Judul : Aroma Karsa

Penulis : Dee Lestari

Penerbit : Bentang Pustaka

Tebal : 724 halaman

ISBN : 9786022914631

Rate : 5🌟/ 5🌟

Sinopsis
Dari sebuah lontar kuno, Raras Prayagung mengetahui bahwa Puspa Karsa yang dikenalnya sebagai dongeng, ternyata tanaman sungguhan yang tersembunyi di tempat rahasia.

Obsesi Raras memburu Puspa Karsa, bunga sakti yang konon mampu mengendalikan kehendak dan cuma bisa diidentifikasi melalui aroma, mempertemukannya dengan Jati Wesi.

Jati memiliki penciuman luar biasa. Di TPA Bantar Gebang, tempatnya tumbuh besar, ia dijuluki si Hidung Tikus. Dari berbagai pekerjaan yang dilakoninya untuk bertahan hidup, satu yang paling Jati banggakan, yakni meracik parfum.

Kemampuan Jati memikat Raras. Bukan hanya mempekerjakan Jati di perusahaannya, Raras ikut mengundang Jati masuk ke dalam kehidupan pribadinya. Bertemulah Jati dengan Tanaya Suma, anak tunggal Raras, yang memiliki kemampuan serupa dengannya.

Semakin jauh Jati terlibat dengan keluarga Prayagung dan Puspa Karsa, semakin banyak misteri yang ia temukan, tentang dirinya dan masa lalu yang tak pernah ia tahu.

.

.

Novel ini dibuka dengan kematian Janirah Prayagung, wanita prayagung pertama yang menggunakan puspa karsa. Puspa karsa selanjutnya akan dicari oleh Raras Prayagung-cucunya. Berbekal lontar kuno, Raras Prayagung mencari puspa karsa.

Jati Wesi besar di Bantar Gebang, tempat gunung-gunung sampah. Dengan indera penciuman yang ajaib, Jati menjadi perfumer di toko parfum kecil bernama Attarwala. Jati sangat menyukai perkejaannya, tetapi karena Jati mereplika parfum Puspa Ananta Jati kehilangan pekerjaannya di Attarwala. Dan dia mempunyai kontrak seumur hidup dengan Kemara-perusahaan milik Raras Prayagung.

Beda lagi dengan Tanaya Suma, gadis yang dibesarkan Raras Prayagung ini juga memiliki penciuman seperti Jati, tapi Suma memiliki masalah dalam pengendaliannya.

Petualangan dan perjalanan mencari puspa karsa bukanlah hal yang mudah. Banyak hal yang harus harus dikorbankan. Ini cerita tidak sederhana yang melibatkan keluarga, darah, dan cinta.

Puspa Karsa dan Aroma. Apakah Jati dan Suma bisa menemukannya?

.

.

Buku kedua ibu suri yang saya baca dan sampai sekarang masih gagal move on untuk cerita ini.

Novel yang tebalnya dua kali lipat dari novel biasa dan ini sebuah maha karya. Novel ini benar-benar gila dengan menyajikan ide yang luar biasa. Ibu suri benar-benar menghadirkan sebuah maha karya yang setiap halamannya menyajikan misteri.

Dari awal saya membaca halaman pertamanya saya sudah jatuh cinta. Konsep dan idenya sangat menarik. Dengan berbagai aroma dan nama-nama kimia disetiap lembarnya novel ini tetap ringan dan mudah dibaca meskipun terkadang tidak tahu artinya. Diksi yang digunakan juga membius pembaca. Seperti terdapat narkoba disetiap lembarnya membius dan menimbulkan candu untuk meneruskannya.

Terdapat bahasa jawa kuno yang membuat saya berdecak kagum. Riset yang digunakan untuk aroma karsa ini benar-benar detail banget. Latar dan setting juga sangat detail sekali.

Tokoh yang ada di Aroma Karsa ini sangatlah banyak tapi karakternya kuat semua. Tidak ada yang tidak kuat dalam novel ini, kita diajak berpetualang dan memahami kehidupan lewat karakternya. Jati dengan kerja kerasnya, Suma dengan keras kepala, dan Raras dengan ambisinya. Semua kuat dan konsisten dari awal hingga akhir.

Keseluruhan cerita, novel ini sangat apik dalam pengemasannya. Tulisan ibu suri sudah tidak perlu diragukan lagi kepiawaiannya. Desain kover nya juga sangat indah dan mengambarkan apa itu purpa karsa.

Pesan moral yang ingin disampaikan penulis juga ngena. Kita perlu banyak bersyukur atas apa yang telah kita dapatkan selama ini. Selain itu novel ini meskipun fantasi tapi ada sisi realita yang ingin disampaikan penulis.

Overall, novel ini sangatlah layak untuk dibaca. Fantasi yang menantang dibumbui dengan romansa yang manis, membuat siapa saja yang membacanya menjadi tergila-gila.

Berikut beberapa quote yang saya sukai dari novel Aroma Karsa.

“…parfum bukan masalah kuantitas, melainkan kualitas. Loyalitas.” -p.213

“Orang-orang paling berbakat adalah jenis yang paling susah diurus.”-p.246

Kalau wewangian bisa berbicara, suaraku pasti sudah habis menyapa mereka satu demi satu. -p.263

“Jangan jadi seperti saya. Kamu punya semua yang saya tidak punya.”-p.354

“Kita sama. Kalau aku bisa, kamu juga bisa.” -p.372

“Kalau kamu kuat di sini, kamu akan kuat di mana pun.”-p.383

“Semua yang berharga dalam hidup ini datang dengan risiko besar.” -p.431

“Kadang-kadang ada perasaan yang datang tanpa penjelasan.” -p.432

Banyak sekali quote yang saya sukai karena penulis benar-benar pandai dalam merangkai diksi.

 

(Teks: https://perpuskeciltasya.wordpress.com/)