Apakah anda termasuk tipikal orang tua yang membatasi anak dalam bermain? Atau apakah anda adalah orang tua yang membiarkan anaknya bermain sesuka hati? Lalu, manakah yang lebih baik, membatasi waktu anak-anak bermain atau membiarkan mereka?

Dunia anak adalah dunia permainan. Dalam buku ini, salah satu cara mengasuh anak adalah dengan ‘play’ atau bermain. Secara spesifik, ‘bermain’ yang dimaksud adalah ketika anak-anak dibiarkan dengan permainan mereka sendiri, baik itu bersama teman-temannya atau bermain sendiri, untuk memainkan permainan yang menurutnya menarik. Bermain bagi anak-anak memiliki banyak manfaat. Pertama, bermain mengajarkan ketangguhan, dan ini akan menjadi faktor penting saat anak-anak tumbuh dewasa. Kedua, bermain meredakan kecemasan, karena anak-anak akan mampu mengelola emosi dan menghadapi stress lewat permainan. Ketiga, bermain dapat memberikan ruang pada anak untuk tumbuh dan belajar lewat lingkungan di sekitarnya.

Para orang tua di Denmark menilai bahwa semakin banyak anak-anak mereka bermain, otak mereka semakin baik dalam mengatur stres ketika mereka tumbuh. Hal ini meningkatkan kemampuan mereka untuk lebih bersahabat saat menghadapi situasi-situasi sulit. Selain itu, para orang tua di Denmark berusaha tidak mencampuri urusan anak-anak mereka, kecuali jika benar-benar diperlukan. Sebab, mereka percaya jika anak-anak akan menemukan dan mencoba hal-hal baru yang kemudian menumbuhkan kepercayaan diri mereka sendiri.

Play menjadi salah satu pola mengasuh anak ala orang tua di  Denmark dan merupakan bagian akronim ‘PARENT’. Pola mengasuh lainnya, yang ditulis oleh Jessica Joelles Alexander dan Iben Dissing Sandahl akan dibahas secara lebih detil dalam buku The Danish Way of Parenting, yang akan segera terbit di Bentang Pustaka. Nantikan kehadiran buku tersebut di toko-toko buku seluruh Indonesia.