#BWMAuthorsMenjawab: Dear Heart, Why Him?

#BWMAuthorsMenjawab: Dear Heart, Why Him?

Selamat siang, sahabat Bentang!

Masih ingat event #TanyaPenulisBWM yang berlangsung Februari lalu? Para authors sudah memilih dan memilah pertanyaan kalian, guys! Karena pertanyaan yang masuk cukup banyak, authors sampai kelimpungan.Hehehe. Awalnya, jawaban para penulis akan kami posting di akun Official Line Bentang Pustaka. Tetapi, karena cukup panjang, kami pindahkan kemari yaa!

Dan ini dia #BWMAuthorsMenjawab hari ini: Dear Heart, Why Him? karya Haula S!

Q:  Ada rencana difilmkan nggak novel ini? (Qintanadwa_s)

A: Di wattpad juga udah banyak yang nanya gini wkwkwk. Siapa sih yang nggak pengen novelnya di angkat jadi film? Aku sih mau, tapi kalau untuk rencana sih masih belum ada. Gimana kalau kamu doain aja dulu biar DHWH di terbitin terus ntar kalau udah terbit kamu jangan lupa beli wkwkwk(promosi terselubung)

Q:  Dapat inspirasi dari mana bikin cerita ini? Pengalaman temen, pengalaman pribadi, atau cuma imajinasi? (Rima)

A: Nah yang kayak gini juga banyak yang nanya. Pengalaman pribadi? Enggak deh kayaknya wkwkwk, cerita dhwh tuh ada beberapa dari pengalaman temen, ada juga yang dari imajinasi, maklum jomblo kayak aku kan hobinya menghayal wks.

Q: Bagaimana cara membuat mood tetap stabil selama proses menulis? (Lina.)

A: Salah satu masalahku juga ya ini, suka hilang mood untuk nulis. Apalagi kalau capek, sekolah pulang sore abis itu les sampe malem, udah pasti tuh aku liat laptop aja males. Kalau udah gini ya reader di wattpad jadi korban. Sampe sekarang aku juga masih belum tahu gimana caranya biar mood stabil. Tapi manfaatin aja tuh kalau kamu lagi ada mood buat nulis, kamu nulis yang banyak. Misalnya kalau mau post di wattpad nih, kamu bikin aja sekitar 4 atau 5 part terus kamu post satu part dulu. Ntar pas kamu nggak mood nulis kan aman, tinggal post doang. Jadi reader nggak perlu nunggu kamu ada mood nulis dulu.

Note : Sorry buat yang udah nanya tapi pertanyaannya nggak dijawab, nggak mungkin juga semuanya aku jawab kan? wkwkwk. Maaf ya teman-teman, btw makasi  udah berpartisipasi.

Oke, itu dia jawaban dari Kakak Haula S atas tiga pertanyaan tentang Dear Heart, Why Him? sekaligus menutup event #TanyaPenulisBWM kita! Kira-kira siapa yaa 3 pemenang beruntung yang akan mendapatkan hadiah dari Bentang Pustaka? Stay tune ya! ^^

#BWMAuthorsMenjawab: Still Into You

#BWMAuthorsMenjawab: Still Into You

Selamat siang, sahabat Bentang!

Masih ingat event #TanyaPenulisBWM yang berlangsung Februari lalu? Para authors sudah memilih dan memilah pertanyaan kalian, guys! Karena pertanyaan yang masuk cukup banyak, authors sampai kelimpungan.Hehehe. Awalnya, jawaban para penulis akan kami posting di akun Official Line Bentang Pustaka. Tetapi, karena cukup panjang, kami pindahkan kemari yaa!

Dan ini dia #BWMAuthorsMenjawab hari ini: Still Into You karya Yenny Marissa!

Q: Kenapa kakak lebih memilih cerita tentang perjuangan seorang cowok untuk mendapatkan hati sang mantan? Padahal kan lagi trend tuh, cerita badboy yang berubah karena jatuh cinta sama cewek. (Ratna Kumala)

A: Justru itu. Aku ingin membuat sesuatu yang ‘agak’ berbeda, yah walaupun nggak beda-beda banget hihihi. Soalnya udah terlalu mainstream kalo cowok badboy jatuh cinta sama cewek terus dia berubah, padahal di kehidupan nyata (lebih tepatnya di sekitarku), nggak semua badboy bisa berubah sekalipun udah ketemu sama cewek yang bikin dia jatuh cinta. Terus juga aku ingin membuat cerita tentang cowokyang ngejer cewek, soalnya kadang bete sendiri kalo cewek mulu yang ngejer si cowok. Kan kasihan kita sebagai kaum hawa hahaha

Q: Mengapa dari awal nggak dijelaskan kenapa Arkan sama Revi putus? Apakah cerita ini dibuat dari pengalaman pribadi? (Aura Risky)

A: Karena kalo langsung dijelaskan dari awal, ceritanya pasti nggak bikin penasaran :p
Nggak. Cerita ini bukan dari pengalaman pribadi kok. Cerita ini dibuat hanya karena imajinasiku saja. Waktu itu tiba-tiba kepikiran gimana kalo seandainya cowok ngejer-ngejer balik mantannya. Soalnya kalo cerita tentang cowok ngejer-ngejer cewek yang bukan siapa-siapanya kan juga sudah banyak. Jadi kepikiran buat bikin cerita di mana cowok dan cewek yang udah putus terus si cowok minta balikan lagi, terus mereka jadi sering flashback gitu. Nah, sisanya ya bumbu-bumbu biar bikin cerita ini nggak ngebosenin 😀

Q:  Menurut kakak gimana sih bikin karakter yang kuat dan sifatnya nggak ngebosenin? (FenniRahmiP)

A: Menurutku yang pertama adalah imajinasikan karakter yang di kehidupan nyata bisa membuat kamu jatuh cinta. Jadi karena kamu mengimajinasikannya di kehidupan nyata, karakter-karekter itu seharusnya terbentuk tidak berlebihan, soalnya pasti bisa ditemukan sekalipun tidak sering. Yang kedua, baru jabarkan semua karakter dari imajinasi itu pada tulisan kamu dan yang pasti dengan gaya kamu. Udah sih, itu aja menurutku :p

Oke, itu dia jawaban dari Kakak Yenny Marissa atas tiga pertanyaan tentang Still Into You! Kira-kira, nanti #BWMAuthorsMenjawab giliran siapa ya?

#BWMAuthorsMenjawab: After You’ve Gone

#BWMAuthorsMenjawab: After You’ve Gone

Selamat siang, sahabat Bentang!

Masih ingat event #TanyaPenulisBWM yang berlangsung Februari lalu? Para authors sudah memilih dan memilah pertanyaan kalian, guys! Karena pertanyaan yang masuk cukup banyak, authors sampai kelimpungan.Hehehe. Awalnya, jawaban para penulis akan kami posting di akun Official Line Bentang Pustaka. Tetapi, karena cukup panjang, kami pindahkan kemari yaa!

Dan ini dia #BWMAuthorsMenjawab hari ini: After You’ve Gone karya Ardelia Karisa!

Q:  Kenapa milih nulis bareng BWM daripada bikin Wattpad sendiri? (Bilkis Zahra)

A: Karena ditawari lebih dulu sih. Sebelumnya akun Wattpad-ku cuma buat baca-baca aja dan memang nggak tertarik buat cerita di Wattpad karena ngerasa harus update berkala dan itu sulit. Ya semoga ke depannya bisa buat cerita di akunku sendiri ya, jangan lupa follow makanya 😉😂

 Q: Pernah nggak sih menangis saat lagi nulis karena terlalu baper? (Tiya)

A: Kalau sampai nangis sih belum pernah, kalau kebawa perasaan sering. Apalagi kalau pas nulis sedih mood-nya lagi sendu dan kebetulan lagi mendung gitu ya kelar udah.

Q: Setelah tamat, ada niatan untuk dijadiin film nggak? Temanya keren, latar belakang suasana dan karakter ceritanya juga beda banget. Kalau dijadiin film serasa nonton drama Korea kali ya~ (Shania)

A: Terimakasih atas segala pujiannya 😊🙏 Kalau aku pribadi ketika nulis pasti udah bayangin sih kalau bakal diadaptasi ke bentuk nyata gimana ya mood-nya, bahkan intonasi dialog antar tokohnya. Jadi niatan dari akunya sih  udah ada, kan yang sekarang jadi masalah ada yang mau nggak adaptasiin AYG jadi nyata? Hahahaha.

Oke, itu dia jawaban dari Kakak Ardelia Karisa atas tiga pertanyaan tentang After You’ve Gone! Kira-kira, nanti #BWMAuthorsMenjawab giliran siapa ya?

#BWMAuthorsMenjawab: Just be Mine

#BWMAuthorsMenjawab: Just be Mine

Selamat siang, sahabat Bentang!

Masih ingat event #TanyaPenulisBWM yang berlangsung Februari lalu? Para authors sudah memilih dan memilah pertanyaan kalian, guys! Karena pertanyaan yang masuk cukup banyak, authors sampai kelimpungan.Hehehe. Awalnya, jawaban para penulis akan kami posting di akun Official Line Bentang Pustaka. Tetapi, karena cukup panjang, kami pindahkan kemari yaa!

Dan ini dia #BWMAuthorsMenjawab hari ini: Just be Mine karya Pit Sansi

Q: Author bangga nggak ceritanya terpilih dipost oleh Bentang Pustaka?

A: Jawaban yang tepat adalah lebih dari sekedar bangga. Terharu, senang, excited, speechless, unexpeted, semua bercampur jadi satu.Jadi salah satu penulis di akun @beliawritingmarathon ini benar-benar penuh tantangan dan pelajaran. Belajar untuk disiplin dan konsisten dengan deadline, jadi kenal karakter-karakter pembaca yang beraneka ragam, juga termotivasi untuk terus mengembangkan tulisan.Thanks a lot buat tim Bentang Pustaka yang udah kasih kesempatan buatku gabung di project sekeren BWM.

Q: Gimana si cara buat cerita yang setiap partnya bisa ngena banget? Tiap part yang dibaca feelnya dapet. Dan yang aku tahu, ceritanya diupdate dua kali seminggu itu butuh kerja ekstra kan buat alur gitu bagus, belum lagi proses edit kalau ada typonya. (Namanya pakai huruf Jepang)

A: Syukurlah kalo readers bisa merasakan feel di setiap part cerita JBM ini. Menurutku pribadi, untuk menciptakan cerita yang hidup, salah satunya adalah dengan tidak mematikan konflik. Jangan biarkan satu konfik terselesaikan sebelum muncul konflik yang baru. Konflik tidak harus berat, tapi umum dirasakan orang banyak. Dengan tatanan diksi yang mengalir dan apa adanya, bisa buat readers ikut merasakan apa yang dialami si tokoh dalam cerita.

Untuk ketepatan waktu update, memang butuh kerja extra dalam membagi waktu dengan kesibukan lain. Aku rasa, semua penulis punya cara masing-masing untuk tetap konsisten menulis. Dan buatku pribadi, deadline adalah teman terbaikku dalammenulis. Rasanya ada tanggung jawab yang harus dipenuhi dalam setiap deadline, bukan hanya dalam hal menulis, tapi juga pekerjaan yang lain. Selain itu, antusias dan tanggapan para pembaca juga faktor penting untuk melanjutkan cerita ini. Big thanks to all JBM’s readers.

Q:  Menurut Kakak apa sih kelebihan dan kekurangan menulis antara mengunakan outline dan let it flow? JBM sendiri menggunakan yang mana? (Aminatuzzahra)

A: Menurutku, menulis menggunakan outline banyak untungnya. Tulisan jadi lebih tertata, dari pengenalan tokoh, konflik, klimaks sampai penyelesaian masalah. Dan, menulis dengan sistem let it flow juga banyak serunya. Banyak kejutan yang mungkin saja bisa kita munculkan dengan seiring pengembangan ide sambil menulis.

JBM ini mungkin termasuk cerita yang mengalir begitu saja, alias let it flow seperti bahasamu itu. Sebelum mulai menulis cerita ini, aku sudah punya draft kasar isi cerita hingga ending. Tapi belum bisa disebut outline karena belum berurutan dan belum jelas konflik-konflik yang mau ditonjolkan dalam cerita. Dan serunya lagi, baca komentar-komentar pembaca di cerita ini bisa bantu mengembangkan imajinasi. Kita jadi tahu apa yang bisa buat pembaca greget, baper, kesel, dan lain sebagainya. Dan walaupun aku sudah punya gambaran mengenai ending JBM nanti, semua masih bisa berubah seiring pengembangan ide dan imajinasi, yang mungkin saja baru terpikirkan di saat-saat terakhir menuju akhir cerita.

Oke, itu dia jawaban dari Kakak Pit Sansi atas tiga pertanyaan tentang Just be Mine! Kira-kira, nanti #BWMAuthorsMenjawab giliran siapa ya?

Friendzone Alert 1/5: Ada Friendzone di Dapur Cokelat!

Friendzone Alert 1/5: Ada Friendzone di Dapur Cokelat!

“Terkadang, sangat normal mengikuti hati kita. Perasaan kita. Menolak apa yang sebetulnya kita rasakan malah membuat perasaan kita tak keruan.” – Chocolove, Friendzone Alert, @dyprameswarie

Ibiza adalah seorang mahasiswa STPB yang terbiasa membantu Ayahnya di dapur Chocology. Berjam-jam menggilas dan mencetak adonan pai sih sudah menjadi hal yang biasa bagi Ibiza. Namun, Chocology menjadi sangat luar biasa bagi perempuan itu kala Sean datang ke dalam kehidupannya.

Sean adalah seorang chocolatier dari Prancis. Berusia 24 tahun, tinggi badan 185 sentimeter, serta memiliki wajah bak model Uniqlo. Ia didatangkan oleh ayah Ibiza untuk mengajari empat orang chef pastry di Chocology.

Selama berada di Indonesia–khususnya di Chocology, Sean kerap menghabiskan waktu bersama Ibiza. Hingga akhirnya, Ibiza menyadari bahwa ia mulai baper! Uh! Ibiza jadi senang memperhatikan Sean, sesuatu bergejolak dalam dadanya kala Sean menyebutnya cantik, dan ia merasa “aneh” tiap kali Sean menganggap dirinya hanya “teman”. Kyaaa! Friendzone detected!

Kira-kira, gimana ya kelanjutan hubungan mereka? Apa yang terjadi ketika Sean tiba-tiba mengabarkan bahwa dirinya rindu rumah dan akan kembali ke Prancis?

***

Fiuh! Belajar dari kisah Sean dan Ibiza, boleh lah yaa kalau kita menyetujui sebuah ungkapan dalam bahasa Jawa yang berbunyi witing tresna jalaran saka kulina? Dalam bahasa Indonesia, ungkapan tersebut berarti cinta datang karena terbiasa! Sean dan Ibiza terbiasa menghabiskan waktu bersama saat di Chocology hingga Ibiza menyadari perlahan-lahan bahwa laki-laki itu sudah mencuri hatinya!

Status “teman” yang normalnya terdengar menyenangkan dan membahagiakan, dalam situasi seperti ini menjadi sedikit menyebalkan. Sudah kasih perhatian sebesar itu, masa iya cuma dianggap teman? Hehehe. Kan kesel ya? :p

Omong-omong, dari kisah Sean dan Ibiza juga, kita belajar bahwa cinta bisa tumbuh dimana saja, nggak terkecuali di dapur! Tapi, itu berarti…friendzone juga bisa terjadi sama siapa saja, termasuk kamu hihihi :p

Tenang, kalau kamu sedang mengalami friendzone, kamu nggak sendirian kok. Setidaknya, ada 5 kisah dalam #FriendzoneAlert yang akan menyadarkan bahwa kamu bukan satu-satunya korban dari status mengesalkan ini, guys. Kamu sekaligus bisa belajar gimana caranya jadi korban friendzone yang elegan! Hahaha 😀

Oh iya, kamu pasti penasaran kan, gimana akhir kisah Sean dan Ibiza tadi? Tenang (lagi), #FriendzoneAlert akan segera meluncur di toko buku mulai minggu depan! ^^

Halaman 1 dari 41234