Buku

Buku

padang bulang, andrea hirata
padang bulang, andrea hirata

Padang Bulan

IDR 58.000 IDR 49.300

Melalui pergolakan nasib seorang perempuan dan huru-hara kecemburuan, Andrea Hirata kembali memilih sudut yang tidak terduga untuk menampilkan kisah yang inspiratif tentang kegigihan karakter-karakter di dalam novelnya. Novel Padang Bulan bermula dari kisah seorang gadis kecil berusia 14 tahun, Enong namanya, yang sangat gemar pada pelajaran bahasa Inggris, namun secara mendadak terpaksa harus berhenti sekolah dan mengambil alih seluruh tanggung jawab keluarga.



Dengan menceritakan kisah Enong seperti sebuah epos, Andrea berhasil memperlihatkan kepada pembaca kekuatan-kekuatan besar yang tersembunyi di dalam diri manusia, kekuatan yang sering tidak disadari seseorang berada di dalam dirinya. Enong jatuh, bangun, jatuh lagi, dan bangun lagi. Kisah Enong tidak sekadar kisah sebuah keluarga yang sederhana, namun tentang impian seorang anak kecil, tentang keberanian menjalani hidup, dan tentang seorang lelaki yang menjadi berantakan karena tragedi cinta pertama.



Cemburu adalah perahu Nabi Nuh yang tergenang di dalam hati yang karam. Lalu, naiklah ke geladak perahu itu, binatang yang berpasang-pasangan: perasaan tak berdaya-ingin mengalahkan, rencana jahat-penyesalan, kesedihan-gengsi , kata lelaki itu.


Andrea Hirata telah menerbitkan 9 novel edisi bahasa Indonesia (Laskar Pelangi, Sang Pemimpi, Edensor, Maryamah Karpov, Padang Bulan, Cinta di Dalam Gelas, Sebelas Patriot, Laskar Pelangi Song Book, dan Ayah ) dan 2 novel edisi internasional (The Rainbow Troops dan Der Tr?umer-Maret, 2015, Penerbit Hanser Berlin). Dia adalah pemenang New York Book Festival 2013, kategori General Fiction, untuk The Rainbow Troops (Laskar Pelangi edisi Amerika), dan pemenang Buchawards 2013, Jerman, untuk Die Regenbogen Truppe (Laskar Pelangi edisi Jerman). Andrea lulus dari Sheffield Hallam University, UK, post graduate, beasiswa. Dia juga mendapat beasiswa studi sastra di University of Iowa, USA. Cerpen pertamanya, “Dry Season”, dimuat di majalah sastra ternama, Washington Square Review, New York University. Andrea menjadi panelis Das Blaue Sofa, Leipzeig Book Fair 2013 dan terpilih dalam project Windows on The World, 50 Writers, 50 Views, Matteo Pericoli, Penguin Random House bersama pemenang Nobel Sastra, Orhan Pamuk dan Nadine Gordimer. Laskar Pelangi diterjemahkan ke dalam 34 bahasa asing dan diterbitkan oleh penerbit-penerbit terkemuka di lebih dari 120 negara. Juga tersedia dalam bentuk audio books (Bolinda, Australia dan Hörbuch Hamburg, Jerman) yang dipakai secara luas di berbagai negara untuk keperluan pendidikan. Pada 2015, Media Indonesia memilih Laskar Pelangi sebagai salah satu dari 45 buku paling mempengaruhi Indonesia sepanjang sejarah. Untuk mendorong minat baca, mengembangkan sastra dan melestarikan bahasa Belitong, pada 2010 Andrea membangun Museum Kata, museum sastra pertama di Indonesia yang telah berhasil memulai literary tourism di Tanah Air.

    Related Book

    Ayah

    IDR 74.000 IDR 62.900

    Endensor

    IDR 59.000 IDR 50.150