Semua orang tentu pernah mendengar atau bahkan memainkan lego, sebuah mainan berbentuk blok warna-warni yang dapat disusun menjadi berbagai macam bentuk. Permainan ini sangat populer di semua kalangan, bahkan dinobatkan menjadi “mainan” abad ini oleh Majalah Fortune. Kata lego berasal dari bahasa Denmark yakni ‘led godt’ yang artinya ‘bermain dengan baik’, tetapi dalam bahasa Latin, kata ini diartikan sebagai ‘saya menyusun’ atau ‘saya merangkai’. Lego memiliki manfaat tidak hanya sebagai sarana hiburan, tetapi juga sebagai sarana edukasi untuk anak usia dini.

Psikolog Klinis Liza Marielly Djaprie mengatakan bahwa permainan lego didesain tidak hanya merangsang perkembangan anak sesuai dengan tahapan usia mereka, tetapi mendorong daya kreativitas serta imajinasi anak. Selain itu, lego dapat membantu mengasah potensi anak dalam merancang masa depan apapun profesinya kelak.

Berikut adalah beberapa manfaat dari permainan lego untuk anak :

1. Mengenalkan warna, bentuk dan ukuran

Permainan lego tersedia dalam beraneka bentuk, ukuran dan juga warna dan ini dapat digunakan sebagai media pembelajaran. Misalnya, tanyakan kepada anak-anak bentuk lego apa yang sedang mereka mainkan, kemudian mereka diminta untuk memilih lego sesuai dengan warnanya. Selain itu, anak-anak dapat belajar menghitung lewat bulatan-bulatan yang timbul pada bagian atas lego.

2. Melatih kemampuan motorik anak

Saat anak-anak memasang satu balok lego menjadi sebuah bentuk, mereka akan belajar bagaimana cara mengoordinasikan tangan dan mata secara langsung. Hal ini juga dapat membantu anak-anak untuk memilih, mengontrol dan menempatkan bentuk-bentuk yang mereka inginkan. 

3. Mengembangkan kemampuan spasial anak

Beberapa penelitian mengatakan bahwa anak-anak yang suka membangun sebuah konstruksi cenderung berkembang dalam kemampuannya mengkreasi dan mengkomunikasikan stimulus visual dalam bentuk bangun ruang.

4. Mengembangkan imajinasi dan kreativitas anak

Ketika anak-anak menyusun lego, mereka membayangkan berbagai macam bentuk yang bisa mereka buat. Hal ini akan mengasah kreativitas serta mengembangkan imajinasi mereka. Jangan lupa puji anak-anak setelah mereka selesai menyusun sebuah bentuk untuk memotivasi dalam mengeksplor kemampuan daya cipta mereka.

5. Melatih kemampuan logika dan pemecahan masalah

Lego dapat membantu anak untuk berpikir secara logis dan terstruktur dalam menyusun suatu bentuk yang mereka inginkan. Contohnya adalah ketika mereka ingin membuat rumah, mereka perlu menyusun balok-balok lego menjadi dinding, jendela, lantai, dan atap. Dalam merangkai semua itu, anak-anak akan mengalami proses trial and error. Hal ini akan melatih mereka dalam mencari jalan keluar hingga kemudian menemukan bentuk yang sesuai dengan keinginan mereka.

6. Mengembangkan kemampuan bercerita dan bermain peran

Anak-anak dapat menceritakan bagaimana langkah-langkah ketika membuat sebuah bentuk, apa kesulitan yang mereka alami, dan bagaimana cara menyelesaikan kesulitan tersebut. Selanjutnya, menggunakan bentuk yang telah dibuat, anak-anak bisa membayangkan sebuah kejadian terjadi pada bentuk tersebut. Misalnya, anak-anak telah berhasil membuat sebuah rumah, selanjutnya mereka menceritakan siapa saja yang menempati rumah itu, apa saja yang ada di dalamnya, kegiatan apa yang dilakukan oleh penghuni rumah, dan sebagainya.

7. Melatih kemampuan bersosialisasi

Ketika anak-anak bermain lego bersama teman atau saudaranya, secara tidak langsung, mereka harus berkomunikasi untuk menentukan bentuk apa yang akan mereka buat. Hal ini dapat membantu anak-anak dalam mengemukakan pendapatnya secara percaya diri. Selain itu, mereka akan lebih siap untuk bersosialisasi dengan orang lain di lingkungan sekitarnya.