Apa yang menjadi tujuan utama dalam mendidik anak?

Bila pertanyaan ini dihadapkan kepada Anda, mungkin jawaban yang terlontar akan beragam dan berpusat pada keinginan Anda sendiri untuk bisa dikatakan berhasil sebagai orang tua. Seperti kesuksesan, mampu membanggakan, dan sebagainya. Namun, jika Anda bertanya kepada orang tua di Denmark, secara kompak jawaban yang terlontar adalah kebahagian anak.

Ya, tujuan utama dalam mendidik anak bagi warga Denmark bukan berpusat pada pencapaian kita sebagai orang tua, melainkan kestabilan emosi yang membuatnya tumbuh dan berkembang sebagai pribadi bahagia. Sebab, dari anak-anak yang bahagia, secara otomatis segala harapan Anda sebagai orang tua akan terjawab dengan sendirinya. Hal ini dilandasi oleh sebuah riset yang mengatakan bahwa kunci kesuksesan seorang anak terletak pada seberapa bahagianya mereka saat menjalani kehidupan. Itu sebabnya, Jessica Joelle Alexander beserta rekannya, Iben Dissing Sandahl, melakukan riset selama lebih dari 13 tahun untuk membuktikan kebenarannya dari negara paling bahagia sedunia, Denmark.

Lebih dari 40 tahun, Denmark diakui sebagai negara paling bahagia sedunia baik dalam segi ekonomi oleh OECD (Organisation for Economic Cooperation and Development) sejak 1973 maupun sosial oleh World Happiness Record yang diluncurkan oleh PBB. Dua kategori penting ini yang menjadi tolak ukur lahirnya sebuah kacamata baru dalam pola pengasuhan anak yang dirasa jauh lebih efektif dibandingkan dengan pola pengasuhan anak lainnya.

Secara sederhana, filosofi pengasuhan anak di Denmark menekankan pada pentingnya pengenalan dan pengendalian emosi yang harus diterapkan sedini berawal dari kesadaran diri atas peran Anda sebagai orang tua. Jessica Joelle Alexander dan Iben Dissing Sandahl berpendapat bahwa peran orang tua dalam pola pengasuhan anak terkisah dengan jelas pada makna akronim kata P-A-R-E-N-T yang berarti Play-Authenticity-Reframing-Empathy-No Ultimatums, Togethernes dan Hygge. Secara singkat, makna akronim ini menjurus pada persiapan Anda bagi sang buah hati untuk bisa tumbuh menjadi pribadi yang tangguh saat dewasa dengan konsep bahagia melalui aktivitas bermain, kejujuran, reframing, empati, penghilangan hukuman, hingga kenyamanan dan kebersamaan. 

Konsep ini terbilang mampu memberikan warna baru dalam kacamata pola pengasuhan anak dengan cara yang jauh lebih fun, mudah, dan terhindar dari stres sehingga tujuan melahirkan anak yang bahagia pun mampu membawa perubahan pola pikir dan sikap Anda secara pribadi dalam menghadapi dunia untuk sama-sama menemukan kebahagiaan. Salah satunya adalah melalui konsep bermain yang diajarkan warga Denmark dalam mengasuh anak. Coba Anda ingat kembali, kapan kali terakhir Anda bermain bersama si kecil Atau kapan kali terakhir Anda membiarkan si kecil bermain secara bebas.

Sebagian besar di antara Anda mungkin sudah tak lagi sering bermain bersama si kecil. Entah karena kesibukan yang padat atau terlalu malas dan lelah. Jika Anda tidak bisa memberikan waktu untuk bermain bersama si kecil, pastikan Anda memberikan waktu yang cukup bagi mereka untuk bermain bersama teman sebayanya dengan bebas dan tidak membuatkan program hidup anak yang harus mereka taati. Sebab, dari aktivitas bermain ini, anak diajarkan untuk menjadi pribadi yang tangguh yang ketangguhan tersebut sudah terbukti menjadi satu faktor paling penting dalam memprediksi kesuksesan pada orang dewasa. Begitu krusialnya aktivitas bermain ini sehingga Anda perlu tahu dan bersikap bijak dalam penerapannya karena ketangguhan yang dapat dipelajari dalam proses bermain anak juga mencegah timbulnya kecemasan dan depresi pada masa dewasa. Hal ini kemudian yang menjadi sorotan warga Denmark dengan menempatkan pentingnya bermain sebagai salah satu rahasia sukses pola pengasuhannya.

Anda juga bisa temukan rahasia nyata lain dalam kesuksesan Denmark menerapkan pola asuh anak melalui buku The Danish Way of Parenting.