bahwa fokusnya setelah lulus SMA adalah melanjutkan studi di Jakarta, sementara Athar memilih untuk melanjutkan kuliah di Bandung. Keduanya memutuskan untuk tidak saling mengontak, tidak perlu saling menunggu, dan tak mengikat satu sama lain dengan komitmen tertentu.

Athar dan Ara adalah sepenggal contoh kisah romantis masa SMA yang terpisah karena kelulusan. Keduanya memilih untuk “putus” demi menggapai kesuksesan masing-masing, bahkan sebelum memulai sebuah hubungan. Athar dan Ara percaya bahwa jika mereka berjodoh, takdir Tuhan akan kembali mempertemukan.

So, Sahabat Bentang, jangan bersedih jika hari ini kamu memutuskan untuk menjalani LDR atau memilih untuk putus begitu lulus SMA. Fokus dulu mengejar cita-cita dan impian besar yang sudah kamu canangkan sejak lama. Benar kata Athar dan Ara, Tuhan akan kembali mempertemukan kalian jika memang ditakdirkan untuk berjodoh.

Sebagai tambahan, kamu bisa belajar sekaligus mengambil hikmah dari hubungan Athar dan Ara dalam buku Cinta dalam Ikhlas karya Abay Adhitya atau yang akrab disapa Kang Abay ini yang diterbitkan oleh Bunyan (PT Bentang Pustaka). Buku ini bisa kamu dapatkan di www.mizanstore.com dengan harga Rp65.450,00 atau di toko buku kesayanganmu dengan harga Rp77.000,00. Happy reading!