Insting Matahari Jenna

Insting Matahari

Kutulis sendiri memoar tentang angin

Pada relief udara yang basah oleh aklamasi naluri

Juga pada barisan mimpi yang tergambar pada garizah kalbi

Insting matahari

Angin tak pernah gelisah

Di dadanya kucium wangi kesturi

Karenanya aku tak lagi gail

Untuk tetap menyematnya dalam-dalam, di dalam gelada hati

Dialah sang angin

Adalah dia yang kucintai sejauh matahari

IMG_20151030_170023Ketika semua sudah rencana pernikahan bersama Satura telah disusun Jenna, tapi takdir berkata lain. Apakah ini karena Jenna tidak mendengarkan kata-kata Kakeknya? Apakah ini karena perhitungan hari weton Jenna dengan Satura berbeda? Apakah itu semua yang menyebabkan pernikahannya bersama Satura terancam?

Susan: Mengaku Penakut tapi Nekat Menulis Cerita Horror

Susan dan Adam TNT

Mengaku sebagai orang yang sangat penakut, tak membuat Susan kalah dari tantangan Bentang Pustaka untuk menulis cerita traveling nonfiksi. Bagi Susan, jika ada kejadian ganjil yang ia alami selama traveling, dirinya berusaha mengubur memori itu dalam-dalam. Namun kali ini, Susan merasa tertantang untuk membuat tulisan yang keluar dari zona nyamannya. Maka, sepakatlah Susan bersama Trinity dan delapan travel writer lainnya menulis buku The Naked Traveler: Anthology Horror.

Dalam buku terbarunya, Susan menuliskan kisah horror yang ia alami saat berada di sebuah Gua di Bukit Lawang, Sumatera. “Kejadiannya pas saya nemenin Adam waktu dia nulis travel guide tentang Sumatera. Kebayang lah ya, di sebuah gua yang gelap, yang biasanya tidak tampak bisa tiba-tiba menampakkan diri,” tuturnya bergidik.

Memang menjadi hal baru yang menyenangkan bagi Susan menulis perngalaman travelingnya yang berbau horror, tidak melulu tulisan tentang perjalanan yang praktis informatif. Sebuah tantangan bagi dirinya mengembangkan detail cerita hingga pembaca bisa ikut merasakan suasana horror yang ia tulis. “Penasaran kan? Simak deh kisah lengkapnya dalam The Naked Traveler: Anthology Horror,” pungkasnya.

@fitriafarisa

[Part I] #TipsAlaNVO: Tips Ampuh Bersosialisasi di Belanda!

Tips SosialisasiSELAMAT HARI SUMPAH PEMUDA!

Indonesia sudah dikenal oleh orang asing dengan “Kebiasaan Ngaret”-nya nih. Sebagai pemuda, yang katanya agent of change, seharusnya hal-hal ini dihindari, apalagi kalau berhubungan dengan orang asing. Kalau bisa, diubah saja sekalian. Tapi ya itu, kalau bisa. Untungnya, Negeri Van Oranje punya “TIPS AND TRICK” yang ampuh agar pemuda Indonesia tidak salah langkah dalam bersosialisasi dengan warga asing nih. Terutama warga Belanda.

Pertama: Jangan pernah datang terlambat!

Hal ini seharusnya sudah tidak asing lagi di telinga pemuda Indonesia kalau orang-Indonesia-tuh-punya-kebiasaan-ngaret. Pernah tidak kamu berhadapan dengan:

Bule: “How long the coffee will be ready?”

Pribumi: “It’s about fifteen minutes, Lady.

Bule: “WhoaFifteen minutes in Indonesia is 30 minutes!”

Untuk hal-hal seperti ini, harap dihindari ya, Pemuda.

Kedua: Jangan lupa klarifikasikan undangan yang kamu terima!

Di Belanda, kamu bisa menerima undangan receptie atau makan malam. Apabila kamu diundang receptie (resepsi) kamu hanya akan mendapatkan makanan dan minuman ringan. Jangan sampai kamu mengambil makan malam. Karena bisa jadi, itu makan malam milik orang lain!

Ketiga: Jangan lupa makan sebelum kondangan!

Jangan berharap undangan yang kamu terima di Belanda akan sama dengan undangan yang kamu terima di Indonesia. Bagi Penggila Gratisan, berpikir dua kali untuk memimpikannya. Tidak semua undangan kamu akan diberikan makanan gratis. Maka dari itu, daripada cacing di perut kamu berbunyi saat undangan, sebaiknya kamu makan dulu sebelum kondangan.

Keempat: Jangan malu untuk memperjelas porsi kamu!

Di Belanda tidak seperti di Indonesia yang kamu bisa basa-basi untuk mendapatkan porsi banyak, atau bersikap ga enakan makanya kamu makan porsi sedikit. Orang Belanda, yang mengundang kamu makan malam tentunya, pasti akan menanyakan seberapa besar porsimu. Ini bukan hal yang kurang sopan, orang Belanda melakukan ini karena mereka tidak suka apabila makanan mereka sisa atau tamu undangannya kelaparan. Jadi, jangan malu-malu memperjelas porsi makan malam kamu daripada kamu malu-maluin.

Kelima: Jangan lupa bawa UANG!

Kalau kamu datang ke undangan, jangan harap di situ gratis, dan jangan berharap orang Belanda cukup ramah untuk langsung ngebayarin kamu. Jadi daripada kaku sendiri, sebaiknya membawa uang.

 

@Leovita_A

[Brave New World] Alfa atau Epsilon?

Brave New World Bentang Pustaka“Oh, tidak, aku tidak mau bermain dengan anak-anak Delta. Dan, anak Epsilon masih lebih buruk. Mereka begitu bodoh sampai tak bisa baca tulis.” – Brave New World.

Brave New World adalah sebuah karya fenomenal di era Perang Dunia I, di mana Aldous Huxley memiliki pemikiran bahwa manusia terkadang didesain untuk mencintai takdirnya yang terelakkan. Bahkan, dalam bukunya, ia menceritakan bahwa manusia sudah diciptakan untuk masuk ke kelasnya masing-masing sejak bayi dengan proses yang dinamakan hypnopaedia.

Proses itu mengklasifikasikan manusia ke dalam 5 kelas. Kelas Alfa, Beta, Gama, Delta, dan Epsilon. Mereka sengaja dibentuk agar saat dewasa ada yang mampu menjadi Kontrolir Dunia dan ada yang mau menjadi tukang bersih-bersih toilet.

Perbedaan itu mereka ciptakan dengan pemberian kadar oksigen sewaktu manusia masih janin. Hanya diperlukan 75% kadar oksigen untuk menciptakan seorang Epsilon. Dan semakin pintar individu tersebut, maka akan semakin banyak kadar oksigen yang diberikan pada janin tersebut.

Kelas yang buruk dimulai dari kelas Gama. Mereka bodoh. Namun yang lebih parah dari Gama adalah Delta, kemudian Epsilon. Mereka bahkan tidak bisa melakukan baca tulis karena terlalu bodoh. Dan menjijikan. Mereka dipakaikan warna hitam. Warna yang menjijikan.

Yang terpintar adalah kelas Alfa. Dengan kepintarannya, mereka mampu melakukan hal-hal yang berat. Dan bersyukurlah kamu yang Beta. Kamu tidak bodoh dan tidak melakukan hal-hal yang berat.

Jadi, kelas apakah kamu?

 

 

L. Augusteen.

[English Version] The Maze Runner, The First Series that will Make You Wanna Run!

Started with Thomas in a dark box that rattled him up and down, left and right, which brought him to unknown place. Then from this point, Thomas’ life’s gonna change.

After the whirled shaking from all directions, a glimmer shine came from his above, blinded his eyes for awhile. Created shadows of people over him. Then he realized, he came to the only-for-boys place, due to only boys settled in this place.

Alby, a leader of this bunch of teenage boys, was the first person who approached him. As a “Greenie”, a special name from Thomas who just arrived in the place and still didn’t understand what to do, then he met with other kind boys; Newt, Minho, and Chuck.

Chuck was Thomas’ information source. He knew the details in Maze was from Chuck. Even he knew threats in Maze, such as Grievers and WCKD, from Chuck.

And here was the point of Thomas’ and Gladers’ life changing!

This novel was authored by James Dashner and first published in Indonesia in 2011. This novel tells us about how Thomas and Gladers finds out their way to escape from Maze with only their ability to run, they need to face Grievers.

The story full of “running” words that would make you wanna run! James Dashner used chronological plot so it can be easily understood. This is the right novel for you who want to read it FAST!!!

By the way, this novel was filmed in last September. For you who are loving-if-movie-same-as-the-book, then you need to be ready! Because The Maze Runner between movie and novel was almost different. Let’s say, 50% different.

And here are the differences between The Maze Runner in movie with in novel:

Gally was already hate Thomas since the first meeting

But in movie, the first meeting of Gally and Thomas was going very well. Gally hated Thomas due to his bad memories of Thomas. At the first, Gally didn’t know why he hated Thomas, but throughout the story, he realized the reason why he hated Thomas.

Theresa had Telepathy

Even she didn’t need to meet with Thomas to know about his matter, just telepathy it. But unfortunately, it wasn’t exist in movie.

Grievers was like a snail, not like a scorpion

Yeah, you can find out this in the novel. It was slow, slimy, and moved like a robot.

Easy! If there are lot of differences in here, between the movie and the novel, but the movie is actually tensed with threats. Like a fast-moving Grievers, and etc.

The point is the movie and the novel are HIGHLY RECOMMENDED for you!

 

*source: leovitaagusteen.blogspot.com

Bertemu Dwitasari, Ratusan Fans Histeris

20151025_190017

Dwitasari, penulis buku Raksasa dari Jogja, Jatuh Cinta Diam-Diam, dan beberapa lainnya, baru saja menggelar Meet and Greet di tiga kota sekaligus. Berlangsung di Semarang (23/10), Solo (24/10), dan Yogyakarta (25/10), rangkaian Meet and Greet Dwitasari sekaligus menjadi ajang promosi buku terbarunya, Memeluk Masa Lalu.

“Memeluk Masa Lalu bercerita tentang Cleo dan Raditya yang bertemu di bus selama 18 jam dalam perjalanan menuju Jogja, yang kemudian saling berbagi cerita dan cita-cita, hingga keduanya saling jatuh cinta. Mereka lantas harus berpisah, tak tanggung-tanggung, tiga tahun lamanya,” bocor Dwita saat ditemui di Meet and Greet Yogyakarta, Minggu (25/10). “Mereka lantas bertemu lagi, dalam keadaan yang sangat berbeda. Pedih, mereka juga tak menemukan jalan untuk bersama,” tambahnya. Buku terbaru Dwita ini sampai sekarang masih tersedia dalam bentuk ebook dan bisa didapatkan di Google Play Book. Sementara versi cetaknya, Bentang Pustaka sebagai penerbit menargetkan novel Memeluk Masa Lalu meluncur di pasaran akhir tahun ini.

Lebih dari 100 penggemar Dwita di setiap kota meramaikan acara Meet and Greet. Tak hanya memberi bocoran Memeluk Masa Lalu, Dwita juga mengajak penggemarnya sharing ilmu dan pengalaman kepenulisan, menyanyi bersama, hingga curhat bersama dan book signing. Penggemar Dwita histeris dan mengaku senang dapat bertemu dengan penulis favoritnya yang selama ini dikenal misterius.

“Seneng banget akhirnya bisa ketemu sosok asli Kak Dwita. Selama ini cuma ngikutin akun sosial medianya dan baca novel-novelnya, eh sekarang bisa ketemu langsung dan orangnya asik dan ramah banget!” aku Rina, salah seorang penggemar Dwita.

@fitriafarisa

Andri Rizki Putra: Keberhasilan Berawal dari Kejujuran

Andri Rizki Putra (paling kanan), dalam acara Think and Act: Dare to be Different, Sabtu (24/10).
Andri Rizki Putra (paling kanan), dalam acara Think and Act: Dare to be Different, Sabtu (24/10).

Berawal dari rasa trauma terhadap praktik kecurangan yang terang-terangan dilakukan di sekolahnya, Andri Rizki Putra membuat langkah besar dengan memutuskan berhenti sekolah. Kiki, begitu ia akrab disapa, mendapat dukungan penuh dari orang tua untuk berhenti sekolah. Sama sepertinya, orang tua Kiki adalah sosok yang amat menjunjung tinggi kejujuran.

Kiki sendiri sebenarnya adalah siswa yang cerdas dan selalu unggul di sekolahnya. Ia merupakan pribadi yang suka sekali belajar. Buku dari banyak sumber ia kumpulkan, ia baca, ringkas, dan kemudian diketik ulang menjadi buku versinya sendiri untuk belajar. Selepas berhenti sekolah, pun tak membuat Kiki berhenti belajar. Ia bertekad untuk membuat sistem pendidikan versinya sendiri, yang mengutamakan kejujuran di atas segalanya.

“Pendidikan bisa mengubah karakter seseorang menjadi lebih baik dan berintegritas,” tegasnya saat ditemui di acara Think and Act: Dare to be Different yang digelar Family Supporting Group Tunas Bangsa Yogyakarta, Sabtu (24/10).

Dengan tekad kuat dan perjuangan yang gigih, pada September 2012 Kiki akhirnya berhasil mendirikan Yayasan Pemimpin Anak Bangsa (YPAB), organisasi non-profit yang menyelenggarakan pendidikan kesetaraan program Paket A (Setara SD), Paket B (Setara SMP), dan Paket C (Setara SMA). Ia membina orang-orang yang putus sekolah untuk menuntaskan pendidikan tanpa memungut biaya apa pun. “Yang pasti, saya selalu menomor satukan kejujuran dalam membangun YPAB,” katanya.

Langkah yang dilakukan Kiki ini merupakan upayanya untuk mengajak orang lain berubah menjadi lebih baik. Bagi Kiki, seseorang tidak bisa memaksakan kehendak orang lain, “semua harus diawali dari diri sendiri”. Berkat pencapaiannya yang gemilang, penulis buku Orang Jujur Tidak Sekolah ini mendapat penghargaan Kick Andy Young Hero 2015. “Keberhasilan itu bukan karena kepintaran, tapi percayalah, semua berawal dari kejujuran,” katanya mantap.

@fitriafarisa

Hiy! Tersesat dalam Kastil Edinburgh

vabyo

Mendapat kesempatan menulis cerita horor bersama Trinity dan delapan penulis lainnya tak disia-siakan oleh Valiant Budi Yoga, atau akrab disapa Vabyo, untuk ikut menyumbangkan pengalaman horornya dalam buku The Naked Traveler: Anthology Horror. Hobi traveling membuat Vabyo menyimpan banyak cerita menarik, termasuk cerita seram saat bepergian.

Dalam bukunya, Vabyo menuliskan pengalaman saat traveling ke Skotlandia. Ia sempat mengunjungi Kastil Edinburgh, salah satu tempat yang masuk dalam jajaran tempat terseram di dunia. Menurut Vabyo, kastil ini konon dibangun atas dasar cinta si pendiri untuk sang ibunda. Tetapi, seiring berjalannya waktu, terjadi banyak penghianatan dan pembantaian. “Kalo untuk saya, yang terseram justru bukan kastilnya, tetapi sosok yang sempat saya temui tiba-tiba di dalam kastil!” bocornya. Vabyo juga mengaku, dirinya bahkan sempat tersesat dalam kastil.

Tak hanya sekali Vabyo mengalami pengalaman ganjil dalam perjalanan. Oleh karenanya, ia mengaku tak kesulitan menulis The Naked Traveler: Anthology Horor. “Tapi, buat saya, kisah horror gak cuma sekadar menakut-nakuti belaka, tetapi bagaimana agar tulisan bisa membuat pembaca memahami diri secara utuh plus belajar sejarah.”

@fitriafarisa

Blog Tour Sudut Mati

BlogTour Sudut MatiDalam rangka membenahi Grup Prayogo, Titan bekerjasama dengan Bentang Pustaka mempersembahkan:

“BLOG TOUR SUDUT MATI”

Dari tanggal 25 Oktober s/d 14 Oktober 2015, berikut nama-nama blogger yang dibawakan misi tersebut:

25 Oktober s/d 31 Oktober 2015. Nurina Widiani. @KendengPanali. kendengpanali.blogspot.co.id.

1 November s/d 7 November 2015. Desti Nugrainy. @destinugrainy. Destybacabuku.wordpress.com.

8 November s/d 14 November 2015. Ariansyah. @ariansyahABO. ariansyahabo.blogspot.co.id.

DAN DAPATKAN REWARD DARI TITAN BERUPA GIVEAWAY NOVEL SUDUT MATI SETIAP MINGGUNYA!

Tentang Sudut Mati

Titan kembali dari Amerika Serikat setelah delapan tahun, tepat ketika Grup Prayogo milik ayahnya sedang krisis dan membutuhkan bantuannya. Selain kesulitan dalam urusan bisnis, ada ancaman dari kompetitor jahat, Ares Inco, yang memiliki keinginan menghancurkan keluarga Prayogo untuk selamanya.

Namun Titan tak hanya menghadapi itu. Kakaknya, Titok, tak suka tersaingi olehnya di dalam Grup. Adiknya, Tiara, justru menikah dengan putra mahkota musuh. Dan mungkin ia juga telah membawa kekasih yang dicintainya ke dalam bahaya.

Titan harus menghadapi itu semua. Sementara, tanpa ia ketahui, seorang pembunuh dengan kode “Si Dokter” mengintai dan menunggu saat tepat untuk ikut campur  ke dalam urusan mereka.