Buku

Buku

patah hati di tanah suci, tasaro gk, tasaro, patah hati, islam, tanah suci, makkah, madinah, tetralogi muhammad saw, muhammad, nabi, bacaan islam, novel islami, inspirasi
patah hati di tanah suci, tasaro gk, tasaro, patah hati, islam, tanah suci, makkah, madinah, tetralogi muhammad saw, muhammad, nabi, bacaan islam, novel islami, inspirasi

Patah Hati di Tanah Suci





































Penulis:  Tasaro GK



Target terbit: Juli 2018



Judul buku:  Patah Hati di Tanah Suci



Kover:   13x20.5 cm



Penerbit:  Bentang Pustaka



Format:  13x20.5 cm



ISBN:  978-602-291-411-2



Jumlah halaman:   340 (324 BW+ 16 FC)  hlm



Penyunting: Iqbal Dawami & Nurjannah Intan



Jenis Kertas Isi: bookpaper 55 gr



Harga: 74.000



Jenis Kertas Sampul: AC 230 gr



Tebal Punggung: 2.44  cm



Kategori versi Penerbit: Inspirasi



Lini:  Bentang



Kode:  BI-075



IDR 74.000 IDR 62.900

“.... Aku hampir-hampir kehabisan alasan untuk tetap peduli kepadamu, kecuali kenyataan bahwa aku anakmu. Lahir oleh perantara dirimu. Kita tak punya banyak kenangan, ya, Pak?”



 



Pada pusara sang ayahanda, Tasaro memutar ulang memorinya. Betapa berjaraknya hubungan yang mereka jalin selama ini. Ia mengingat bahwa tak banyak percakapan yang mereka lakukan demi merekatkan hubungan.



Melalui buku ini, Tasaro menuliskan surat panjang kepada Bapak. Ia mencoba menceritakan kembali perjalanannya ke Tanah Suci, tempat yang paling ingin didatangi Bapak sepanjang hidupnya. Sebuah perjalanan menggetarkan yang membuatnya menyusuri setiap jengkal tanah yang 1.400 tahun sebelumnya, Rasulullah Saw. membangun sejarah di sana.



Tanpa diduga, menuliskan surat tersebut mengantar Tasaro kembali pada kenangan-kenangan yang nyaris ia lewatkan. Bahwa sesungguhnya Bapak selalu membersamainya pada berbagai peristiwa, meski tanpa kata-kata ....


Tasaro (akronim dari namanya, Taufik Saptoto Rohadi, belakangan menambahkan "GK", singkatan dari Gunung Kidul, pada pen-name nya) adalah lulusan jurusan Jurnalistik PPKP UNY, Yogyakarta, berkarier sebagai wartawan Jawa Pos Grup selama lima tahun (2000-2003 di Radar Bogor, 2003-2005 di Radar Bandung). Memutuskan berhenti menjadi wartawan setelah menempati posisi redaktur pelaksana di harian Radar Bandung dan memulai karier sebagai penulis sekaligus editor. Sebagai penyunting naskah, kini Tasaro memegang amanat kepala editor di Salamadani Publishing. Sedangkan sebagai penulis, Tasaro telah menerbitkan buku, dua di antaranya memeroleh penghargaan Adikarya Ikapi dan kategori novel terbaik; Di Serambi Mekkah (2006) dan O, Achilles (2007). Beberapa karya lain yang menjadi yang terbaik tingkat nasional antara lain: Wandu; novel terbaik FLP Award 2005, Mad Man Show; juara cerbung Femina 2006, Bubat (juara skenario Direktorat Film 2006), Kontes Kecantikan, Legalisasi Kemunafikan (penghargaan Menpora 2009), dan Galaksi Kinanthi (Karya Terpuji Anugerah Pena 2009). Cita-cita terbesarnya adalah menghabiskan waktu di rumah; menimang anak dan terus menulis buku.

    Related Book