Buku

Buku

andrea hirata, sirkus pohon
andrea hirata, sirkus pohon

Sirkus Pohon

IDR 87.000 IDR 73.950
Beli Buku
EBOOK
Baiklah, Kawan, kuceritakan padamu soal pertempuranku melawan pohon delima di pekarangan rumahku dan bagaimana akhirnya pohon itu membuatku kena sel,lalu wajib lapor setiap Hari Senin, di Polsek Belantik.


    Benci nian aku pada delima itu, lihatlah pohon kampungan itu, ia macam kena kutuk. Pokoknya berbongkol-bongkol, dahan-dahannya murung, ranting-rantingnya canggung, kulit kayunya keriput, daun-daunnya kusut. Malam Jum’at burung kekelong berkaok-kaok di puncaknya, memanggil-manggil malaikat maut. Tak berani aku dekat-dekat  delima  itu, karena aku tahu pohon itu didiami hantu.


 


Dalam novel ini Andrea akan membuat kita terbahak-bahak mengikuti kisah orang-orang Melayu di pedalaman Belitong yang lugu, tersedu-sedu oleh kisah cinta yang masygul, atau geleng-geleng kepala oleh intrik-intrik mereka yang luar biasa. Kita akan menemukan manusia-manusia yang tak sempurna, tapi sekaligus menemukan kebijaksanaan dalam diri mereka.

Andrea Hirata telah menerbitkan 9 novel edisi bahasa Indonesia (Laskar Pelangi, Sang Pemimpi, Edensor, Maryamah Karpov, Padang Bulan, Cinta di Dalam Gelas, Sebelas Patriot, Laskar Pelangi Song Book, dan Ayah ) dan 2 novel edisi internasional (The Rainbow Troops dan Der Tr?umer-Maret, 2015, Penerbit Hanser Berlin). Dia adalah pemenang New York Book Festival 2013, kategori General Fiction, untuk The Rainbow Troops (Laskar Pelangi edisi Amerika), dan pemenang Buchawards 2013, Jerman, untuk Die Regenbogen Truppe (Laskar Pelangi edisi Jerman). Andrea lulus dari Sheffield Hallam University, UK, post graduate, beasiswa. Dia juga mendapat beasiswa studi sastra di University of Iowa, USA. Cerpen pertamanya, “Dry Season”, dimuat di majalah sastra ternama, Washington Square Review, New York University. Andrea menjadi panelis Das Blaue Sofa, Leipzeig Book Fair 2013 dan terpilih dalam project Windows on The World, 50 Writers, 50 Views, Matteo Pericoli, Penguin Random House bersama pemenang Nobel Sastra, Orhan Pamuk dan Nadine Gordimer. Laskar Pelangi diterjemahkan ke dalam 34 bahasa asing dan diterbitkan oleh penerbit-penerbit terkemuka di lebih dari 120 negara. Juga tersedia dalam bentuk audio books (Bolinda, Australia dan Hörbuch Hamburg, Jerman) yang dipakai secara luas di berbagai negara untuk keperluan pendidikan. Pada 2015, Media Indonesia memilih Laskar Pelangi sebagai salah satu dari 45 buku paling mempengaruhi Indonesia sepanjang sejarah. Untuk mendorong minat baca, mengembangkan sastra dan melestarikan bahasa Belitong, pada 2010 Andrea membangun Museum Kata, museum sastra pertama di Indonesia yang telah berhasil memulai literary tourism di Tanah Air.

    Related Book

    Ayah

    IDR 74.000 IDR 62.900

    Endensor

    IDR 59.000 IDR 50.150