Jangan Sepelekan, Komik Karya Anak Bangsa!

Siapa yang tidak kenal Naruto, Doraemon, One Piece, Bleach dan lain-lain. Mereka adalah Manga (漫画), atau yang biasa dibaca Mangga. Manga merupakan sebutan komik dari Jepang atau sebuah teknik penggambaran seperti komik di Jepang. Dan biasanya, sebuah manga akan berkorelasi dengan anime, film animasi khas Jepang. Penggambaran dalam Manga pun berbeda dengan komik-komik lain, ia terlihat lebih halus dan lembut dengan mayoritas warna hitam. Gambaran manga juga sesuai dengan imajinasi si penulis dan tidak diwakilkan, maka dari itu terkadang kita harus menunggu lama untuk komik selanjutnya.

Manga memang sudah sangat dikenal luas oleh masyarakat di Indonesia, bahkan banyak komikus asal Indonesia yang juga sukses membuat Manga yang tak kalah keren dengan Manga Jepang, salah satunya Only Human karya Mukhlis Nur. Komikus Indonesia ini sudah tidak perlu diragukan lagi kiprahnya. Namanya telah banyak dikenal di dalam maupun luar negri. Berbagai penghargaan telah ia sabet, salah satunya melalui komik, Only Human, ia mendapatkan penghargaan 8th International Manga Award, serta memperoleh penghargaan Komik terbaik di Pakoban (Pasar Komik Bandung) 2014.

Komik Only Human karya Mukhlis Nur ini bercerita tentang hilangnya peradaban Manusia. 500 tahun telah berlalu, peradaban manusia telah musnah karena perang bulan. Tak ada lagi manusia yang tersisa. Semenjak Perang, manusia-manusia yang tersisa pun memutuskan untuk bersatu dengan Robot agar mereka dapat hidup selamanya. Mereka membuang semua organ alaminya lalu kemudian mereka menansfer kesadaran mereka ke dalam sebuah robot yang disebut Automa.

Salah satunya Sang Dokter yang bersatu dengan sebuah TV, bersama Yurika robot yang kekuatannya tak terkira, tiba-tiba saja saat sedang membersihkan sebuah gudang mereka menemukan seorang anak manusia di dalam Time Capsule. Seorang manusia terlahir kembali diantara para robot. Namun kehadirannya malah mengundang masalah.
Lalu, bagaimana cara Ely, si bocah ini untuk bertahan?
Semua akan terjawab di dalam komik ini.

Vivekananda Gitandjali