[ CERMIN ] Mudik Kembali

Mudik, bertahun-tahun sudah aku melakukan ritual sakral itu. Memang selayaknya sudah menjadi kewajibanku sebelum hari raya. Barang sehari dua hari pulang ke kampung halaman. Walaupun kampungku tidak seperti halaman.

Manusia sebenarnya kalau dipikir tak pernah bergerak barang se-inci pun. Disalah satu pelajaran yang identik dengan Einstein menyebutkan bahwa benda itu dikatakan bergerak apabila berpindah kedudukan dari posisi sebelumnya dan tidak kembali ke titik awal.

Tapi begitulah kehidupan kita bung, akan selalu kembali sekeras apapun kita mengelaknya. Setiap perantauan yang dilalui akan selalu bernilai nol jaraknya. Tapi yang berharga adalah pengalaman dan ilmu yang kita dapatkan selama perjalanan itu. Tak ‘kan bisa ditukar se-sen pun.

Mudik kali ini, semuanya sudah kupersiapkan dengan sangat baik. Mengingat tahun depan aku tak bisa mengulangnya lagi. Aku berencana menetap disana. Tapi tetap saja aku dikatakan tidak akan pernah bergerak, memang itu realitanya.

Hatiku telah mudik terlebih dahulu, sedetik yang lalu. Kini, di sudut kota tua yang terkunci rapat dia menungguku menjemputnya. Sedetik kemudian akupun mudik menyusulnya, kembali ke titik awalku, bersama hembusan nafas dan derik jantung terakhir. Berhias gaun putih polos yang membalut dari kepala hingga ujung kaki.
********
Sumber gambar : https://wallpaperscraft.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *