Paket Buku Menjadi Wirausaha Kreatif

Tahun 2016 diterapkan MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN). Artinya perekonomian di ASEAN akan semakin terintegrasi. Implikasinya semakin ketat persaingan antar-tenaga kerja di ASEAN. Tenaga kerja Indonesia tidak hanya bersaing dengan tenaga kerja di Indonesia namun dengan tenaga kerja dari negara-negara anggota ASEAN lainnya. Sedangkan masalah pengangguran di Indonesia sendiri tidak kunjung usai dari tahun ke tahun. Continue reading “Paket Buku Menjadi Wirausaha Kreatif”

Tafsir Sosiologis Tolikara

Kartu Lebaran BentangHampir dua pekan lalu, saat Hilal terlihat di ufuk Barat pada senja hari kamis tanggal 16 Juli, Umat islam secara mufakat menyongsong  bulan baru Syawal, sekaligus mengakhiri puasa Ramadhan selama sebulan penuh. Gelombang takbir dan suka cita menyambut hari kemenangan atas aneka godaan itu merayap cepat di semua pulau tak terkecuali pulau paling timur, Papua. Sayangnya, sebuah peristiwa di Tolikara sedikit menginterupsi kerukunan antariman lalu memanas di media sosial sebelum fakta dan data terhadap peristiwa itu muncul terang benderang ke hadapan kita. Continue reading “Tafsir Sosiologis Tolikara”

Kesederhanaan Cinta Ayah

Pernahkan Anda melihat Ayah Anda berkeluh kesah mengenai pekerjaannya? Pernahkah Anda melihat Ayah Anda putus asa karena membiayai Anda? Atau pernahkah Anda menyaksikan Ayah Anda menangis di depan Anda?

Seperti yanAyah - Andrea Hiratag digambarkan Andrea Hirata dalam karyanya yang berjudul Ayah, mengisahkan perjalanan hidup seorang Sabari, sang Ayah, yang amat mencintai Marlena sejak tes awal masuk sekolah menengah atas. Cinta Sabari terhadap Marlena ini seolah tak lekang oleh status Marlena yang suatu saat hamil di luar nikah. Bahkan dengan tulus, Sabari menawarkan diri untuk menjadi suami Marlena.

Zorro, anak Marlena, dan bukan anak biologis Sabari, pernah ditinggal ibunya karena perceraian dengan ayahnya. Namun Sabari, karena saking besar cintanya pada Marlena, menganggap Zorro adalah kehadiran Marlena hingga mau berbuat apa pun untuk membahagiakan Zorro. Sekali pun dia harus melukai kakinya dan kalah dalam perlombaan maraton yang rencana awalnya, jika ia menang, akan ia berikan piala besarnya itu pada Zorro.

Cinta Sabari, sebagai seorang ayah, sangat sederhana. Sesederhana ia menggambarkannya dalam tiga tahap.

“Ingat Boi, dalam hidup ini semua terjadi tiga kali. Pertama aku mencintai ibumu, kedua aku mencintai ibumu, ketiga aku mencintai ibumu,” – Sabari.

Begini Langkah Membeli Ebook

Bentang Pustaka kini menyediakan alternatif baru bagi anda penggemar buku. Tak hanya hadir dalam buku cetak, Bentang Pustaka kini menyediakan buku versi digital, atau ebook. Untuk anda yang lebih mengutamakan efisiensi waktu, kepraktisan, dan efisiensi dana, ebook menjawab semuanya. Yuk simak langkah-langkah membeli ebook berikut!

Membeli Ebook Menggunakan Credit Card atau Debit Card

Cara membeli ebook cc (1)

1. Buka Google Playstore, temukan ebook yang akan dibeli

IMG-20150710-WA0005

2. Pilih buy/ continue

IMG-20150710-WA0013

3. Pilih metode yang digunakan, debit card atau credit card

IMG-20150710-WA0009

4. Masukan nomor debit card/ credit card

IMG-20150710-WA0004

5. Masukan nomor expire date dan cvc debit card/ credit card

IMG-20150710-WA0010

6. Isikan data diri lengkap, klik save

IMG-20150710-WA0011

7. Ebook berhasil dibeli, klik open

IMG-20150710-WA0001

8. Ebook siap dibaca

IMG-20150710-WA0015

Membeli Ebook Menggunakan Pemotongan Pulsa

Cara membeli ebook pulsa (1)

1. Buka Google Playstore, temukan ebook yang akan dibeli

Screenshot_2015-07-10-13-41-16

2. Pilih buy, lalu pilih metode potong pulsa (pilih “Enable XL/ Axis/ Indosat billing”)

Screenshot_2015-07-10-13-45-16

3. Isikan data diri lengkap, dan klik save

Screenshot_2015-07-10-13-44-26

4.  Pastikan data diri terisi lengkap dan benar, lalu klik accept

Screenshot_2015-07-10-13-45-01

5. Ebook berhasil dibeli, klik open

Screenshot_2015-07-10-13-48-01

6. Ebook siap dibaca

Screenshot_2015-07-10-13-48-33

Selamat bertransaksi! Selamat membaca!

Dian Sastro Rela Berjilbab Demi Mencari Hilal

dan sastro
Dian Sastro di sebuah postingan di akun IG @therealdisastr

Aktris bertalenta nan rupawan, Dian Sastrowardoyo, tak kuasa menahan emosinya usai menonton preview film Mencari Hilal. Dian Sastro yang menonton bersama tokoh-tokoh seperti Alwi Shihab, Haidar Bagir, dan Leila Chudori itu memuji setinggi langit film yang dibintangi aktor kawakan Deddy Sutomo, Torro Margen, dan aktor/aktris muda seperti Oka Antara, Eritrina Baskoro.

Tidak cukup hanya memuji Dian Sastro bahkan menyatakan siap untuk bermain di film sejenis yang diproduksi oleh Mizan Production ini. “Kalau untuk film sebagus ini, saya siap mainkan karakter berjilbab”, katanya ibu beranak satu dua ini.

Lebih lanjut di akun Instagramnya Dian mengatakan, “aku jatuh cinta sama film ini😍😍😍😍😍😍😍❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️ film ini indah dari segala sisi…, cara berceritanya, musiknya, komposisi gambarnya, semua dihadirkan dengan nafas sederhana yang tidak pretensius. Dalam film ini kita diajak untuk mengapresiasi keindahan-keindahan kecil dalam hidup ini, kadang tak terlihat, tapi justru terasa.. Seperti: cinta seorang bapak kepada anaknya, anak kepada bapaknya, keindahan toleransi beragama di negeri yang bhinneka, keindahan permintaan maaf dan pengampunan, keindahan tentang perbedaan pendapat dan pengertian. Di saat film lain menjajakan aktris aktris cantik ‘pemanis gambar’, dan kisah cinta picisan, film ini justru berhasil menyentuh hati saya tanpa adanya semua itu. Aku bener2 menganjurkan kita semua nonton film ini, terutama bagi yang sedang berpuasa.. Saya bangga Indonesia bisa bikin film religi yang seperti ini.., yg bisa mengajak saya yg sedang berpuasa introspeksi dan melihat ke dalam.., dimana ‘hilal’ di dalam diri kita masing2? “Fitrah hanya ditemukan melalui perjalanan…” Dan saya juga terenyuh mendengar Official Soundtrack nya “Mencari Hilal” oleh Sabrang Damarpanuluh di penghujung film, saya benar benar tersentuh mendengar liriknya: “menemukan tidak selalu diawali dengan ‘mencari’…” Selamat menjalani perjalanan menuju fitrah teman teman.. Film ini perlu sekali ditonton!!!!”

***

Film yang berdurasi 94 menit ini berkisah tentang Mahmud (60 tahun) yang berkeyakinan tak ada yang lebih mulia selain tulus berjuang menerapkan perintah Islam secara kaffah dalam semua aspek hidup. Bertahun-tahun lamanya Mahmud berdakwah agar setiap orang percaya bahwa Islam adalah satu-satunya solusi semua persoalan hidup.

Sayangnya semangat Mahmud tercederai saat mendengar isu sidang Isbat Kementrian Agama yang menelan dana sembilan milyar untuk menentukan hilal. Realita itu membuatnya teringat lagi tradisi mencari hilal yang dilakukan pesantrennya dulu. Sebuah tradisi yang tak berjalan lagi sejak pesantrennya bubar puluhan tahun lalu.

Mahmud ingin mengulang tradisi itu untuk membuktikan kepada semua orang bahwa ibadah tidak dibuat untuk memperkaya diri. Hilal bisa ditemukan tanpa harus menelan biaya milyaran.Sayangnya upayanya itu terhalangi oleh anaknya. Mereka mengkhawatirkan kesehatan Mahmud yang menurun.

Mahmud bersikeras pergi. Mahmud boleh pergi hanya jika ditemani Heli (28), anak bungsunya yang sejak lama pergi dari rumah karena selalu bertentangan dengannya.Heli, aktivis lingkungan hidup, kerap membuat Mahmud gerah dengan kritik sekuler liberal yang menurutnya sesat.

Heli terpaksa menuruti permintaan kakaknya yang bekerja di kantor imigrasi, agar membantunya mengurus paspornya yang kadaluarsa bertepatan dengan libur lebaran. Dia butuh secepatnya keluar negeri membantu para aktivis dunia berjuang melawan perusakan lingkungan di Nicaragua.

Mencari-Hilal

Pemutaran perdana film Mencari Hilal akan dilakukan serentak di bioskop-bioskop di Indonesia tanggal 15 Juli 2015.

Kompetisi Surat Untuk Ayah

Poster Surat untuk Ayah

Bentang Pustaka mempersembahkan Surat untuk Ayah.

Tuliskan surat untuk Ayahmu dalam selembar kertas, boleh diketik maupun tulis tangan, dan sajikan semenarik mungkin.

Lampirkan suratmu dengan bukti pembelian novel Ayah karya Andrea Hirata yang asli beserta satu lembar fotokopi kartu identitas (KTP/Kartu Pelajar/SIM).

Kirim karyamu pada 10 Juli s/d 10 Agustus 2015 dicap pos ke Jalan Plemburan No. 1, Pogung Lor, RT 11 RW 48 SIA XV, Sleman, Yogyakarta, 55284.

Pemenang akan mendapatkan:

1 Pemenang Utama mendapatkan paket liburan ke Belitung dan menghadiri Festival Laskar Pelangi (28-29 Agustus 2015) untuk 2 orang.

3 Pemenang Favorit mendapatkan T-shirt Ayah.

Tunggu apa lagi? Ayo segera kirimkan karyamu dan berikan yang terbaik untuk Sang Ayah!

Untuk informasi lebih lanjut:

Twitter   : @bentangpustaka

Tenggelamlah Bersama Darklit!

tujuh darklitApa yang kamu pikirkan tentang kematian? Sepi, kosong, mati.

Apa yang kamu bayangkan ketika berjalan sendirian dalam gelapnya malam? Sekelabat makhluk-makhluk tak nampak mengintai di sudut-sudut seram.  Siap menerkam kapan pun mereka mau. Awas! Jangan menoleh ke belakang! Atau mereka akan meraung dan menunjukkan bentuk rusaknya dengan kuku-kuku tajam. Lalu mengejarmu tanpa ampun dan siap mencabik dengan kejam. Maka, disaat itulah matamu akan membelalak, kerongkonganmu akan tercekat, dan tubuhmu akan terpatri dengan telak. Serta napasmu kian memburu tak keruan, dan kamu hanya bisa terdiam dengan lidah yang kelu. Disudutkan dengan semena-mena dan kemudian, hilang.

Masih kah kamu terbayang kematian? Masih kah ada keberanianmu untuk berjalan sendirian dalam gelap malam?

Tenggelam dan cobalah selamatkan dirimu dalam pekatnya Darklit; Nyawa karya Vinca Callista, Hilang karya Dannie Faizal, Kosong karya Ade Igama (@kisahhorror), Salon Tua karya Christina Juzwar, Stalker karya Donna Widjajanto, Dering Kematian karya Lamia Putri D., dan Mimpi Padma karya Ayu Dipta Kirana.

Dapatkan buku cetak dan ebooknya segera!

FAQs (Frequently Asked Questions) #SuratUntukAyah

Ayah - Andrea Hirata

  • Bagaimana bila bukti pembayaran sudah dibuang/hilang? Apakah tetap boleh mengikuti kompetisi tanpa bukti pembayaran?
    • Kami hanya menerima karya yang dilampirkan dengan bukti pembayaran/pembelian novel Ayah karya Andrea Hirata.

 

  • Apakah bukti pembayaran pembelian novel Ayah Andrea Hirata harus asli?
    • Kami hanya menerima bukti pembelian novel Ayah Andrea Hirata yang asli yang hanya berlaku untuk pengiriman satu Surat untuk Ayah.

 

  • Apakah boleh mengirimkan lebih dari satu karya?
    • Kami tidak membatasi jumlah pengiriman, hanya saja satu karya dilampirkan dengan satu bukti asli pembelian novel Ayah karya Andrea Hirata dan satu lembar fotokopi kartu identitas.

Khilaf dalam Insyaf

Oleh: Candra Malik*

Tidak ada yang dilahirkan sebagai pembenci. Kasih Sayang Ilahi hidup dalam setiap diri. Dan, Kasih Sayang Allah itu Maha Dahsyat. Setiap yang mencintai-Nya merasa dialah yang terdekat dan Rindunya yang paling hebat. Siapa pun tatkala mendekati Kebenaran dan Kesabaran, ia lantas menyadari kesalahan-kesalahannya. Juga merasa mendapat kekuatan baru untuk tidak gegabah, buru-buru, cemas, khawatir, gelisah, dan emosional lagi.

Namun, Lingkaran Keagungan Allah juga membiaskan Cahaya Kenisbian yang memusnahkan segala sesuatu selain Yang Maha Kekal. Segalanya sirna selain Allah. Cara lenyapnya ini yang tidak disangka-sangka. Misal, ketika seseorang berada di radius Sumber Kebenaran, ia tidak hanya menyadari kesalahan-kesalahannya. Pada sisi lain dari dirinya, orang ini juga kemudian merasa lebih beruntung dari orang lain dan mengasihani mereka.

Dari rasa kasihan itu, muncul hasrat menolong orang lain, mengentaskan mereka dari keburukan. Jika tidak hati-hati, ia akan dihinggapi perasaan lebih baik dan lebih benar dibanding orang lain. Pada akhirnya, hati merasa dekat dengan Tuhan, tapi ternyata diri sedang Allah jauhkan dariNya. Na’udzu billah. Ada celah sangat tipis di segumpal darah yang mudah dibolak-balikkan kenyataan dan keadaan. Hati memang tangguh, tapi sekaligus teramat rapuh.

Celah di hati itu mudah disisipi rasa sombong yang sangat lembut. Siapa pun sulit menemukan rasa sombong yang telah diam-diam merayapi hati dan lambat-laut melekat di sana. Padahal, satu noktah kesombongan saja mudah merusak kebaikan-kebaikan lain yang hidup di sanubari. Tidak hanya merasa benar; bahkan lebih benar di antara yang lain, seseorang yang merasa telah mendapat hidayah dari Allah pun lalu merasa dirinya lebih sabar dan bijak.

Sabar menjalani hidupnya yang baru; hidupnya yang sekarang. Merasa bisa menyaring pengalaman hidupnya yang telah lampau sehingga mendapatkan saripati hikmah. Bisa ditebak, ia pun merasa menjadi lebih mumpuni untuk menasihati orang lain. Padahal, bisa jadi, tanpa disadari, ia kini memasuki babak baru dari peperangan melawan diri sendiri dalam wujud ‘musuh dalam selimut’ yang lebih lihai dan ulet, yang lebih sulit diendus dan diidentifikasi.

Tidak ada yang dilahirkan sebagai pembenci, memang. Tapi, jika dengan kebencian gagal, maka setan dan nafsu bisa bersekutu untuk meruntuhkan keimanan manusia lewat cara lain yang lebih lembut lagi. Dan, kesombongan bisa hadir dengan amat sangat lembut — sampai tak lagi terasa. Ia yang telah menunaikan kewajiban dan sunnah ibadah bisa terjerumus di tubir antara syukur dan kufur gara-gara mengutuki mereka yang tidak beribadah, misalnya.

Ia yang merasa telah insyaf, jika tidak pandai-pandai menjaga lisannya, justru bisa terkena penyakit hati yang baru ketika banyak bicara dan mengungkit keburukannya sendiri pada masa silam; kemudian tanpa disadari ia menyindir teman-temannya yang masih khilaf. Ia yang kini merasa hidupnya lebih baik dari sebelumnya mungkin saja justru mengambil jarak dari masyarakat, tak mau tersentuh keburukan lagi, memilih berlindung di balik dalil naqli dan aqli.

Merasa benar dan merasa baik adalah bias dari kesadaran baru sejak merasa salah dan merasa buruk. Rasa tinggi hati gampang dialami siapa pun yang menyentuh kebenaran dan kebaikan. Oleh karena itulah, selayaknya kita tak berhenti untuk senantiasa berhati-hati. Mewasiatkan kebenaran dan kesabaran bukan berarti bebas menuduh orang lain salah dan sampah. Pun berlomba-lomba dalam kebaikan tak berarti boleh menilai orang lain buruk dan terkutuk.

Jika agama adalah kebenaran, maka berhentilah saling menyalahkan. Jika agama adalah kebaikan, maka berhenti pulalah mengungkit keburukan. Dan jika agama adalah kelembutan, berhenti berbuat kekerasan adalah keharusan. Agama itu mudah dan selayaknya memudahkan. Ajaran agama diturunkan Allah untuk manusia, dan oleh karena itu niscaya manusiawi dan tidak akan bertentangan dengan kemanusiaan. Agama itu memanusiakan manusia.

Ia yang merasa benar dan baik justru terpental jauh dari Kebenaran dan Kebaikan itu sendiri. Oleh karena itu, siapa pun yang mendapat kesadaran betapa dirinya bersalah, disarankan padanya untuk menyesali diri dan bertobat. Siapa pun yang memeroleh kesadaran betapa dirinya buruk, ia diharapkan mawasdiri. Cermin adalah dinding terbaik untuk berhenti menilai orang lain dan mulai menilai diri sendiri. Kasihani dan nasihatilah diri sendiri.

Sementara itu, Cahaya Kesucian Allah membiaskan pula kenisbian yang menafikkan siapa saja yang mendekat padaNya. Berdekat-dekatan dengan Yang Maha Suci, siapa pun seketika akan merasa dirinya najis dan hina. Tak akan ada yang merasa suci. Cahaya Kemuliaan Allah membiaskan kefanaan yang memusnahkan siapa saja yang merangsek menujuNya. Sehingga tak ada perasaan selain fakir dan dhaif yang dirasakan oleh setiap hamba.

Perasaan najis dan hina serta fakir dan dhaif yang muncul sewaktu mendekati Allah dalam KedudukanNya sebagai Subhanahu wa Ta’ala, adalah perasaan yang tak bisa dilawan, tak pula berdaya memunculkan perasaan sebaliknya. Ia yang merasa najis dan hina takkan bisa memandang orang lain lebih najis dan hina darinya. Ia yang merasa fakir dan dhaif takkan bisa menilai orang lain lebih fakir dan dhaif darinya. Rasa ini amat kuat melemahkan kesombongan.

Ia yang merasa najis dan hina serta fakir dan dhaif tidak akan berlomba-lomba menjadi suci dan tinggi serta kaya dan kuat. Sekali saja tercelup dalam rasa najis dan hina serta fakir dan dhaif di hadapan Allah, airmata terus-menerus berurai dan sujud takkan bisa selesai. Tutur kata melembut dan nanar mata meredup; tak lagi menghujam ketika mengucap, pun tak lagi menusuk ketika menatap. Ia akan menjadi rendah hati. Dan inilah benih terbaik akhlak mulia. []

Candra Malik, praktisi Tasawuf yang bergiat dalam kesusastraan, kesenian, dan kebudayaan