Sale!
when breath become air

When Breath Becomes Air

Rp59.000 Rp50.150

 

Pada usia ketiga puluh enam, Paul Kalanithi merasa suratan nasibnya berjalan dengan begitu sempurna. Paul hampir saja menyelesaikan masa pelatihan luar biasa panjangnya sebagai ahli bedah saraf selama sepuluh tahun. Beberapa rumah sakit dan universitas ternama telah menawari posisi penting yang diimpikannya selama ini. Penghargaan nasional pun telah diraihnya. Dan kini, Paul hendak kembali menata ikatan pernikahannya yang merenggang, memenuhi peran sebagai sosok suami yang ia janjikan.

Akan tetapi, secara tiba-tiba, kanker mencengkeram paru-parunya, melumpuhkan organ-organ penting dalam tubuhnya. Seluruh masa depan yang direncanakan Paul seketika menguap. Pada satu hari ia adalah seorang dokter yang menangani orang-orang yang sekarat, tetapi pada hari berikutnya, ia adalah pasien yang mencoba bertahan hidup.

Apa yang membuat hidup berharga dan bermakna, mengingat semua akan sirna pada akhirnya? Apa yang Anda lakukan saat masa depan tak lagi menuntun pada cita-cita yang diidamkan, melainkan pada masa kini yang tanpa akhir? Apa artinya memiliki anak, merawat kehidupan baru saat kehidupan lain meredup? When Breath Becomes Air akan membawa kita bergelut pada pertanyaan-pertanyaan penting tentang hidup dan seberapa layak kita diberi pilihan untuk menjalani kehidupan.

Beli Sekarang

Product Description

Tentang Penulis

PAUL KALANITHI adalah dokter bedah saraf dan penulis. Dia dibesarkan di Kingman, Arizona, dan lulus dari Universitas Stanford dengan gelar sarjana dan master dalam Sastra Inggris dan sarjana dalam Biologi Manusia. Dia meraih gelar master dalam Sejarah dan Filsafat Sains dan kedokteran dari Universitas Cambridge serta lulus cum laude dari Sekolah Kedokteran Yale, tempatnya dilantik menjadi anggota kehormatan perhimpunan kedokteran nasional Alpha Omega Alpha. Dia kembali ke Stanford untuk menyelesaikan pelatihannya sebagai dokter residen dalam bedah saraf dan beasiswa pascadoktoral dalam ilmu saraf, serta menerima penghargaan tertinggi dari American Academy of Neurological Surgery untuk riset. Dia wafat pada Maret 2015. Dia meninggalkan keluarga besar tercintanya, termasuk istrinya, Lucy, dan putrinya, Elizabeth Acadia.

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “When Breath Becomes Air”

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *