Indra Sjafri Luncurkan Buku ‘Menolak Menyerah’

TEMPO.CO, Jakarta – Pelatih tim sepak bola nasional usia di bawah 19 tahun (U-19), Indra Sjafri, meluncurkan buku di Yogyakarta, Ahad, 2 Februari 2014. Buku berjudul “Indra Sjafri: Menolak Menyerah (official biography)” ini hanya ditulis selama hanya lima hari. Selain itu diluncurkan juga buku berjudul “Official Story Timnas U-19: Semangat Membatu.”

Indra mengatakan, buku-buku terbitan Bentang Pustaka itu menjadi media penyemangat tim sepakbola nasional di bawah usia 19 tahun itu untuk bisa lolos piala dunia U-19 di Selandia Baru 2015 mendatang.

“Jangan tanya apakah Indonesia bisa menyaingi Jepang, harusnya dibalik, apakah Jepang bisa menyaingi Indonesia. Kita bangsa yang besar jangan menjadi nomor sekian di Asia,” kata Indra saat peluncuran buku di Hotel UNY, Yogyakarta, Ahad, 2 Februari 2014.

Peluncuran buku itu dihadiri Menteri Pariwisata dan Industri Kreatif Mari Elka Pangestu, Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo, ofisial timnas U-19, serta banyak lagi kolega Indra. Juga dua penulis buku itu Guntur Cahyo Utomo, FX Rudi Gunawan, dan CEO Bentang Pustakan Salman Faridi.

Buku “Official Story Timnas U-19: Semangat Membatu” menceritakan kisah sukses Timnas U-19 ditulis FX Rudi Gunawan dan Guntur Cahyo Utomo. Buku ini memiliki tebal 221 halaman. Sedang buku “Indra Sjafri: Menolak Menyerah” menceritakan kisah hidup Indra Sjafri yang ditulis FX Rudi Gunawan. Tebalnya 188 halaman.

Indra mengatakan, ada anggapan selama ini bangsa Indonesia merasa tidak mampu sehingga tidak pernah bisa tampil di depan sebagai pemenang. Buku ini menjadi salah satu hal yang bisa mendongkrak semangat bangsa Indonesia untuk menjadi yang terdepan. “Pertanyaan wartawan tidak lagi mudah-mudahan Indonesia bisa mengimbangi Jepang atau Korea. Tetapi menjadi mudah-mudahan Jepang bisa mengimbangi Indonesia,” kata dia.

Mari Pangestu mengatakan keberhasilan Timnas U-19 telah menginspirasi banyak pihak untuk menciptakan kreativitas. Antara lain dengan terbitnya dua buku ini. Nantinya, ia sudah meminta para desainer untuk mendesain kaus Timnas U-19. Selain itu juga sudah ada rencana pembuatan film. “Kenapa kami mensupport karena kami bangga dan ini membangun rasa optimisme,” kata dia.

Ia menambahkan, para pemain U-19 juga berlatih di Kota Batu Malang, Jawa Timur. Sedangkan kota Batu menjadi salah satu tujuan wisata. Para wisatawan sangat antusias juga melihat latihan para pemain. “Melihat latihan sepakbola juga menjadi tujuan para wisatawan,” kata Mari Pangestu.

MUH. SYAIFULLAH